Author: I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra

Avatar photo

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Peradilan BSDK

Kenangan lama itu tiba-tiba hidup kembali. Pagi di asrama diklat, di National Judicial Academy, Bhopal, menyapa dengan cara yang sederhana: selembar kertas berwarna abu tua yang terselip di bawah pintu. Di atasnya tertulis The Times of India. Ya, sebuah koran—barang yang kini terasa semakin langka di Indonesia. Dulu, koran adalah teman setia. Ia hadir di sela kopi pagi, menemani perjalanan, dan menjadi jendela dunia bagi banyak orang. Ia bukan sekadar kertas, melainkan ruang berpikir. Bahkan secara etimologis, kata “koran” diyakini berasal dari bahasa Belanda courant atau krant, yang berarti lembar berita yang terbit secara berkala—menandakan sejak awal fungsinya sebagai pembawa…

Read More