Author: Redpel SuaraBSDK

Di suatu hari pada Negeri Khatulistiwa yang subur namun tak makmur hidup seorang petani bernama Marzuki, Marzuki tinggal di sebuah gubuk reot seluas 3m x 3m yang terbuat dari batang bambu dan anyaman daun nipah. Marzuki tinggal seorang diri karena istrinya telah meninggal saat melahirkan anak semata wayangnya sedangkan anak semata wayangnya juga meninggal saat berusia 4 (empat) bulan karena Malnutrisi. Sebagai seorang Petani, keseharian Marzuki disibukkan dengan bercocok tanam khususnya pisang. Marzuki telah lama menekuni pekerjaan itu sejak kecil mengikuti jejak bapaknya-bapaknya-bapaknya sampai tak terhitung sudah generasi petani di dalam garis darah Marzuki. Namun sayang bertani pada zaman Marzuki…

Read More

Dalam filsafat Aristoteles, setiap tindakan manusia dan setiap struktur sosial selalu diarahkan pada suatu telos—tujuan akhir yang memberi makna pada keberadaan. Bagi Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, telos itu tampak dalam cita-cita mewujudkan tata kelola peradilan yang berintegritas, efektif, dan akuntabel. Pedoman Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Nomor 181A/BSDK/SK.OT1.2/X/2025, bukan sekadar dokumen administratif; ia merupakan jalan menuju keutamaan organisasi, sebuah praxis yang mengarahkan lembaga kepada kesempurnaan fungsionalnya. Aristoteles menyatakan bahwa kebajikan (arete) muncul dari kebiasaan melakukan tindakan yang benar. Dengan logika serupa, SAKIP menuntun organisasi…

Read More

Sentul, 22 November 2025 — Suasana berbeda tampak dalam rangkaian Pelatihan Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup Angkatan XXII. Peserta pelatihan dari Peradilan Umum, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara se-Indonesia melaksanakan kegiatan outbound di kawasan wisata alam Leuwi Areuy, Sentul, yang dikenal dengan aliran sungai bening serta panorama hutan tropis yang masih asri. Outbound ini menjadi salah satu kegiatan lapangan yang secara khusus dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kondisi lingkungan hidup, di luar sesi kelas yang biasanya bersifat teoritis. Selain menjadi sarana penyegaran di tengah padatnya materi pelatihan, aktivitas ini juga menunjukkan keterkaitan antara edukasi lingkungan dan pendekatan lapangan.…

Read More

Indonesia, sebuah permata ekologis dengan kekayaan hayati yang tak tertandingi, kini berdiri di persimpangan jalan. Kita menghadapi kontradiksi ekologis yang nyata, sebuah krisis mendalam yang tak terhindarkan di Era Antroposen—periode di mana jejak aktivitas manusia telah menjadi kekuatan geologis dominan yang mengubah sistem Bumi. Fondasi hukum lingkungan kita, meskipun memiliki prinsip-prinsip yang mulia, terbukti tidak memadai untuk mengatasi skala dan kecepatan krisis ini. Kita memerlukan perombakan radikal dalam filsafat hukum lingkungan untuk benar-benar mengakomodasi realitas Antroposen. Realitas Pahit Krisis Antroposen Krisis ini terwujud dalam berbagai bentuk, semuanya menunjuk pada satu kegagalan fundamental: kegagalan etika antisipatif. Filsuf Hans Jonas mengingatkan kita…

Read More

Teringat untuk pertama kalinya mendengar adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum”, ketika masih duduk di bangku kuliah fakultas hukum. Ungkapan klasik yang sering diucapkan bahkan dijadikan slogan bagi organisasi intra kampus. Bahkan dalam dunia praktisi adagium tersebut sering digunakan sebagai dasar untuk mengajukan argumentasi moral hukum. Namun tahukah Anda, sejarah adagium “Fiat Justitia Ruat Coelum” tidak seindah maknanya? Diawali dari kisah Kaisar Alexander Agung yang merupakan Raja Makedonia kuno kedatangan seorang pelaut. Kaisar Alexander Agung bertanya kepada pelaut tersebut: “apa yang paling kamu takuti di dunia ini?” Si Pelaut pun menjawab: “saya tidak bisa membayangkan jika langit runtuh dan bintang-bintang berjatuhan…

