Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Selaraskah Aspek Hukum Dispensasi Kawin di Indonesia dengan Hukum Internasional?

October 7, 2026

Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama

October 7, 2026

Praperadilan dan Batas Kekuasaan

October 7, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global

Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global

Syamsul AriefBy Syamsul AriefFebruary 10, 2026 · 09:28 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jamuan makan malam itu dimulai dengan suasana yang hangat dan bersahaja. Para hakim dan pimpinan peradilan dari berbagai negara duduk dalam satu ruang, tanpa sekat protokol yang kaku. Di meja-meja itulah, peradilan Indonesia berjumpa dengan dunia—tidak dalam forum resmi, melainkan dalam percakapan yang lebih manusiawi.

Ketika Ketua Mahkamah Agung menyerahkan keris Jawa sebagai cendera mata, suasana sejenak hening. Keris itu menarik perhatian, bukan semata karena bentuknya, tetapi karena maknanya. Ia menjadi pintu masuk—sebuah isyarat bahwa Indonesia memilih berbicara dengan dunia melalui simbol nilai, bukan sekadar bahasa formal.

Namun malam itu tidak berhenti pada simbol. Keris justru membuka ruang dialog yang lebih luas. Percakapan bergerak dari budaya menuju substansi: bagaimana peradilan Indonesia menghadapi tantangan zaman, dan bagaimana pengalaman itu dipertukarkan dengan para hakim dari negara lain.

Saya satu meja dengan delegasi dari Singapura dan Malaysia. Topik pertama yang muncul adalah kejahatan narkotika lintas negara. “Transnational narcotics crime is no longer an isolated issue,” kata salah satu delegasi. Saya mengangguk—ini masalah kawasan. Hakim Agung Malaysia, Dato’ Mohd Arief Imran Arifin, yang pernah mengadili puluhan ton heroin di negaranya, berkata dengan nada serius, “This is a regional problem. No country can deal with it alone.” Pengalamannya memberi bobot tersendiri pada diskusi kami.

Kami—kebetulan sama-sama bernama Arief dan sama-sama berusia 50 tahun—tersenyum saat menyadari kesamaan itu. Namun diskusi segera kembali serius. Kami sepakat bahwa modus narkotika hari ini telah berubah: bukan lagi produk jadi, tetapi bahan baku yang diselundupkan lalu diproduksi di dalam negeri. “It’s no longer about finished products,” saya sampaikan. “The raw materials are smuggled in, and the production happens domestically,” ujar saya.

Percakapan kemudian disambung oleh Hakim Pengadilan Banding Singapura, Hri Kumar Nair. Ia menyoroti online gambling dan scamming yang marak di kawasan. “These crimes have claimed many victims across the region,” katanya. “Preventive cooperation is necessary.” Saya menimpali bahwa scamming sering beririsan dengan perdagangan orang. “Many workers in scam operations are actually victims of human trafficking,” saya katakan.

Diskusi itu terasa sangat nyata—bukan teori, tetapi pengalaman lapangan. Tidak ada presentasi. Tidak ada slide. Semua mengalir. Saya merasakan bahwa suasana informal justru membuat diskusi menjadi jujur dan setara. “This kind of conversation rarely happens in formal meetings,” celetuk salah satu delegasi sambil tersenyum.

Percakapan-percakapan itu berlangsung tanpa podium dan tanpa naskah. Justru dalam suasana informal itulah diskursus menjadi lebih jujur dan setara. Tidak ada yang merasa sedang menggurui atau digurui. Yang ada adalah saling belajar dari konteks masing-masing negara. Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa isu domestik—teknologi peradilan, keamanan hakim, pembaruan KUHAP, kejahatan transnasional—sejatinya adalah bagian dari percakapan global.

