Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kanwil DJP Sumatera Utara I: Sengketa Pajak Perlu Diklasifikasi untuk Jaga Kepastian Fiskal

12 May 2026 • 18:03 WIB

PT TUN Medan Dorong Integrasi Pengadilan Pajak Diikuti Sertifikasi Hakim dan Modernisasi Perkara

12 May 2026 • 17:25 WIB

Peradilan Militer Bukan Panggung Sandiwara: Menegakkan Keadilan di Balik Seragam Kehormatan

12 May 2026 • 11:26 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global
Berita Features

Diplomasi Keris: Dari Simbol Budaya ke Percakapan Peradilan Global

Syamsul AriefSyamsul Arief10 February 2026 • 09:28 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jamuan makan malam itu dimulai dengan suasana yang hangat dan bersahaja. Para hakim dan pimpinan peradilan dari berbagai negara duduk dalam satu ruang, tanpa sekat protokol yang kaku. Di meja-meja itulah, peradilan Indonesia berjumpa dengan dunia—tidak dalam forum resmi, melainkan dalam percakapan yang lebih manusiawi.

Ketika Ketua Mahkamah Agung menyerahkan keris Jawa sebagai cendera mata, suasana sejenak hening. Keris itu menarik perhatian, bukan semata karena bentuknya, tetapi karena maknanya. Ia menjadi pintu masuk—sebuah isyarat bahwa Indonesia memilih berbicara dengan dunia melalui simbol nilai, bukan sekadar bahasa formal.

Namun malam itu tidak berhenti pada simbol. Keris justru membuka ruang dialog yang lebih luas. Percakapan bergerak dari budaya menuju substansi: bagaimana peradilan Indonesia menghadapi tantangan zaman, dan bagaimana pengalaman itu dipertukarkan dengan para hakim dari negara lain.

Saya satu meja dengan delegasi dari Singapura dan Malaysia. Topik pertama yang muncul adalah kejahatan narkotika lintas negara. “Transnational narcotics crime is no longer an isolated issue,” kata salah satu delegasi. Saya mengangguk—ini masalah kawasan. Hakim Agung Malaysia, Dato’ Mohd Arief Imran Arifin, yang pernah mengadili puluhan ton heroin di negaranya, berkata dengan nada serius, “This is a regional problem. No country can deal with it alone.” Pengalamannya memberi bobot tersendiri pada diskusi kami.

Kami—kebetulan sama-sama bernama Arief dan sama-sama berusia 50 tahun—tersenyum saat menyadari kesamaan itu. Namun diskusi segera kembali serius. Kami sepakat bahwa modus narkotika hari ini telah berubah: bukan lagi produk jadi, tetapi bahan baku yang diselundupkan lalu diproduksi di dalam negeri. “It’s no longer about finished products,” saya sampaikan. “The raw materials are smuggled in, and the production happens domestically,” ujar saya.

Percakapan kemudian disambung oleh Hakim Pengadilan Banding Singapura, Hri Kumar Nair. Ia menyoroti online gambling dan scamming yang marak di kawasan. “These crimes have claimed many victims across the region,” katanya. “Preventive cooperation is necessary.” Saya menimpali bahwa scamming sering beririsan dengan perdagangan orang. “Many workers in scam operations are actually victims of human trafficking,” saya katakan.

Diskusi itu terasa sangat nyata—bukan teori, tetapi pengalaman lapangan. Tidak ada presentasi. Tidak ada slide. Semua mengalir. Saya merasakan bahwa suasana informal justru membuat diskusi menjadi jujur dan setara. “This kind of conversation rarely happens in formal meetings,” celetuk salah satu delegasi sambil tersenyum.

Percakapan-percakapan itu berlangsung tanpa podium dan tanpa naskah. Justru dalam suasana informal itulah diskursus menjadi lebih jujur dan setara. Tidak ada yang merasa sedang menggurui atau digurui. Yang ada adalah saling belajar dari konteks masing-masing negara. Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa isu domestik—teknologi peradilan, keamanan hakim, pembaruan KUHAP, kejahatan transnasional—sejatinya adalah bagian dari percakapan global.

Baca Juga  Instruksi Ketua PN Karawang: Perkuat Pakta Integritas, Wujudkan Layanan Peradilan Bersih

Saya masih ingat detail kecil yang membekas: hidangan utama daging panggang, oatmeal, dan es krim. “Simple dinner, deep conversation,” kata seorang delegasi sambil tertawa kecil. Saya sepakat—kadang diplomasi terbaik justru lahir dari kesederhanaan.

