Author: Redpel SuaraBSDK

Muamar Azmar Mahmud Farig Dualitas antara fakta yuridis dan fakta sosial merupakan persoalan epistemik yang jarang disentuh secara serius dalam praktik peradilan Indonesia, padahal apa yang kita sebut sebagai “fakta” telah lebih dahulu melewati saringan penyidikan, konstruksi aparat, tekanan politik, hingga opini publik yang membentuk cara hakim membaca peristiwa. Dalam keadaan seperti ini, pandangan Jean Baudrillard mengenai simulacra yakni saat representasi menggantikan realitas dan menghasilkan dunia yang tampak lebih meyakinkan daripada kenyataan itu sendiri, membantu menjelaskan bagaimana fakta hukum dapat terlepas dari akar sosialnya (Baudrillard, Jean, 1994). Dalam pandangan lain, Jurgen Habermas menawarkan rasionalitas komunikatif sebagai jalan koreksi, sebuah cara…

Read More

Hukum tidak pernah hidup hanya dalam pasal. Ia tumbuh dari moralitas, akal budi, dan denyut kemanusiaan yang menghidupi setiap proses peradilan. Gagasan itulah yang mengalir kuat dalam Pelatihan Filsafat dan Hukum yang diselenggarakan Badan Strategi Kebijakan Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, sebuah forum perenungan mendalam yang bertujuan membentuk Hakim yang tidak hanya cerdas secara hukum, tetapi juga peka terhadap nurani dan nilai. Pada Rabu, 19 November 2025, sesi ke-8 pelatihan ini menjelma menjadi ruang intelektual yang penuh energi. Sebanyak 219 Hakim Peradilan Umum hadir berdasarkan peminatan, memadati forum yang hangat dengan diskusi, tanya jawab mendalam, dan refleksi filosofis yang jarang…

Read More

A. PENDAHULUAN Keadilan dalam sistem peradilan didapatkan melalui putusan hakim, sehingga apabila terdapat kekosongan aturan hukum atau aturan yang tidak jelas, maka untuk mengatasinya hakim harus aktif untuk menemukan hukum (rechtvinding). Salah satu adagium yang berkembang dalam praktik peradilan adalah asas Ius Curia Novit yang berarti hakim dianggap mengetahui semua hukum, sehingga Pengadilan tidak boleh menolak memeriksa dan mengadili perkara. Judicial activism merupakan metode hakim dalam rangka menemukan hukum karena menerapkan hukum mutlak menjadi kewenangan hakim, sehingga seorang Hakim harus belajar secara berkelanjutan agar putusan yang dihasilkan selalu relevan baik secara Kompetensi dalam bentuk intelektualitas dan berkeadilan yang mencemirkan integritas…

Read More

Eksposur digital merupakan istilah yang termasuk newbie dalam literasi digital di pengadilan, hal ini tidak terlepas dari massive-nya pemberitaan, konten maupun diskusi digital yang membahas kinerja pengadilan dalam suatu proses persidangan yang menarik perhatian netizen (baik di peradilan umum, agama, militer maupun tata usaha negara). Akhir-akhir ini persidangan yang dilangsungkan di beberapa pengadilan baik di peradilan umum, agama, militer dan tata usaha negara juga tidak terlepas dari sorotan dan narasi tajam netizen, bahkan dalam era algoritmik, eksportur digital cenderung tidak netral karena secara algoritmik cenderung mengikuti logika viralitas. Fenomena ini secara tidak langsung “memaksa” pimpinan pengadilan yang persidangannya sedang disorot…

Read More

Hari pertama Pengumuman peminatan Pelatihan Teknis Yudisial Filsafat Hukum untuk Keadilan [secara Online] di Aplikasi LASKAR Badan Strategi Kebijakan Diklat Hukum dan Peradilan (BSDK MA) membludak. Sehari setelah diumumkan melalui unggahan flyer di media sosial via IG Pusdiklat_Teknispeminat hakim peradilan umum yang mendaftar telah mencapai 400 orang melebihi kapasitas peserta yang ditentukan sebelumnya yakni maksimal 200 orang. Reaksi berdatangan dari berbagai hakim khususnya peminat filsafat dari hakim peradilan Agama, TUN dan Militer yang juga berkeinginan untuk ikut. Beberapa hakim peradilan Agama, TUN dan Militer menghubungi panitia bahkan mengajukan protes bahwa kebutuhan hakim akan gizi pengetahuan filsafat itu tinggi. Sebaiknya kuliah-kuliah…

Read More

Bogor, SuaraBSDK.com — Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Badan Strajak Diklat Kumdil membuka kesempatan bagi para hakim untuk mengikuti Pelatihan Teknis Yudisial (Online) – Filsafat Keadilan yang akan digelar pada 17–21 November 2025. Pengumuman resmi kegiatan ini ditampilkan melalui poster yang telah didistribusikan kepada publik dan lingkungan peradilan. Pelatihan ini disusun untuk memperkuat kapasitas analisis filosofis dalam menelaah problematika hukum, keadilan, serta realitas sosial yang melingkupinya. Dalam informasi resmi tersebut ditegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan bagi peserta yang memiliki minat tinggi dalam pengembangan intelektual di bidang filsafat hukum. Kegiatan mengusung fokus utama:“Filsafat Hukum untuk Keadilan.” Panitia mencantumkan sejumlah persyaratan peserta,…

Read More

Hak Warga Negara Atas Keterbukaan Informasi Publik Hak warga negara untuk menerima keterbukaan informasi, merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia, sesuai ketentuan Pasal 19 Ayat 2 Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights) dan telah diratifikasi pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik). Penegasan hak memperoleh keterbukaan informasi, melalui segala jenis yang tersedia, sebagai bagian dari hak dasar manusia, ditegaskan kembali dalam Pasal 14 Ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.…

Read More

Suasana Pagi hari di Megamendung hari ini tidak seperti biasanya. Pagi ini suara kicau burung yang biasanya menemani udara dingin di Kawasan Megamendung terpecahkan dengan suara gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari peserta Latsar CPNS MA RI, yang membuat udara dingin di Megamendung menjadi dirasakan penuh kehangatan persaudaraan diantara para Peserta Latsar CPNS MA RI. Pukul 07.30 WIB, Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil MA RI, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H., menyapa peserta dalam Kelas Inspirasi bertema “Core Value & Employer Branding ASN.” Kepribadian humoris dan kemampuan beliau menempatkan diri layaknya Generasi Z membuat sesi berjalan cair. Peserta merasa…

Read More

Menjelang tutup tahun, BSDK MA RI bersama satker wilayah KPPN Bogor gelar Workshop Evaluasi Triwulan III, Langkah-Langkah Akhir Tahun, dan Konsolidasi Laporan Keuangan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat disiplin anggaran, meningkatkan kualitas belanja, dan memastikan laporan keuangan tersaji akurat serta akuntabel. “Kinerja keuangan bukan sekadar angka, tapi wujud tanggung jawab dan komitmen kita bersama,” ujar Sekretariat Badan saat membuka kegiatan. Dengan semangat kolaborasi, seluruh satker berkomitmen menutup tahun anggaran 2025 dengan serapan berkualitas dan tata kelola keuangan yang makin baik.

Read More