Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Jatmiko Wirawan
Pada era ini ada sebuah adagium populer yang berbunyi, “Data is the new mining.” Data adalah tambang baru, komoditas berharga yang dapat menjadi penentu arah hidup manusia modern. Namun, selayaknya tambang yang juga menyimpan potensi bencana, data ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, ia menawarkan kemudahan. Namun di sisi yang lain, ia juga membuka celah ancaman dan intimidasi Dalam diskursus perlindungan hakim, kita acap kali terjebak pada definisi keamanan yang bersifat konvensional. Imaji tentang perlindungan masih berkutat pada aparat berseragam yang senantiasa memberi pengawalan di sisi hakim. Padahal, ancaman eksistensial bagi independensi hakim hari ini tidak hanya berupa serangan…
Di ruang kerja yang diselimuti senyap, seorang pria paruh baya menghempaskan tubuh tambunnya ke kursi kulit cokelat yang megah. Kemeja safarinya yang tercekik kini melonggar, seiring kancing teratas yang ia lepas. Di hadapannya, foto-foto formal Presiden dan Wakil Presiden, mengapit Garuda Pancasila yang gagah, seolah menjadi saksi bisu kelelahan yang menyelimutinya. Dari saku celananya, kotak rokok muncul. Sebatang diselipkan di antara bibir gelapnya. Api keluar dari ujung mancis membakar batang kretek. Asap mengepul, dihirup dalam-dalam sembari mata terpejam, seolah mencari ketenangan dalam pekatnya tembakau. Meja kerjanya, baru beberapa menit lalu dirapikan asisten pribadinya, kini terhampar rapi. Dokumen-dokumen penting, pulpen tinta…
Film dokumenter Downfall: The Case against Boeing di Netflix dibuka dengan ketegangan berlapis: pesawat Boeing 737 Max yang digadang sebagai babak baru teknologi penerbangan justru menuai petaka. Teknologi baru bernama MCAS disematkan untuk menstabilkan pesawat, namun tanpa petunjuk pelaksanaan yang memadai bagi para pilot. Instrumen itu bekerja melawan kendali manusia, menarik hidung pesawat ke bawah tanpa peringatan. Alih-alih menjadi lompatan kemajuan, teknologi itu berubah menjadi badai yang merenggut nyawa. Downfall menunjukkan satu pelajaran pahit: inovasi tanpa pemahaman adalah kokpit gelap yang dapat menjerumuskan. Analogi itu dapat disematkan pada KUHP Nasional yang akan berlaku 2 Januari 2026. Undang-Undang ini membawa segudang…
Sulit menemukan sosok sastrawan Indonesia yang dipuja sekaligus dicurigai sedalam Pramoedya Ananta Toer. Ia adalah paradoks yang berjalan dengan tenang: seorang yang karyanya dibaca dari Seoul sampai Stockholm, tapi dibungkam di tanah kelahirannya sendiri. Dialah rumah bagi segala pujian dan sekaligus segala larangan. Dalam diri Pram, kemasyhuran dan kesunyian duduk berdampingan seperti dua lampu yang tak pernah padam, saling menyorot bayangan satu sama lain. Karya-karya Pram sejak lama menjadi cermin bagi mereka yang bergelut dengan dunia hukum. Meski ia bukan ahli hukum, kehidupannya justru ditempa oleh proses hukum atau setidaknya oleh sesuatu yang diklaim sebagai proses hukum. Dari satu sel…
Di Pulau Ubin, laut bukan sekadar hamparan biru yang menelan cakrawala—ia adalah ibu, napas, dan nadi kehidupan. Di situlah Dorman dilahirkan, di antara desir angin asin dan nyanyian ombak yang tak pernah tidur. Leluhurnya berasal dari Buton, para pelaut tangguh yang tersesat dalam badai berabad-abad silam, lalu menemukan pulau kecil itu, memeluknya, dan menyebutnya rumah. Sejak saat itu, darah laut mengalir dalam setiap anak keturunannya. Dorman tumbuh bersama laut. Ia piawai membaca arah angin dari riak air, tahu kapan ikan akan datang dari aroma garam yang berubah di udara. Ia meyakini laut memiliki jiwa, “Ibu Bahari” begitu leluhurnya menyebutnya roh…