Di meja seberang, saya juga berbincang dengan delegasi Korea Selatan bersama Tuaka Pembinaan YM Syamsul Ma’arief, Ph.D. Mereka menyampaikan pesan dari Ketua Mahkamah Agung Korea Selatan. “In September 2026, we would like to invite the Chief Justice of Indonesia to Korea,” ujar mereka. Sebuah undangan yang terasa tulus dan strategis.

Sebuah isyarat nyata bahwa dialog malam itu berlanjut menjadi kerja sama konkret. Bagi saya, undangan tersebut menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak berhenti pada seremoni, melainkan bergerak ke jejaring berkelanjutan antarlembaga peradilan.

Pertemuan semalam menghadirkan kesadaran bagi saya bahwa inilah esensi judicial diplomacy yang sesungguhnya. Bukan hanya pertemuan resmi antarlembaga, tetapi pertukaran pengalaman konkret tentang bagaimana hukum bekerja di dunia nyata—di ruang sidang, di balik layar administrasi, dan di tengah ekspektasi publik.

Keris yang tadi menjadi pusat perhatian perlahan bergeser ke pinggir meja, tetapi maknanya tetap hadir. Ia menjadi pengingat bahwa di balik teknologi, regulasi, dan reformasi kelembagaan, peradilan tetap membutuhkan nilai-nilai dasar: kehati-hatian, integritas, dan kebijaksanaan.

Para delegasi juga berbagi tantangan yang mereka hadapi di negara masing-masing: digitalisasi yang cepat, ekspektasi masyarakat yang tinggi, hingga tekanan politik terhadap lembaga peradilan. Dalam dialog itu, Indonesia tidak tampil sebagai negara yang sempurna, tetapi sebagai mitra yang terbuka untuk belajar dan berbagi.

Pada titik inilah saya menangkap makna penting dari sambutan Ketua Mahkamah Agung malam itu. Pidato beliau tidak dibangun dengan retorika besar, tetapi dengan nada rendah hati—sebuah pengakuan bahwa peradilan Indonesia terus berproses, belajar, dan membenahi diri di tengah sorotan publik nasional maupun internasional.

Ketua Mahkamah Agung berbicara tentang keterbukaan, akuntabilitas, dan integritas bukan sebagai slogan, melainkan sebagai komitmen institusional. Di hadapan para hakim dunia, Indonesia menyampaikan pesan yang jujur: bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama peradilan, dan kepercayaan itu hanya bisa dirawat melalui integritas yang konsisten.

Bagi saya, inilah momen ketika peradilan Indonesia benar-benar berbicara di kancah global. Bukan dengan klaim keunggulan, melainkan dengan keberanian untuk menyampaikan nilai dan arah. Indonesia hadir sebagai bagian dari komunitas peradilan dunia yang sama-sama berjuang menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga  Merawat Keadilan di Garda Terakhir

Jamuan malam itu memperlihatkan bahwa agenda besar peradilan—pembersihan dari korupsi, penguatan pengawasan hakim, dan pemanfaatan teknologi—bukan hanya isu domestik, melainkan bagian dari percakapan global tentang masa depan keadilan.

Saya melihat bagaimana para delegasi menyimak sambutan Ketua MA dengan penuh perhatian. Ada ketertarikan, ada empati, dan ada rasa saling memahami bahwa menjaga marwah peradilan adalah pekerjaan berat di mana pun negara itu berada.

Bagi saya pribadi, jamuan ini menegaskan bahwa diplomasi peradilan Indonesia tidak sedang mencari pengakuan, tetapi menawarkan kemitraan nilai. Sebuah ajakan untuk berjalan bersama menuju peradilan yang bersih, berintegritas, dan dipercaya publik. Keris yang diberikan malam itu mungkin akan disimpan sebagai cendera mata. Namun percakapan tentang narkotika lintas negara, scamming, perdagangan orang, dan kerja sama preventif—itulah yang dibawa pulang.

Mungkin inilah makna terdalam dari diplomasi keris. Ia bukan tujuan akhir, melainkan jalan masuk. Dari simbol budaya, peradilan Indonesia melangkah ke dialog global—tentang bagaimana keadilan dijaga, integritas dipertahankan, dan kepercayaan publik dirawat di tengah dunia yang terus berubah.