Read More

Pelatihan filsafat hukum dan keadilan bagi para Hakim Peradilan Umum seluruh Indonesia berlanjut di hari kedua. Salah satu materi yang dibahas adalah Filsafat Hidup Hakim: Sederhana Ikhlas Cerdas Dan Berintegritas. Materi ini mengulas secara panjang lebar tentang bagaimana Hakim menerapkan gaya hidup sederhana agar ia senantiasa terjaga dari penyakit duniawi yang dapat meruntuhkan sensibilitas terhadap nilai-nilai Ilahi dan kemanusiaan. Narasumber yang mengisi pelatihan tersebut adalah Dr. Fahrudin Faiz, S.Ag., M.Ag., Dosen filsafat pada Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau juga dikenal luas sebagai pakar filsafat yang sering memberikan materi wejangan dan hal-hal lain terkait filsafat di kanal Youtube-nya. Kegiatan…

Read More

Dalam sebuah ruang kelas yang dipenuhi para hakim dari berbagai penjuru Indonesia, berlangsung sebuah sesi pelatihan yang tidak biasa. Tidak ada pembahasan pasal demi pasal, tidak ada rumus formal prosedur acara pidana atau perdata. Yang disajikan justru sesuatu yang jauh lebih mendasar: Etika dalam Putusan Hakim. Materi ini dibawakan oleh Romo Antonius Widyarsono, SJ, seorang pemikir hukum yang dikenal luas karena kedalaman refleksi moralnya. Dan saya, Mayor Laut (H) Ahmad Junaedi, S.H., M.H., hadir sebagai fasilitator untuk mendampingi jalannya pelatihan dan membantu menghubungkan teori dengan dinamika nyata di ruang sidang. Sesi ini membahas sisi terdalam dari profesi hakim di mana…

Read More

Di tengah ketegangan ruang sidang, hakim memikul pergulatan batin fundamental. Ini adalah persimpangan abadi antara panggilan keadilan sejati yang berakar pada nurani dan kenyataan hidup, melawan tumpukan hukum positif dan aturan prosedur yang menuntut kepatuhan kaku. Banyak yang keliru menganggap ini hanya debat metodologi. Padahal, ini merupakan krisis kesadaran. Sikap yang terlalu kaku pada aturan, formalisme hukum, bukanlah pilihan alat kerja yang netral. Itu adalah cerminan dari tingkat kesadaran hakim yang mungkin belum utuh. Kelompok pemikir Critical Legal Studies (CLS) telah lama membongkar ilusi ini dan mengingatkan bahwa hukum tidak pernah netral. Ruang sidang bukanlah laboratorium steril, melainkan “arena publik”…

Read More

Jakarta, 17 November 2025 — Di Senin pagi, tepat pukul 08.30 WIB, nuansa khidmat menyelimuti Auditorium Badan Strajak Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung. Di ruang itu, tidak hanya berkumpul para penegak hukum, tetapi juga para calon penjaga masa depan—para hakim yang akan memikul amanah baru: menjadi benteng terakhir keadilan bagi bumi yang semakin rentan. Secara resmi, DY. Witanto, Kepala Pusdiklat Manajemen & Kepemimpinan, yang bertindak sebagai Plh. Kepala Badan Strajak Diklat Hukum dan Peradilan MA, membuka Pelatihan Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup Angkatan XXII. Acara pembukaan yang dihadiri oleh Hakim Yustisial, Pejabat Struktural, dan Panitia ini mengumpulkan 85 orang hakim…

Read More

“Berani mengarang bebas adalah sumber ilmu pengetahuan dan kesadaran. Dan filsafat akan menjadi fondasinya” Ujar Tommy F.Awuy, seorang filsuf nyentrik di hadapan lebih dari 250 hakim Indonesia saat mengikuti pendidikan dan pelatihan filsafat hukum yang ditaja oleh BSDK MA pada Senin, 17 November 2025. Tommy, yang pernah aktif mengajar filsafat di Universitas Indonesia dan kini lebih banyak berdiam di Denpasar sembari mengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar meneruskan: “Tetapi yang menjadi catatan, mengarang bebas tersebut harus bisa diuji dengan data-data yang konstruktif dan prinsip-prinsip logika” Ungkai Tommy. Kelas pembuka dalam diklat filsafat yang dimoderatori Jimmy Maruli Alfian, Wakil Ketua…

Read More