Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan percepatan transformasi digital, pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak lagi cukup dilakukan melalui transfer pengetahuan semata. ASN dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, inovatif, serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Dalam konteks inilah peran widyaiswara menjadi semakin strategis. Selama ini, widyaiswara sering dipersepsikan hanya sebagai pengajar di ruang kelas. Padahal, peran tersebut telah berkembang jauh melampaui fungsi mengajar. Widyaiswara kini hadir sebagai mentor, fasilitator pembelajaran, sekaligus penggerak inovasi yang membentuk karakter, kompetensi, dan kepemimpinan ASN. Sebagai mentor, widyaiswara tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga membimbing peserta pelatihan dalam memahami persoalan nyata di…
Read More