Baca Juga  WKPT Palangka raya Muhammad Damis Paparkan Rincian Transisi KUHAP dan KUHP Baru di Sosialisasi KUHP dan KUHAP di PT Palangkaraya

Saya masih ingat detail kecil yang membekas: hidangan utama daging panggang, oatmeal, dan es krim. “Simple dinner, deep conversation,” kata seorang delegasi sambil tertawa kecil. Saya sepakat—kadang diplomasi terbaik justru lahir dari kesederhanaan.

Di meja seberang, saya juga berbincang dengan delegasi Korea Selatan bersama Tuaka Pembinaan YM Syamsul Ma’arief, Ph.D. Mereka menyampaikan pesan dari Ketua Mahkamah Agung Korea Selatan. “In September 2026, we would like to invite the Chief Justice of Indonesia to Korea,” ujar mereka. Sebuah undangan yang terasa tulus dan strategis.

Sebuah isyarat nyata bahwa dialog malam itu berlanjut menjadi kerja sama konkret. Bagi saya, undangan tersebut menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak berhenti pada seremoni, melainkan bergerak ke jejaring berkelanjutan antarlembaga peradilan.

Pertemuan semalam menghadirkan kesadaran bagi saya bahwa inilah esensi judicial diplomacy yang sesungguhnya. Bukan hanya pertemuan resmi antarlembaga, tetapi pertukaran pengalaman konkret tentang bagaimana hukum bekerja di dunia nyata—di ruang sidang, di balik layar administrasi, dan di tengah ekspektasi publik.

Keris yang tadi menjadi pusat perhatian perlahan bergeser ke pinggir meja, tetapi maknanya tetap hadir. Ia menjadi pengingat bahwa di balik teknologi, regulasi, dan reformasi kelembagaan, peradilan tetap membutuhkan nilai-nilai dasar: kehati-hatian, integritas, dan kebijaksanaan.

Para delegasi juga berbagi tantangan yang mereka hadapi di negara masing-masing: digitalisasi yang cepat, ekspektasi masyarakat yang tinggi, hingga tekanan politik terhadap lembaga peradilan. Dalam dialog itu, Indonesia tidak tampil sebagai negara yang sempurna, tetapi sebagai mitra yang terbuka untuk belajar dan berbagi.

Pada titik inilah saya menangkap makna penting dari sambutan Ketua Mahkamah Agung malam itu. Pidato beliau tidak dibangun dengan retorika besar, tetapi dengan nada rendah hati—sebuah pengakuan bahwa peradilan Indonesia terus berproses, belajar, dan membenahi diri di tengah sorotan publik nasional maupun internasional.

Ketua Mahkamah Agung berbicara tentang keterbukaan, akuntabilitas, dan integritas bukan sebagai slogan, melainkan sebagai komitmen institusional. Di hadapan para hakim dunia, Indonesia menyampaikan pesan yang jujur: bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama peradilan, dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat melalui integritas yang konsisten.

Bagi saya, inilah momen ketika peradilan Indonesia benar-benar berbicara di kancah global. Bukan dengan klaim keunggulan, melainkan dengan keberanian untuk menyampaikan nilai dan arah. Indonesia hadir sebagai bagian dari komunitas peradilan dunia yang sama-sama berjuang menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Membangun Peradilan yang Responsif terhadap TPPO: Kontribusi Strategis BSDK Mahkamah Agung dalam Perencanaan ASEAN-ACT

Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa agenda besar peradilan—pembersihan dari korupsi, penguatan pengawasan hakim, dan pemanfaatan teknologi—bukan hanya isu domestik, melainkan bagian dari percakapan global tentang masa depan keadilan.

Saya melihat bagaimana para delegasi menyimak sambutan Ketua MA dengan penuh perhatian. Ada ketertarikan, ada empati, dan ada rasa saling memahami bahwa menjaga marwah peradilan adalah pekerjaan berat di mana pun negara itu berada.

