Keikutsertaan Komisi Yudisial dalam Pameran Kampung Hukum Mahkamah Agung 2026 menjadi bagian penting dari upaya edukasi publik mengenai peran dan fungsi pengawasan hakim. Melalui kehadiran booth khusus, KY memperkenalkan wajah kelembagaannya secara lebih dekat, komunikatif, dan membumi kepada masyarakat.
Menurut pihak Humas KY, Festy Rahma menyampaikan bahwa dalam pameran ini, KY mengusung tema “Nusantara” dengan sentuhan khas Betawi, menghadirkan suasana yang akrab dan ramah bagi pengunjung. Pendekatan kultural tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa pengawasan peradilan bukan sesuatu yang jauh dan formal semata, melainkan bagian dari kehidupan publik yang dapat dipahami bersama.
Berbagai produk dan materi ditampilkan di booth KY, mulai dari profil Pimpinan dan Anggota KY periode 2025–2030, video profil kelembagaan KY, hingga video pengenalan Penghubung KY di daerah. Pengunjung juga dapat mengakses beragam buku publikasi terbitan KY, seperti majalah, jurnal, dan bunga rampai yang memuat gagasan serta kerja-kerja pengawasan peradilan.
Selain itu, KY turut menampilkan konten media sosial, Wall of Hope Peradilan Bersih, serta berbagai games edukatif yang memperkenalkan fungsi dan kewenangan KY secara interaktif. Tidak ketinggalan, sajian jajanan tradisional ala KY menjadi daya tarik tersendiri yang membuat booth KY ramai sejak pagi hari.
Antusiasme pengunjung pada hari pertama pameran terbilang tinggi. Banyak pengunjung yang singgah untuk menikmati jajanan tradisional sambil berdialog mengenai peran KY dalam menjaga kehormatan dan perilaku hakim. Pertanyaan seputar mekanisme pengaduan masyarakat dan fungsi pengawasan hakim menjadi topik yang paling sering muncul.
Salah satu momen paling menarik terjadi saat games edukasi berbasis Kahoot digelar. Interaksi yang cair dan kompetitif, ditambah hadiah merchandise menarik dari KY, membuat pengunjung terlibat aktif sekaligus belajar tentang kelembagaan KY dengan cara yang menyenangkan.
Dari sisi penyelenggara, KY menilai Pameran Kampung Hukum sebagai ajang penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Mahkamah Agung serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran KY dipandang sebagai bagian dari ekosistem bersama dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan akuntabel.

Meski sempat diguyur hujan pada pagi hari, suasana pameran justru semakin meriah menjelang siang hingga sore. Rangkaian acara hiburan turut menambah semarak Kampung Hukum, sekaligus memperluas jangkauan edukasi hukum kepada pengunjung.
KY juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pameran Kampung Hukum yang dinilai sudah berjalan dengan baik. Ke depan, KY berharap jumlah pengunjung dari luar lingkungan Mahkamah Agung dapat semakin meningkat, sehingga Kampung Hukum benar-benar menjadi media publik untuk mengenalkan kelembagaan dan fungsi pengawasan hakim kepada masyarakat luas.
Sejalan dengan itu, Abhan, Komisioner Komisi Yudisial Bidang Pengawasan Hakim, menegaskan bahwa Kampung Hukum merupakan salah satu wujud nyata sinergitas antara KY dan Mahkamah Agung. Kolaborasi ini dipandang penting dalam upaya mewujudkan peradilan yang bersih, berintegritas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peradilan di Indonesia.
Melalui Kampung Hukum, KY menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan publik. Pengawasan peradilan tidak hanya dijalankan secara internal, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya kolektif menjaga marwah peradilan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


