Author: Abdul Azis Ali Ramdlani

Avatar photo

Hakim Pengadilan Agama Sumbawa Besar

Megamendung, Jumat, 9 Oktober 2026 – Udara segar dan suasana tenang melingkupi area pusat pelatihan. Suasana yang mantap dan tertata rapi mengisyaratkan bahwa sebuah agenda penting dalam rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Yudisial Dispensasi Kawin sedang memasuki babak pamungkasnya. Para peserta, yang terdiri dari para pengabdi hukum dan penegak keadilan di lingkungan peradilan agama yang berjumlah 41 orang, hadir dengan semangat penuh. Masing-masing peserta telah siap menghadapi momen puncak yang telah dipersiapkan selama satu pekan terakhir. Agenda utama yang menjadi fokus utama pada Jumat pagi tersebut adalah ujian akhir penyusunan penetapan. Sebuah proses evaluasi kritis yang akan menguji sejauh…

Read More

Megamendung, 8 Oktober 2026, Menginjak siang hingga sore hari, dinamika pelatihan bergeser ke sesi yang paling ditunggu sekaligus menguras energi, yaitu tugas kelompok bedah contoh kasus dispensasi kawin. Di sesi ini, teori yang diterima sejak pagi langsung diuji lewat studi kasus riil yang penuh nuansa dan dilema hukum. Untuk menjaga efektivitas diskusi, para peserta dibagi ke dalam 3 kelompok kerja. Masing-masing kelompok didampingi oleh fasilitator yang ahli di bidangnya: Di bawah bimbingan para fasilitator, ruang-ruang diskusi menjadi sangat hidup. Masing-masing kelompok membedah berkas kasus, menganalisis fakta persidangan, hingga merumuskan pertimbangan hukum yang komprehensif. Proses bedah kasus ini menuntut ketelitian tinggi,…

Read More

Megamendung – Udara sejuk sekitaran kawasan Bogor, kembali menjadi saksi semangat para peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin. Pada Kamis, 8 Oktober 2026, pelatihan resmi memasuki hari keempat. Suasana kelas terasa semakin hangat karena materi yang dibahas kian menyentuh aspek praktis yang krusial. Momen pembelajaran hari ini merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh Penulis secara personal karena materi kali ini dipandu langsung oleh Dr. Drs. Cik Basir, S.H., M.H. Serasa nostalgia, cuplikan memori terasa baru kembali, akhirnya aktivitas mentor-mentee saat menjadi calon hakim dahulu (2018-2020) terulang kembali pada diklat ini. Bedanya, sang mentor kini telah menjadi Hakim Tinggi Yustisial (Widyaiswara) di…

Read More

Megamendung, 7 Oktober 2026 – Semangat para peserta Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin bagi Hakim Tingkat Pertama di Lingkungan Peradilan Agama tampak belum surut sedikit pun. Pada hari ketiga pembelajaran, Rabu (07/10/2026), para hakim peradilan agama ini kembali mengikuti sesi materi kedua mengenai Hukum Acara Dispensasi Kawin I. Kegiatan yang berlangsung hangat ini dibawakan langsung oleh Dr. Fitriyel Hanif, S.Ag., M.Ag., Hakim Yustisial BSDK Mahkamah Agung RI. Sejak awal dimulainya acara, suasana ruang kelas langsung dinamis ketika pemateri melontarkan pertanyaan pemantik yang memancing pemikiran kritis para peserta. Pertanyaan ini membuka wawasan awal seputar Hukum Acara Dispensasi Kawin. Acara kemudian dilanjutkan…

Read More

Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin hingga hari ketiga ini, Rabu, 7 Oktober 2026, masih berlangsung lancar dan diikuti antusias oleh para peserta diklat. Para peserta diklat berkesempatan untuk memperoleh materi dari Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb. Hakim Tinggi Yustisial BSDK Mahkamah Agung RI, yang notabene merupakan penulis dan praktisi handal di bidang Hukum Perlindungan Anak Internasional. Salah satu pemantik diskusi pada materi Instrumen Hukum Internasional tentang Perlindungan Anak hari ini adalah: Apakah aspek hukum dispensasi kawin di Indonesia telah sejalan dengan hukum internasional? Berikut pengejawantahannya! Aspek hukum dispensasi kawin di Indonesia secara substansi regulasi mendasar…

