Ada sesuatu yang menarik ketika kita menelusuri perjalanan panjang dua peradaban besar: Islam dan Tiongkok. Keduanya tumbuh dalam ruang budaya, bahasa, dan keyakinan yang berbeda, namun sama-sama menganggap ilmu sebagai pusat kehidupan manusia. Dalam perjumpaan keduanya, tersimpan sebuah kisah yang bukan hanya historis, melainkan juga filosofis sebuah kisah tentang bagaimana manusia mengejar makna, keteraturan, dan kesempurnaan melalui pengetahuan. Bayangkan para pelaut Arab yang tiba di pelabuhan Guangzhou pada abad ke-7. Mereka datang membawa rempah dan kain, tetapi tanpa disadari mereka juga membawa gagasan: cara berpikir, logika, dan semangat keilmuan Islam yang terus berkembang sejak masa Nabi. Pada saat yang sama,…
Read More