Jakarta, 9 Februari 2026 – Area Parkir Barat MARI
Gedung Mahkamah Agung kembali bertransformasi menjadi pusat inovasi hukum. Perhelatan Pameran Kampung Hukum 2026 resmi digelar selama dua hari, yakni pada 9 hingga 10 Februari, sebagai agenda rutin tahunan untuk mendekatkan institusi peradilan kepada masyarakat.
Pengunjung Kampung Hukum 2026 dapat menyaksikan langsung berbagai terobosan teknologi dan kebijakan unggulan. Sebanyak 30 partisipan, yang terdiri dari unit internal Mahkamah Agung hingga mitra eksternal, hadir mendemonstrasikan transformasi layanan publik yang kini semakin transparan dan akuntabel. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) yang mengusung tema “Futuristik Berbasis Teknologi Informasi, namun Tetap Humanis.”
Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Badan Peradilan Umum, Bapak Hasanudin, mengonfirmasi bahwa tema tahun ini menitikberatkan pada teknologi informasi yang berjiwa humanis. Beliau menjelaskan bahwa konsep ini tercermin dari berbagai inovasi unggulan yang menggunakan aplikasi canggih untuk memantau kinerja serta manajemen peradilan, baik terkait sumber daya manusia maupun pelayanan di seluruh satuan kerja (satker) di bawah naungan Ditjen Badilum.
Mendobrak Stigma Kaku
Dunia peradilan sering kali dipersepsikan sebagai institusi yang kaku, formal, dan penuh dengan tumpukan berkas fisik. Namun, pemandangan berbeda tampak di booth Ditjen Badilum tahun ini. Begitu mendekat, pengunjung disambut desain arsitektur booth dengan garis lengkung modern dan pencahayaan LED berwarna biru kristal serta putih bersih. Penggunaan material kaca transparan dan elemen metalik di sini bukan sekadar estetika, melainkan simbol dari transparansi hukum.
Konsep ini membawa pesan bahwa pengadilan masa depan tidak lagi tertutup. Ruang birokrasi yang gelap telah digantikan oleh sistem terbuka yang dapat dipantau secara real-time. Di dalam booth, teknologi menjadi jantung pelayanan melalui aplikasi canggih seperti Aplikasi Satu Jari, Aplikasi Perkusi, Tamu Virtual Online, Lentera, dan inovasi lainnya guna mewujudkan visi Badan Peradilan yang Agung.
Teknologi untuk Manusia
Meski dipenuhi kecanggihan, Ditjen Badilum tidak melupakan elemen terpenting: manusia. Konsep humanis ditekankan pada aksesibilitas bagi semua kalangan. Hal ini tecermin dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan layanan bagi masyarakat marginal melalui Pos Bakum (Pos Bantuan Hukum), sidang keliling, dan sidang prodeo.
Selain itu, booth ini menunjukkan komitmen terhadap kelompok berkebutuhan khusus melalui peningkatan sarana prasarana dan pelatihan khusus bagi petugas agar lebih ramah disabilitas. Pengunjung dapat memperoleh informasi mendalam mengenai sejauh mana sisi humanis dijalankan dalam praktik peradilan sehari-hari.
Sisi literasi juga diperkuat melalui kehadiran Dandapala yang tersedia dalam format cetak maupun digital, serta pengembangan kapasitas SDM melalui program Badilum Learning Center. Menariknya, semua kecanggihan ini dijelaskan oleh petugas booth dengan bahasa yang membumi, komunikatif, dan tidak mengintimidasi rakyat awam.
Visi Masa Depan
Pemanfaatan teknologi informasi di booth ini menjadi pengingat bahwa teknologi adalah alat, sementara keadilan adalah hak asasi. Modernisasi yang dilakukan tidak akan menghilangkan “jiwa” dari pelayanan hukum, melainkan memperkuatnya agar lebih cepat, tepat, dan dekat dengan masyarakat.
Transformasi ini merupakan cerminan nyata dari visi besar Mahkamah Agung untuk memodernisasi sistem peradilan nasional. Dengan mengintegrasikan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan dan digitalisasi layanan, Ditjen Badilum berupaya meruntuhkan sekat birokrasi yang lamban. Langkah ini menjadi bukti konkret bahwa peradilan Indonesia tengah bertransformasi menjadi lembaga yang lebih progresif, efisien, dan siap menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan fondasi kemanusiaan dan empati bagi seluruh lapisan warga negara.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


