Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Menjaga Amanah Waktu » Page 11
Features Satire

Menjaga Amanah Waktu

Kumpulan Cerpen Reflektif Aparatur Peradilan
Tri IndroyonoTri Indroyono7 January 2026 • 11:06 WIB29 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

#Segmen 10 – Menjaga Amanah Waktu

Waktu tidak pernah meminta izin. Ia datang, berjalan, lalu pergi, meninggalkan jejak yang hanya bisa dibaca oleh hati yang mau jujur. Di gedung peradilan ini, waktu hadir dalam berbagai rupa jam sidang, antrean pelayanan, tenggat laporan, dan jeda-jeda sunyi yang sering terabaikan.

Aku belajar, amanah terbesar aparatur bukan hanya jabatan, bukan pula kewenangan, melainkan waktu yang dipercayakan untuk mengabdi.

Setiap hari, waktu dipinjamkan kepadaku dalam jumlah yang sama. Namun nilainya berbeda, tergantung bagaimana ia dijaga. Ada waktu yang habis untuk rutinitas tanpa makna. Ada pula waktu yang sederhana, tetapi penuh keberkahan karena dijalani dengan niat yang lurus.

Di awal pengabdian, aku mengira menjaga waktu berarti datang tepat waktu dan pulang sesuai aturan. Kini aku memahami, menjaga amanah waktu jauh lebih dalam. Ia adalah kesediaan hadir sepenuh hati ketika melayani. Kesanggupan menahan diri dari menunda yang seharusnya disegerakan. Kejujuran untuk tidak mengabaikan yang kecil hanya karena tidak terlihat.

Allah mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Perubahan itu sering kali dimulai dari cara kita memperlakukan waktu. Apakah ia dihabiskan, atau dimaknai.

Aku teringat ruang tunggu yang penuh harap. Meja pelayanan yang menuntut kesabaran. Sidang yang terdiam demi kehati-hatian. Lorong sunyi tempat pilihan moral diuji. Semua itu adalah potongan waktu yang pernah singgah, lalu pergi. Tidak satu pun kembali.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Hadis itu terasa semakin relevan seiring bertambahnya usia dan pengalaman. Betapa sering waktu luang diisi dengan kelalaian, dan betapa sering kesibukan dijadikan alasan untuk mengabaikan empati.

Baca Juga  Sang Pemuja Tanah: Khotbah dari Singgasana Berdebu

Menjaga amanah waktu berarti menyadari bahwa setiap detik adalah kesempatan berbuat adil. Bahkan ketika tidak ada perkara. Bahkan ketika tidak ada yang melihat. Bahkan ketika lelah meminta berhenti.

Aku menyadari, pengabdian tidak selalu diukur dari puncak-puncak besar. Ia justru ditentukan oleh ketekunan menjaga hal-hal kecil, berulang, dan tampak sepele tepat waktu, tepat sikap, tepat niat.

Ketika senja datang dan bayangan gedung memanjang, aku sering berhenti sejenak. Menarik napas. Menghitung hari bukan dengan kalender, tetapi dengan kesadaran: sudahkah waktu hari ini kujaga dengan baik?

Aku tidak selalu berhasil. Ada hari-hari di mana aku tergesa. Ada saat-saat ketika aku memilih nyaman daripada benar. Namun setiap kegagalan mengajarkanku satu hal penting: amanah waktu tidak menuntut kesempurnaan, tetapi kejujuran untuk terus memperbaiki.

Di penghujung buku ini, aku tidak ingin menawarkan nasihat yang tinggi. Aku hanya ingin menyampaikan pengakuan sederhana: bahwa menjadi aparatur negara adalah perjalanan menjaga waktu agar tetap bernilai ibadah.

Sebab pada akhirnya, yang akan ditanya bukan berapa lama kita bekerja, tetapi bagaimana kita menggunakan waktu yang diberikan.

Dan ketika kelak seluruh waktu itu dikembalikan kepada Pemiliknya, aku berharap dapat menjawab dengan tenang:

bahwa aku telah berusaha menjaga amanah waktu sebaik yang aku mampu, setulus yang aku bisa.

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan.” (QS. At-Takāthur: 8)

Tri Indroyono
Tri Indroyono
Panitera Pengadilan Negeri Garut

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
satire
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Demo
Top Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Don't Miss

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

By Muhammad Adiguna Bimasakti15 January 2026 • 08:06 WIB

Sistem peradilan di Indonesia pada awalnya dirancang sederhana, dengan seluruh jenis perkara ditangani oleh Pengadilan-Pengadilan…

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Abdul Ghani
  • Abiandri Fikri Akbar
  • Agus Digdo Nugroho
  • Ahmad Junaedi
  • Anderson Peruzzi Simanjuntak
Lihat semua →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.