Di tengah ketegangan ruang sidang, hakim memikul pergulatan batin fundamental. Ini adalah persimpangan abadi antara panggilan keadilan sejati yang berakar pada nurani dan kenyataan hidup, melawan tumpukan hukum positif dan aturan prosedur yang menuntut kepatuhan kaku. Banyak yang keliru menganggap ini hanya debat metodologi. Padahal, ini merupakan krisis kesadaran. Sikap yang terlalu kaku pada aturan, formalisme hukum, bukanlah pilihan alat kerja yang netral. Itu adalah cerminan dari tingkat kesadaran hakim yang mungkin belum utuh. Kelompok pemikir Critical Legal Studies (CLS) telah lama membongkar ilusi ini dan mengingatkan bahwa hukum tidak pernah netral. Ruang sidang bukanlah laboratorium steril, melainkan “arena publik”…
Read More