Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Anggi Permana
Kekuasaan kehakiman yang merdeka bukan sekadar sebuah dogma konstitusional yang tertulis rapi di atas lembaran negara. Ia adalah jaminan absolut bahwa keadilan wajib diputus berdasarkan hukum, logika beralasan, dan bisikan hati nurani yang bebas dari segala bentuk intervensi. Hakim, sebagai personifikasi luhur dari institusi peradilan, memikul beban moral dan yuridis yang begitu berat. Setiap nalar hukum yang dituangkan dalam pertimbangan putusannya merupakan representasi langsung dari kedaulatan negara dalam menegakkan hukum dan keadilan bagi kemaslahatan masyarakat pencari keadilan (justiciabelen). Namun marwah yang suci ini kerap berada dalam posisi yang rentan terhadap tindakan korosif dari dalam (internal corrosion). Keluhuran institusi sering kali…
Dalam beberapa tahun terakhir, publik semakin akrab dengan satu ungkapan sinis: no viral, no justice. Sebuah kalimat pendek yang mencerminkan rasa frustasi masyarakat terhadap penegakan hukum. Seolah-olah keadilan baru akan bergerak ketika sebuah kasus menjadi viral di media sosial. Fenomena ini tentu tidak lahir dari ruang kosong. Ia muncul dari pengalaman publik yang berulang kali melihat perkara baru ditangani secara serius setelah mendapat sorotan luas. Dalam kondisi seperti ini, media sosial seolah menjadi “pengadilan awal” sebelum perkara benar-benar masuk ke ruang sidang. Namun, jika kita jujur, keadaan ini sesungguhnya bukanlah sesuatu yang sehat bagi sistem hukum. Penegakan hukum yang bergantung…

