JAKARTA – Balairung Mahkamah Agung RI tampak berbeda pagi ini. Sinar matahari awal tahun 2026 menyelimuti gedung tertinggi bagi para pencari keadilan tersebut dengan suasana khidmat sekaligus meriah. Perhelatan Sidang Istimewa Laporan Tahunan (Laptah) Mahkamah Agung tahun ini tampil dengan sentuhan budaya yang kental.
Sejak pukul 07.30 WIB, area utama mulai dipadati oleh para undangan dari berbagai elemen. Hadir di antaranya pimpinan lembaga negara, jajaran pimpinan Mahkamah Agung RI, serta perwakilan pimpinan Mahkamah Agung dari negara-negara sahabat. Tak ketinggalan, hadir pula para hakim agung dan pimpinan pengadilan tingkat banding maupun pertama dari empat lingkungan peradilan di seluruh Indonesia.
Ada yang unik dalam penyambutan tamu tahun ini. Begitu melangkah memasuki selasar utama, para undangan disambut oleh alunan magis dari seperangkat instrumen Gamelan Jawa yang tertata rapi. Tabuhan saron, bonang, dan gong yang menggema menciptakan atmosfer tenang sekaligus berwibawa di tengah persiapan sidang yang sangat krusial.
Suasana semakin hangat ketika kelompok penabuh gamelan mulai memainkan lagu “Perahu Layar”. Alunan tembang ciptaan Ki Narto Sabdo tersebut memberikan energi positif bagi para hadirin. Pilihan lagu ini pun seolah menyimpan filosofi mendalam; sebagaimana liriknya yang mengajak untuk “bersenang-senang naik perahu”, momentum Laptah ini menjadi ajang bagi insan peradilan untuk menatap masa depan dengan optimisme, mengarungi bahtera keadilan menuju visi Peradilan yang Agung dan Modern.
Laporan Tahunan 2026 ini dijadwalkan memaparkan capaian kinerja Mahkamah Agung sepanjang tahun 2025, termasuk kematangan transformasi digital peradilan. Kehadiran musik tradisional ini membuktikan bahwa meskipun Mahkamah Agung terus bertransformasi menuju modernitas berbasis teknologi, akar budaya bangsa tetap dijunjung tinggi sebagai jati diri lembaga.
Hingga berita ini diturunkan, tamu-tamu VVIP terus berdatangan. Irama gamelan masih setia mengiringi langkah para “penjaga gerbang keadilan” menuju ruang sidang utama. Kesakralan acara semakin lengkap dengan kehadiran kelompok paduan suara yang mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara. Mereka melantunkan lagu-lagu daerah dari seluruh pelosok Indonesia, menambah kemegahan momentum pelaporan kinerja tahunan tertinggi di lingkungan peradilan Indonesia tersebut.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


