Author: Muhamad Iqbal

Avatar photo

Hakim Pengadilan Negeri Bireuen

“Saat yang indah bagi sebuah kapal adalah saat ia ditambatkan di dermaga, ia tampak cantik bermandikan cahaya. Namun jangan pernah lupa, kapal tidak diciptakan untuk diam di dermaga, ia dibuat untuk menghajar gelombang dan membelah lautan.” Ungkapan Benazir Bhutto tersebut menjadi metafora yang kian relevan ketika saya menoleh kembali perjalanan sepuluh bulan pertama pengabdian di Kabupaten Bireuen, Serambi Mekah di pesisir utara Aceh, sebuah wilayah yang secara historis, kultural, dan religius memiliki posisi strategis dalam wajah hukum Indonesia. Setelah lebih kurang satu tahun ditempa melalui pendidikan dan pembinaan di Pusdiklat Teknis Peradilan BSDK Mahkamah Agung, pada 12 Juni 2025 saya…

Read More

Pemberlakuan KUHP Nasional telah membawa banyak perbuahan dalam norma hukum pidana di Indonesia salah satunya adanya pengaturan korporasi ditegaskan secara sistematis sebagai subjek hukum pidana. Perumusan ini menandai pergeseran penting dari paradigma klasik hukum pidana yang semata-mata berorientasi pada manusia sebagai pelaku kejahatan, menuju paradigma modern yang mengakui bahwa kejahatan juga dapat lahir dari struktur, kebijakan, dan budaya organisasi. Korporasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai entitas ekonomi netral, melainkan sebagai aktor yang memiliki kemampuan nyata untuk menimbulkan kerugian sosial, ekonomi, bahkan kemanusiaan dalam skala luas. Dalam ulasan pemaparan materi Tindak Pidana dan Pertanggungjawab Pidana Korporasi pada kegiatan Pelatihan Teknis Yudisial…

Read More