Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Ketika Hukum Hati Berbicara: Pelajaran dari ‘Kejahatan dan Hukuman’
Roman

Ketika Hukum Hati Berbicara: Pelajaran dari ‘Kejahatan dan Hukuman’

Kejahatan dan Hukuman karya Fyodor Dostoyevsky
Maria Fransiska WalintukanMaria Fransiska Walintukan23 September 2025 • 21:42 WIB3 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Apakah pergulatan batin merupakan hukuman dari suatu kejahatan? Itulah pertanyaan yang coba dijawab Dostoyevsky dalam karyanya yang dalam bahasa Inggris berjudul “Crime and Punishment”. Buku ini bukan hanya sekadar novel romansa Rusia seperti yang populer pada zamannya. Dostoyevsky menawarkan pembaca untuk tidak larut dalam ombak romansa yang memabukkan, melainkan membuka mata akan sisi kelam manusia serta masyarakat tempat ia hidup.

Ketika Hukum Hati Berbicara: Pelajaran dari ‘Kejahatan dan Hukuman

Moralitas, iman, pergulatan batin akan dosa, hukuman, penebusan, serta penderitaan yang merupakan keniscayaan pada hidup manusia lengkap disajikan oleh Dostoyevsky dalam buku ini. Ia memang dikenal lewat karya-karyanya yang suram serta kerap menjadikan sisi terdalam manusia dari suatu individu sebagai bahan kajian. Dengan cakap dan elegan, Dostoyevsky membungkus cerita psikologi kriminal yang menegangkan menjadi kisah yang menarik, dengan bumbu-bumbu romansa, yang memang digunakan sebagai bahan pelengkap sekaligus ‘alat peledak’ dalam bukunya.

Cerita bagaikan balada ini hadir menggunakan sudut pandang orang ketiga, yang menangkap sosok Raskolnikov sebagai tokoh utama di layar imajinasi pembaca. Fokus utama buku ini dinarasikan melalui Raskolnikov, seorang mahasiswa miskin di St. Petersburg, dengan pergulatan batinnya pasca melakukan pembunuhan atas dasar motif moralitas serta tekanan ekonomi. Penelusuran melalui narasi keniscayaan konsekuensi moral atas tindakan melanggar hukum menggambarkan kontradiksi sekaligus hubungan antara hukum manusia dan hukum hati nurani pada tiap individu yang hidup. Simbolisasi Raskolnikov sebagai manusia dengan hukuman moral yang tak terhindarkan dibenturkan dengan sosok Sonya, sebagai representasi kasih, iman, dan pengorbanan.

Kota St. Petersburg yang digambarkan sumpek dan kelam a la film noir dalam buku ini juga menjadi simbol alienasi manusia—yang memang sering pula diadaptasi pada film noir di kemudian hari—dari masyarakat di sekitarnya. Latar tersebut juga acapkali diwarnai dengan dialog filosofis yang merupakan manifestasi dari isi kepala abstrak dalam pergulatan batin pada realisme psikologis seorang Raskolnikov.

Baca Juga  Antara Buku, Pena, dan Penghapus

Lalu, apa sebenarnya yang ingin disampaikan Dostoyevsky melalui buku ini? Jika kita membaca dengan seksama, kita akan menyadari bahwa Dostoyevsky hendak menyampaikan perihal intelektualisme yang tidak memiliki fondasi moral dapat jatuh ke dalam sumur kegelapan yang menakutkan. Hanya cinta, iman, dan moralitas yang sehat dapat menarik kita dari sumur tersebut. Lalu dari sisi sosial, kritik Dostoyevsky ditujukan kepada ketimpangan sosial dan permasalahan keadilan yang terus menggerogoti masyarakat dari jantungnya. Permasalahan yang kerap dialami setiap individu juga bercampur aduk dalam buku tersebut, seperti eksistensialisme, moralitas agama, serta ide mengenai kebebasan serta tanggung jawab.

Karya Kejahatan dan Hukuman sebenarnya kurang tepat jika disandingkan dengan novel kriminal lainnya. Akan lebih tepat bila disandingkan dengan novel perjalanan spiritual karya Paulo Coelho. Relevansinya terhadap dunia modern yang begitu kuat menjadikan buku ini abadi dan tak lekang oleh zaman. Dostoyevsky berhasil menghadirkan sebuah gambaran bahwa sesungguhnya suatu hukuman bukan datang dari luar diri manusia, namun justu berasal dari hati nurani tiap individu. (MFW)

cecep
Maria Fransiska Walintukan
Hakim Yustisial Pusdiklat Teknis BSDK MA

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

kejahatan dan hukuman roman
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

ANOMALI – Bagian Ketiga

5 January 2026 • 10:33 WIB

Ahli Waris

22 December 2025 • 09:17 WIB

Ketika Hidup Ditentukan di Ruang Sempit: Telaah Hukum Di Balik Film 12 Angry Men (1957)

17 December 2025 • 07:44 WIB
Demo
Top Posts

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

15 January 2026 • 08:06 WIB

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Don't Miss

Urgensi Penghapusan Pengadilan Khusus Dan Hakim Ad Hoc di Bawah Mahkamah Agung

By Muhammad Adiguna Bimasakti15 January 2026 • 08:06 WIB

Sistem peradilan di Indonesia pada awalnya dirancang sederhana, dengan seluruh jenis perkara ditangani oleh Pengadilan-Pengadilan…

CODE NAPOLÉON: RASIONALITAS KODIFIKASI DAN WARISAN BAGI TRADISI CIVIL LAW

14 January 2026 • 20:29 WIB

Acara Pemeriksaan Cepat menurut KUHAP Baru: Perkara Tipiring dan Lalu Lintas dalam Satu Tarikan Napas

13 January 2026 • 16:35 WIB

KMA Tegaskan Komitmen Penguatan Kepemimpinan Hakim Perempuan

13 January 2026 • 14:44 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire SuaraBSDK Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Abdul Ghani
  • Abiandri Fikri Akbar
  • Agus Digdo Nugroho
  • Ahmad Junaedi
  • Anderson Peruzzi Simanjuntak
Lihat semua →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.