Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Khalilurrahman
Di balik pintu ruang mediasi yang hening, emosi kerap membumbung tinggi. Dua pihak yang bersengketa sering kali berdiri kokoh di atas benteng egonya masing-masing, meyakini bahwa tuntutan merekalah yang paling adil dan tidak dapat diganggu gugat. Namun, di sanalah letak ujian sejati bagi seorang hakim mediator: bagaimana mengubah kebuntuan menjadi titik temu, serta bagaimana menutup tirai perundingan dengan kesepakatan yang bermakna? Dalam Pelatihan Sertifikasi Hakim Mediator bagi Peradilan Agama yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Teknis Mahkamah Agung RI, Ketua Pengadilan Agama Bekasi, Rahmat Arijaya, S.Ag., M.Ag., membagikan wawasan mendalam mengenai Mengakhiri Proses Mediasi. Ia mengupas seni membalikkan penawaran yang tidak realistis…
Megamendung — Pelatihan Sertifikasi Mediator bagi hakim tingkat pertama Peradilan Agama se-Indonesia yang diselenggarakan oleh BSDK MA RI, mulai memasuki fase utama pembelajaran. Usai membekali diri melalui sesi orientasi dan pengantar, para hakim kini mulai menajamkan kemampuan mediasi tingkat lanjut sebagai fokus utama program sertifikasi ini. Sesi pembelajaran yang dibawakan oleh Dr. Fitriyel Hanif, S.Ag., M.Ag. – Hakim Tinggi Yustisial BSDK MA RI – menegaskan bahwa dalam koridor penyelesaian sengketa, menguasai pasal dan aturan hukum saja ternyata tidak cukup bagi seorang mediator. Kemampuan pengelolaan diri atau self-management menjadi kompetensi krusial yang juga wajib dimiliki setiap mediator. Hal ini sejalan dengan…

