Minggu Malam (14/12) Dalam kesempatan sambutan dalam Musyawarah Nasional ke-XXI Tahun 2025 Ikatan Hakim Indonesia yang bertempat di Ballroom Utama Hotel Mercure Ancol, YM Bapak Ketua MA Bidang Non Yudisial membuka sambutannya dengan menekankan “IKAHI sebagai satu-satunya organisasi profesi, bagi Hakim Indonesia yang berada di Mahkamah Agung, dan badan peradilan di bawahnya.” Sambutan yang disampaikan setelah Laporan Panitia Pelaksana yang dibacakan oleh Bapak YM. Dr. Heru Pramono, S.H., M.Hum. dan Sambutan Ketua Umum Ikahi Dr. H. Yasardin S.H., M.Hum. turut, YM Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H. menyoroti bagi seorang hakim, integritas adalah identitas, bukan aksesoris. Organisasi IKAHI yang kita bangun, bukan semata-mata wadah profesi, melainkan rumah besar tempat kita menyatukan gagasan, dan memperkuat barisan demi tegaknya peradilan yang bersih dan berwibawa. Hal ini sejalan dengan tema yang dianggat dalam Munas IKAHI ke 4 Ancol yakni Hakim Bermartabat Peradilan Hebat.
Dalam kegiatan yang dihadiri tidak kurang dari 200 orang peserta dan 64 peninjau dari seluruh Pengurus Daerah IKAHI se-Indonesia, Bapak Ketua MA kembali mengajak mendoakan saudara-saudara yang terkena musibah. Kendati sudah terkumpul dana donasi mencapai Rp. 2,5 Milyar lebih YM Sunarto kembali mengajak melakukan donasi “Untuk mempermudah perbaikan penghasilan kita mari kita bantu lagi saudara-saudara kita yang terkena musibah melalui shodaqoh. Supaya harapan kita mendapatkan perbaikan penhasilan mendapatkan hasil yang akseleratif.”

YM Ketua MA juga menitipkan pesan agar Munas IKAHI ini dilakukan dengan bermartabat. Munas ini dalah forum penting, yang akan menentukan masa depan organisasi. Dalam forum ini, kita melaksanakan suksesi kepemimpinan IKAHI masa bakti 2025–2028, serta memilih dan menetapkan susunan pengurus inti baru untuk periode yang akan datang. Suksesi bukanlah kompetisi untuk mencari siapa yang paling hebat dan paling kuat, tetapi proses mencari sosok yang mampu mengayomi, menyatukan, dan menahkodai IKAHI ke arah kemajuan.
“Saya mengajak seluruh peserta Munas, untuk menjunjung tinggi prinsip-prinsip musyawarah, menjaga etika dan suasana kondusif, dan menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.” Tegas YM Sunarto dalam sambutannya,
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:


