Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Memprediksi Risiko di Masa Depan

4 February 2026 • 08:03 WIB

BPK Mulai Pemeriksaan Terinci Laporan Keuangan MA Tahun Anggaran 2025 di BSDK Kumdil

3 February 2026 • 22:06 WIB

Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati

3 February 2026 • 18:23 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati
Artikel Features

Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati

Syamsul AriefSyamsul Arief3 February 2026 • 18:23 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ada pesan mendalam di balik prosesi pelantikan 18 Ketua Pengadilan Tingkat Banding tadi pagi 03-02-2026:  Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Yang Mulia Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., sesungguhnya sedang menitipkan pesan yang jauh melampaui seremoni. Pesan itu sederhana dalam redaksi, namun berat dalam makna: rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati.

Sebagai orang yang hadir langsung di ruang pelantikan, saya menyaksikan bukan hanya pengambilan sumpah dan pergantian jabatan, tetapi juga penegasan arah kepemimpinan peradilan yang disampaikan secara tenang, namun sangat mengunci, oleh Ketua Mahkamah Agung.

Ada satu bagian sambutan yang membuat saya cukup terhenyak—bukan karena keras, tetapi justru karena kesederhanaannya. Tiga frasa yang diulang dengan penuh kesadaran: rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati. Kalimatnya singkat. Namun di ruang itulah saya menangkap, pesan ini bukan sekadar nasihat seremonial, melainkan catatan serius untuk para Ketua Pengadilan Tinggi yang hari itu ditegaskan Kembali untuk selalu menjadi voor post Mahkamah Agung di daerah.

Rendah hati disebut pertama. Pada  di titik ini, saya merasa Ketua MA sedang berbicara sangat jujur kepada kita semua. Dalam beberapa waktu terakhir ini, negara telah memberikan penghargaan besar kepada para hakim—terutama melalui peningkatan kesejahteraan yang signifikan. Tetapi justru di sanalah, pesan rendah hati menjadi relevan dan mendesak.

Saya menangkap kegelisahan yang halus namun nyata: jangan sampai kesejahteraan dibaca sebagai legitimasi untuk bersikap berlebihan. Jangan sampai fasilitas negara mengubah jarak batin seorang hakim dengan masyarakat yang datang mencari keadilan. Jabatan dan kesejahteraan, dalam pesan Ketua MA, bukan alat untuk meninggi, tetapi sarana untuk semakin membumi.

Rendah hati, dalam konteks ini, bukan sikap pasif. Ia adalah kesadaran aktif bahwa kekuasaan kehakiman hanya bermakna jika dijalankan dengan empati dan kesediaan mendengar. Ketua Pengadilan Tinggi, dengan seluruh kewenangannya, tetap harus mampu menunduk—mendengar suara publik, mendengar kritik, dan mendengar kegelisahan aparaturnya sendiri. Menyelami realitas dengan dengan kerendahan hati.

Baca Juga  Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir

Pesan kedua—hati-hati—membawa saya pada kesadaran yang lebih struktural. Pada  level peradilan banding, kehati-hatian bukan pilihan, melainkan keharusan. Setiap kebijakan pimpinan pengadilan, setiap disposisi administratif, bahkan setiap tanda tangan, memiliki dampak berlapis hingga ke pengadilan tingkat pertama.

Sebagai orang yang sehari-hari bergelut dengan kebijakan dan pengembangan SDM peradilan, saya memahami betul bahwa satu kekeliruan kecil di tingkat banding dapat menciptakan preseden yang panjang. Di situlah kehati-hatian menjadi wujud paling konkret dari tanggung jawab moral seorang pimpinan peradilan.

Ketua MA, menurut saya, sedang mengingatkan kita bahwa kewenangan tanpa kehati-hatian adalah ruang rawan, titik kritis ke arah penyimpangan. Bukan hanya rawan secara hukum, tetapi juga rawan secara etik. Dalam iklim keterbukaan hari ini, publik selalu lebih cepat menangkap kesalahan dibandingkan keberhasilan yang sunyi.

Pesan ketiga—sepenuh hati—adalah penutup yang terasa paling personal. Saya membaca ini sebagai peringatan bahwa kepemimpinan peradilan tidak bisa dijalani dengan setengah energi. Tidak cukup hanya hadir secara administratif, tidak cukup hanya memenuhi indikator kinerja.