Read More

MEGAMENDUNG, 6 Oktober 2026 — Suasana ruang kelas Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia di Badan Strajak Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI masih terasa hangat dan dinamis. Pada sesi materi kedua di hari kedua pelatihan, kami para peserta diklat berkesempatan mendalami topik krusial: “Aspek Hukum Perlindungan Anak”. Materi ini disampaikan langsung oleh Dr. Fitriyel Hanif, S.Ag., M.Ag., Hakim Tinggi pada Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, komunikatif, serta mengusung alur pembelajaran dua arah, narasumber mengajak kami meneliti ulang substansi tugas hakim ketika…

Read More

Hari Senin, 5 Oktober 2026, menjadi momentum penting bagi kami, para hakim di lingkungan Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia. Mengikuti Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Bagi Hakim Peradilan Agama Seluruh Indonesia bukan sekadar rutinitas penyesuaian angka kredit atau sekadar formalitas kedinasan, melainkan sebuah ruang refleksi mendalam atas dialektika hukum, fakta kemasyarakatan, dan nasib anak-anak bangsa di meja hijau. Setelah menyelesaikan materi pertama di pagi hari yang hangat tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim, kami melangkah ke materi kedua pelatihan ini. Kelas terasa lebih hidup saat pemateri utama, Dr. M. Natsir Asnawi, S.H.I., M.H., seorang Hakim Yustisial BSDK…

Read More

Pada hari Senin, tanggal 5 Oktober 2026, Saya bersama dengan para hakim dari berbagai pelosok lingkungan Peradilan Agama seluruh Indonesia berjumlah 41 orang, diberi kesempatan untuk berkumpul dalam satu ruangan hangat untuk mengikuti Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin. Sebagai seorang hakim, saya selalu memandang ruang diklat bukan sekadar tempat menumpuk jam pelajaran, melainkan sebagai kawah candradimuka untuk memperbarui niat, mengasah pisau analisis, menata ulang niat pengabdian, serta membagikan pengalaman berharga ini kepada seluruh hakim yang mungkin saat ini belum diberikan kesempatan serupa. Di tengah kesibukan mengadili perkara-perkara Dispensasi Kawin yang kian kompleks, di mana aspek hukum formal bertabrakan dengan realitas…

Read More

PENDAHULUAN: Luka di Balik Palu Keadilan yang Patah Kabar mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan oknum hakim oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini bukan sekadar berita kriminal biasa. Ia adalah sebuah tragedi moral. Hakim, yang dalam literatur hukum sering dijuluki sebagai “Wakil Tuhan” di muka bumi (projustitia), seharusnya menjadi benteng terakhir bagi pencari keadilan. Namun, ketika benteng itu runtuh akibat transaksi gelap, yang hancur bukan hanya karir sang oknum, melainkan juga kepercayaan publik terhadap sistem hukum negara. Fenomena ini membawa kita pada sebuah pertanyaan mendasar: Mengapa seseorang yang sudah memiliki jabatan tinggi, gaji yang relatif mapan, dan kehormatan…

Read More

Pendahuluan: Sakralitas Jabatan di Kursi Pengadilan Istilah bahwa hakim merupakan “Wakil Tuhan” di muka bumi bukanlah sebuah ungkapan yang asing di telinga masyarakat hukum maupun awam. Namun, penting untuk dipahami bahwa sebutan ini bukanlah sekadar kiasan estetis atau gelar penghormatan tanpa makna. Sebaliknya, istilah “Wakil Tuhan” adalah cerminan dari betapa berat dan sakralnya tanggung jawab yang dipikul oleh setiap individu yang duduk di kursi pengadilan. Tanggung jawab ini tidak hanya bersifat administratif atau keduniawian, tetapi menyentuh aspek spiritual dan moral yang sangat dalam. Dalam sebuah diskusi mendalam yang diselenggarakan melalui Podcast PTA Mataram di kanal Youtube, Ketua Pengadilan Tinggi Agama…

Read More