Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar Laporan Tahunan sebagai forum pertanggungjawaban kinerja lembaga peradilan sekaligus ruang refleksi institusional atas perjalanan peradilan sepanjang tahun sebelumnya. Agenda tahunan yang digelar pada tanggal 10 Februari 2026 kembali menegaskan komitmen Mahkamah Agung dalam menjaga akuntabilitas, integritas, serta arah pembaruan peradilan di Indonesia.
Laporan Tahunan yang digelar di Gedung Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara Jakarta ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia merupakan momentum konstitusional bagi Mahkamah Agung untuk menyampaikan capaian, tantangan, serta strategi ke depan dalam menjawab dinamika penegakan hukum dan tuntutan keadilan masyarakat yang terus berkembang. Di forum inilah wajah peradilan dipertanggungjawabkan secara terbuka—baik kepada negara maupun kepada rakyat.
Dalam Laporan Tahunan, Mahkamah Agung memaparkan kinerja peradilan secara menyeluruh, mulai dari penanganan perkara, beban kerja hakim, inovasi pelayanan, hingga berbagai langkah reformasi yang telah dan akan ditempuh. Data dan paparan tersebut bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin tentang bagaimana peradilan bekerja, mengambil keputusan, dan menjaga kepercayaan publik.
Tema Laporan Tahunan Mahkamah Agung tahun 2026, “Pengadilan Terpercaya, Rakyat Sejahtera,” menghadirkan pesan yang kuat dan substantif. Tema ini menegaskan hubungan langsung antara kepercayaan publik terhadap pengadilan dengan kesejahteraan masyarakat. Pengadilan yang dipercaya melahirkan kepastian hukum; kepastian hukum menciptakan rasa aman; dan dari rasa aman itulah kesejahteraan rakyat dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kepercayaan publik terhadap pengadilan tidak dibangun oleh retorika, melainkan oleh integritas personal aparat peradilan, profesionalitas dalam memeriksa dan memutus perkara, serta konsistensi sikap institusional dalam menegakkan hukum secara adil. Dalam konteks inilah Laporan Tahunan menjadi ruang refleksi bersama: sejauh mana pengadilan telah menjaga marwahnya dan sejauh mana kehadirannya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pencari keadilan.
Rangkaian kegiatan Laporan Tahunan tahun ini diawali dengan pembukaan Pameran Kampung Hukum sebagai kegiatan pra-Laptah. Kampung Hukum yang digelar hari ini, 09 Februari 2026 menjadi simbol penting dari tema besar tersebut—bahwa peradilan tidak berdiri jauh di menara gading, tetapi hadir di ruang publik, membuka diri, dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Melalui Kampung Hukum, wajah peradilan ditampilkan secara lebih membumi: melayani, menjelaskan, dan mengedukasi.
Penyandingan antara forum Laporan Tahunan dan Pameran Kampung Hukum menunjukkan bahwa Mahkamah Agung tidak hanya berbicara ke dalam melalui laporan kinerja, tetapi juga membuka diri ke luar melalui ruang edukasi dan dialog publik. Peradilan tidak berhenti pada ruang sidang dan putusan, melainkan hadir sebagai institusi yang dapat dipahami, diakses, dan diawasi oleh masyarakat.
Bagi internal peradilan, Laporan Tahunan merupakan pengingat bahwa kepercayaan publik dibangun melalui kerja sunyi yang konsisten, keputusan yang berintegritas, serta keberanian untuk terus berbenah. Setiap capaian selalu disertai catatan, dan setiap kemajuan menyimpan tanggung jawab moral yang lebih besar.
Melalui Laporan Tahunan ini, Mahkamah Agung kembali menegaskan arah peradilan ke depan: peradilan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perubahan, serta berpijak pada nilai keadilan substantif. Refleksi kinerja bukan untuk berhenti, melainkan untuk melangkah lebih jernih.
Liputan khusus suarabsdk atas Laporan Tahunan Mahkamah Agung dan Pameran Kampung Hukum akan terus mengawal pesan-pesan penting dari forum ini—merekam maknanya, menguraikan implikasinya, dan menempatkannya dalam konteks pembaruan peradilan yang berkelanjutan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