Sepenuh hati berarti memimpin dengan keterlibatan batin. Membina hakim dengan kesungguhan, mengawasi dengan kepedulian, dan melayani publik dengan empati. Ketua Pengadilan Tinggi tidak sedang mengelola kantor biasa; ia sedang menjaga denyut keadilan di wilayahnya.

Dalam ruang pelantikan pagi tadi, saya merasakan bahwa Ketua MA tidak sedang memberi beban tambahan, melainkan sedang mengunci makna jabatan. Pesan autentik atas sebuah amanah. Bahwa tantangan terbesar peradilan hari ini bukan lagi soal sarana dan prasarana, tetapi soal menjaga kejernihan niat dan konsistensi etik.

Tiga pesan ini—rendah hati, hati-hati, dan sepenuh hati—jika dibaca bersama, membentuk satu kesatuan nilai kepemimpinan. Rendah hati menjaga relasi dengan masyarakat, kehati-hatian menjaga batas kewenangan, dan kesungguhan menjaga makna pengabdian.

Baca Juga  Di Balik Toga dan Palu: Smash Para Yang Mulia di Lapangan BSDK

Sebagai voor post Mahkamah Agung di daerah, para Ketua Pengadilan Tinggi yang baru dilantik hari itu tidak hanya membawa nama institusi, tetapi juga membawa harapan publik. Harapan bahwa keadilan tidak sekadar diputus, tetapi memiliki dampak.

Pelantikan pagi itu, bagi saya, bukan sekadar agenda struktural. Ia adalah momentum reflektif. Sebuah pengingat bahwa dalam kekuasaan kehakiman, yang paling berbahaya bukanlah kekurangan wewenang, melainkan lupa menjaga hati.

Keniscayaan, justru di situlah pesan Ketua Mahkamah Agung menemukan kedalamannya—bahwa peradilan yang agung selalu dimulai dari pimpinan yang tahu kapan harus merendah, kapan harus waspada, dan kapan harus benar-benar hadir sepenuh hati. Kesaksian saya pagi tadi menyimpulkan pesan singkat: 

Keadilan runtuh bukan karena kurang kuasa, tetapi karena hati yang lupa merunduk

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Ketua Mahkamah Agung Ketua Pengadilan Tingkat Banding Pelantikan Ketua Pengadilan Tinggi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Memprediksi Risiko di Masa Depan

4 February 2026 • 08:03 WIB

BPK Mulai Pemeriksaan Terinci Laporan Keuangan MA Tahun Anggaran 2025 di BSDK Kumdil

3 February 2026 • 22:06 WIB

Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung

3 February 2026 • 13:12 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

BPK Mulai Pemeriksaan Terinci Laporan Keuangan MA Tahun Anggaran 2025 di BSDK Kumdil

3 February 2026 • 22:06 WIB

Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati

3 February 2026 • 18:23 WIB

Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung

3 February 2026 • 13:12 WIB

Equilibrium Doctrine: Mencari Titik Tengah Keadilan dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025

3 February 2026 • 12:10 WIB
Don't Miss

Memprediksi Risiko di Masa Depan

By Ahmad Syahrus Sikti4 February 2026 • 08:03 WIB0

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dekat-dekat ini, bukan? Apakah akan ada oknum…

BPK Mulai Pemeriksaan Terinci Laporan Keuangan MA Tahun Anggaran 2025 di BSDK Kumdil

3 February 2026 • 22:06 WIB

Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati

3 February 2026 • 18:23 WIB

Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung

3 February 2026 • 13:12 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Memprediksi Risiko di Masa Depan
  • BPK Mulai Pemeriksaan Terinci Laporan Keuangan MA Tahun Anggaran 2025 di BSDK Kumdil
  • Rendah Hati, Hati-Hati, dan Sepenuh Hati
  • Ketua MA Lantik 18 KPT; Menegaskan Posisi PT sebagai Voor Post Mahkamah Agung
  • Equilibrium Doctrine: Mencari Titik Tengah Keadilan dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025

Recent Comments

No comments to show.
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com :  redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok
Filsafat Roman Satire Video
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Dr. Zulfahmi, S.H., M.Hum.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.