Daftar Nama Yang Mulia Para Pimpinan Mahkamah Agung Negara-Negara Sahabat, yang hadir pada Laptah MA 2026 yaitu:

  1. Ketua Mahkamah Agung TIMOR LESTE, Yang Mulia Afonso Carmona, beserta delegasi;
  2. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung/Wakil Menteri Kehakiman Kerajaan ARAB SAUDI, Yang Mulia Dr. Najem Abdullah Muhammad al-Zaid, beserta delegasi;
  3. Wakil Ketua Dewan Peradilan Agung Negara QATAR, Yang Mulia Ahmad Mohammad Al-Mansouri, beserta delegasi;
  4. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Demokratik Rakyat LAOS, Yang Mulia Bounkhouang THAVISACK, beserta delegasi;
  5. Wakil Ketua Mahkamah Agung Federal Circuit and Family Court of AUSTRALIA, Yang Mulia Justice Suzanne Christie, beserta delegasi;
  6. Wakil Ketua Mahkamah Agung Republik Islam IRAN, Yang Mulia Naser Seraj, beserta delegasi;
  7. Hakim Agung/Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Rakyat CHINA, Yang Mulia Mr. WANG Bin, beserta delegasi;
  8. Hakim Agung Dewan Peradilan Agung Negara KUWAIT, Yang Mulia Khaled Ali Utsman Yusuf Ahmad Utsman, beserta delegasi;
  9. Hakim Agung Mahkamah Agung SINGAPURA, Yang Mulia Hri Kumar Nair, beserta delegasi;
  10. Hakim Agung Mahkamah Agung MALAYSIA, Yang Mulia Dato’ Indera Mohd Arief Emran Bin Arifin;
  11. Hakim Agung Mahkamah Agung KOREA SELATAN, Yang Mulia Justice Chun Dae-yup, beserta delegasi; serta
  12. Yang Mulia Para Delegasi dari Jabatan Kehakiman Syariah Sarawak, MALAYSIA;

“Kadang, peradilan berbicara paling jujur justru saat ia memilih untuk rendah hati.”

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Kepala Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kanwil DJP Sumatera Utara I: Sengketa Pajak Perlu Diklasifikasi untuk Jaga Kepastian Fiskal

12 May 2026 • 18:03 WIB

PT TUN Medan Dorong Integrasi Pengadilan Pajak Diikuti Sertifikasi Hakim dan Modernisasi Perkara

12 May 2026 • 17:25 WIB

PTA Palembang Lari Sprint Digitalisasi Pengawasan Lewat SINERGI BINWAS : Perkuat Pilar SDM dan Teknologi Informasi Program Prioritas Badilag 2026

12 May 2026 • 08:54 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

Kanwil DJP Sumatera Utara I: Sengketa Pajak Perlu Diklasifikasi untuk Jaga Kepastian Fiskal

By Marulam J Sembiring12 May 2026 • 18:03 WIB0

Medan — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Utara I menilai penyelesaian sengketa pajak ke…

PT TUN Medan Dorong Integrasi Pengadilan Pajak Diikuti Sertifikasi Hakim dan Modernisasi Perkara

12 May 2026 • 17:25 WIB

Peradilan Militer Bukan Panggung Sandiwara: Menegakkan Keadilan di Balik Seragam Kehormatan

12 May 2026 • 11:26 WIB

Menjaga Kepentingan Negara dan Perlindungan Konsumen di Tengah Dinamika Hukum Modern: Catatan Temu Wicara Mahkamah Agung, OJK dan Bank Indonesia di Batam

12 May 2026 • 11:19 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kanwil DJP Sumatera Utara I: Sengketa Pajak Perlu Diklasifikasi untuk Jaga Kepastian Fiskal
  • PT TUN Medan Dorong Integrasi Pengadilan Pajak Diikuti Sertifikasi Hakim dan Modernisasi Perkara
  • Peradilan Militer Bukan Panggung Sandiwara: Menegakkan Keadilan di Balik Seragam Kehormatan
  • Menjaga Kepentingan Negara dan Perlindungan Konsumen di Tengah Dinamika Hukum Modern: Catatan Temu Wicara Mahkamah Agung, OJK dan Bank Indonesia di Batam
  • “Redemption Song”, Temu Wicara MA-BI-OJK

Recent Comments

  1. semaglutide dosage for weight loss in ml on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. dapoxetine vs cialis on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  3. dapoxetine in kuwait on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  4. mesalamine otc alternatives on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  5. revatio coupon on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.