Bagi saya pribadi, jamuan ini menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak sedang mencari pengakuan, tetapi menawarkan kemitraan nilai. Sebuah ajakan untuk berjalan bersama menuju peradilan yang bersih, berintegritas, dan dipercaya publik. Keris yang diberikan malam itu mungkin akan disimpan sebagai cendera mata. Namun percakapan tentang narkotika lintas negara, scamming, perdagangan orang, dan kerja sama preventif—itulah yang dibawa pulang.

Mungkin inilah makna terdalam dari diplomasi keris. Ia bukan tujuan akhir, melainkan jalan masuk. Dari simbol budaya, peradilan Indonesia melangkah ke dialog global—tentang bagaimana keadilan dijaga, integritas dipertahankan, dan kepercayaan publik dirawat di tengah dunia yang terus berubah.

Daftar Nama Yang Mulia Para Pimpinan Mahkamah Agung Negara-Negara Sahabat, yang hadir pada Laptah MA 2026 yaitu:

  1. Ketua Mahkamah Agung TIMOR LESTE, Yang Mulia Afonso Carmona, beserta delegasi;
  2. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung/Wakil Menteri Kehakiman Kerajaan ARAB SAUDI, Yang Mulia Dr. Najem Abdullah Muhammad al-Zaid, beserta delegasi;
  3. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung Negara QATAR, Yang Mulia Ahmad Mohammad Al-Mansouri, beserta delegasi;
  4. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Demokratik Rakyat LAOS, Yang Mulia Bounkhouang THAVISACK, beserta delegasi;
  5. Wakil Ketua Mahkamah Agung Federal Circuit and Family Court of AUSTRALIA, Yang Mulia Justice Suzanne Christie, beserta delegasi;
  6. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Islam IRAN, Yang Mulia Naser Seraj, beserta delegasi;
  7. Hakim Agung/Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Rakyat CHINA, Yang Mulia Mr. WANG Bin, beserta delegasi;
  8. Hakim Agung Dewan Peradilan Agung Negara KUWAIT, Yang Mulia Khaled Ali Utsman Yusuf Ahmad Utsman, beserta delegasi;
  9. Hakim Agung Mahkamah Agung SINGAPURA, Yang Mulia Hri Kumar Nair, beserta delegasi;
  10. Hakim Agung Mahkamah Agung MALAYSIA, Yang Mulia Dato’ Indera Mohd Arief Emran Bin Arifin;
  11. Hakim Agung Mahkamah Agung KOREA SELATAN, Yang Mulia Justice Chun Dae-yup, beserta delegasi; serta
  12. Yang Mulia Para Delegasi dari Jabatan Kehakiman Syariah Sarawak, MALAYSIA;

“Kadang, peradilan berbicara paling jujur justru saat ia memilih untuk rendah hati.”

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Hakim Agung Kamar Pidana & Plt. Kepala BSDK MA

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama

October 7, 2026

Dari Akses, Eksekusi hingga HAM

October 7, 2026

Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

October 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,526 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Selaraskah Aspek Hukum Dispensasi Kawin di Indonesia dengan Hukum Internasional?

By Abdul Azis Ali RamdlaniOctober 7, 20260

Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin hingga hari ketiga ini, Rabu, 7 Oktober 2026, masih berlangsung…

Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama

October 7, 2026

Praperadilan dan Batas Kekuasaan

October 7, 2026

Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama

October 7, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Selaraskah Aspek Hukum Dispensasi Kawin di Indonesia dengan Hukum Internasional?
  • Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama
  • Praperadilan dan Batas Kekuasaan
  • Dispensasi Kawin Sebagai Ultimum Remedium: Wewenang Dan Paradigma Hakim Peradilan Agama
  • Dari Akses, Eksekusi hingga HAM

Recent Comments

  1. indarka pp on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Anton Yikwa on Penganugerahan Lomba Layanan Pengadilan Tahun 2026: Membangun Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  3. Syihabuddin on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  4. Tomas on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  5. Nancy on “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wisnu Indradi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.