Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Gerry Geovant Supranata Kaban
Pendahuluan Reformasi hukum pidana nasional, yang puncaknya diwujudkan melalui pengesahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) merupakan upaya monumental untuk menggantikan peraturan hukum pidana warisan kolonial, yakni Wetboek van Strafrecht (WvS). Dalam konteks negara hukum yang demokratis, salah satu tantangan terbesar dalam kodifikasi pembaruan hukum pidana adalah menyeimbangkan perlindungan terhadap individu dan institusi dengan jaminan hak fundamental warga negara, khususnya hak untuk berekspresi (freedom of expression) yang mencakup pula kebebasan berpendapat (freedom of speech) di dalamnya. Hak berekspresi merupakan pilar esensial demokrasi dan dijamin secara konstitusional, terutama dalam Pasal 28E Undang-Undang Dasar Negara Republik…
Proses pembuktian di persidangan merupakan pilar utama dalam sistem peradilan pidana yang berfungsi sebagai fondasi untuk mengungkap kebenaran materiil dan mencapai keadilan hakiki dalam suatu perkara. Tanpa proses pembuktian yang cermat dan berintegritas, putusan pengadilan berisiko tidak mencerminkan kebenaran faktual, yang dapat membawa kerugian bagi terdakwa, korban, maupun masyarakat pada umumnya. Sistem hukum pembuktian di Indonesia baik dalam hukum acara perdata maupun hukum acara pidana berakar pada tradisi Eropa Kontinental (Civil Law) yang secara historis diatur dalam kerangka kodifikasi yang rigid dan terperinci, berbeda dengan tradisi Anglo-Saxon (Common Law) yang lebih berorientasi pada sumber hukum berupa yurisprudensi dan preseden. Salah…

