Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Ghesa Agnanto Hutomo
Diskusi bertajuk “Membangun Indonesia Sejahtera: Transformasi Ekonomi dan Peradilan Bersih” yang dipaparkan oleh Bhima Yudhistira Adhinegara, S.E., M.Sc., menyoroti dinamika ekonomi Indonesia yang tengah berada di persimpangan jalan. Dalam forum yang dimoderatori oleh Bapak Syihabuddin, S.H., M.H., ditekankan bahwa kesejahteraan nasional hanya dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan reformasi peradilan. Hakim di seluruh lingkungan peradilan dituntut untuk memahami bahwa setiap ketukan palu memiliki implikasi terhadap stabilitas makroekonomi dan kepercayaan publik terhadap sistem hukum nasional. Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan tantangan yang kompleks, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Bhima menjelaskan bahwa transformasi ekonomi…
Keadilan (The Verdict) adalah film yang menghadirkan drama hukum penuh ketegangan sekaligus kritik sosial yang tajam. Film ini dibintangi Rio Dewanto sebagai Raka, seorang petugas keamanan pengadilan yang hidupnya berubah setelah istrinya menjadi korban kekerasan dari anak orang berkuasa. Dari konflik pribadi inilah cerita berkembang menjadi perjuangan melawan sistem hukum yang tampak tidak netral dan mudah dipengaruhi kekuasaan. Alur film disusun dengan rapi dan semakin lama semakin menegangkan. Pada awalnya, penonton diperkenalkan pada kehidupan Raka yang sederhana dan penuh harapan. Konflik mulai muncul ketika peristiwa tragis menimpa keluarganya, lalu masuk ke proses hukum yang justru memperlihatkan adanya ketimpangan, tekanan, dan…
Mahakarya Victor Hugo, Les Misérables, bukan sekadar narasi tentang pelarian seorang narapidana, melainkan sebuah kritik tajam terhadap benturan antara hukum positif (lex lata) dan keadilan substantif. Tokoh utamanya, Jean Valjean, dijatuhi hukuman penjara belasan tahun hanya karena mencuri sepotong roti demi menyelamatkan keponakannya yang kelaparan. Di sini, Hugo menyajikan anomali hukum: ketika sebuah aturan formal diterapkan secara buta tanpa mempertimbangkan aspek sosiologis dan kemanusiaan, hukum tersebut tidak lagi berfungsi sebagai pelindung masyarakat, melainkan menjadi instrumen penindasan yang menciptakan penderitaan tanpa akhir. Inspektur Javert hadir sebagai personifikasi dari absolutisme hukum positif. Bagi Javert, hukum adalah kebenaran tertinggi yang tidak mengenal pengecualian;…
Kegiatan pelatihan bertajuk “Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Karier dan Ad Hoc Peradilan Umum, Agama, Militer, dan Tata Usaha Negara” resmi dibuka dan digelar secara daring mulai tanggal 6 April 2026 hingga 10 April 2026. Pelatihan ini menghadirkan pakar filsafat ternama, Dr. Phil. Reza A.A. Wattimena, sebagai pengajar utama yang akan membedah dimensi filosofis dalam ranah hukum. Beliau dikenal melalui berbagai karya pemikiran seperti Teori Transformasi Kesadaran Unlimited, Politik Progresif Inklusif, dan Etika Natural Empiris yang menjadi landasan materi dalam kegiatan ini. Mahkamah Agung Republik Indonesia menunjukkan peran aktif dalam meningkatkan kapasitas intelektual para Hakim melalui penguatan pemikiran lintas batas…
Kegiatan pelatihan bertajuk “Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Karier dan Ad Hoc Peradilan Umum, Agama, Militer, dan Tata Usaha Negara” resmi dibuka dan digelar secara daring mulai tanggal 6 April 2026 hingga 10 April 2026. Pelatihan ini menghadirkan pakar filsafat ternama, Dr. Phil. Reza A.A. Wattimena, sebagai pengajar utama yang akan membedah dimensi filosofis dalam ranah hukum. Beliau dikenal melalui berbagai karya pemikiran seperti Teori Transformasi Kesadaran Unlimited, Politik Progresif Inklusif, dan Etika Natural Empiris yang menjadi landasan materi dalam kegiatan ini. Mahkamah Agung Republik Indonesia menunjukkan peran aktif dalam meningkatkan kapasitas intelektual para Hakim melalui penguatan pemikiran lintas batas…
Dalam sistem ketatanegaraan yang menganut prinsip pemisahan kekuasaan (trias politica), kemandirian kekuasaan kehakiman merupakan pilar utama demokrasi yang harus dijaga dari intervensi cabang kekuasaan lain, termasuk legislatif. Meskipun lembaga legislatif memiliki kewenangan untuk membentuk undang-undang yang menjadi dasar hukum material, pengaruh mereka berhenti tepat di ambang pintu pengadilan. Begitu sebuah perkara masuk ke ranah litigasi, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan hakim. Fenomena ini membuktikan bahwa proses penegakan hukum bukan merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan politik parlemen, melainkan sebuah proses pencarian kebenaran yang murni. Ketidakberpengaruhan legislatif terhadap kemandirian hakim paling nyata terlihat ketika seorang hakim menjatuhkan putusan yang didasarkan sepenuhnya pada…
JAKARTA – Badan Strategi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (BSDK MARI) menggelar pelatihan intensif mengenai implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Hukum Acara Pidana baru. Hadir sebagai narasumber utama, Hakim Agung Mahkamah Agung RI, YM. Bapak Sutarjo, S.H., M.H., yang membedah topik krusial mengenai pemeriksaan di sidang pengadilan tingkat pertama, mencakup acara pemeriksaan biasa, singkat, cepat, hingga persidangan tertentu. Dalam paparannya pada 5 Maret 2026, YM. Bapak Sutarjo menekankan bahwa pelaksanaan hukum acara pidana kini berlandaskan pada prinsip diferensiasi fungsional. Prinsip ini mempertegas batasan kewenangan pada setiap tahapan pemeriksaan, mulai dari penyidikan oleh Kepolisian, penuntutan…
Rabu, 18 Februari 2026, Udara sejuk Kota Tagaytay, Filipina, menjadi saksi pertukaran pikiran yang hangat di antara para penegak hukum dari berbagai negara Asia Tenggara. Di sela-sela jeda program Short Courses of The Hague Academy of International Law yang diselenggarakan di fasilitas Philippine Judicial Academy (PHILJA), sebuah percakapan ringan namun berbobot terjalin. Seorang hakim delegasi dari Indonesia tampak santai berdiskusi dengan salah satu rekan sejawatnya, seorang hakim dari Kamboja, sambil menikmati suasana asri tempat kegiatan berlangsung. Obrolan yang bermula dari saling bertukar sapa dan pengalaman bersidang itu perlahan mengarah pada isu nyata yang tengah menjadi sorotan di kawasan ASEAN. Hakim…
Melupakan sejenak palu sidang dan tumpukan berkas perkara, sembilan hakim dari Mahkamah Agung Republik Indonesia melangkahkan kaki ke Bonifacio Global City (BGC) dengan mata berbinar. Bagi mereka yang terbiasa dengan ritme ketat ruang sidang, sore di kawasan elite Manila ini menawarkan pelarian yang sempurna. BGC seolah mematahkan stereotip hiruk-pikuk ibu kota Filipina yang padat; menyambut rombongan dengan trotoar lebar yang mulus, jajaran gedung pencakar langit berlapis kaca, dan udara sore yang bersahabat. Tanpa balutan toga kebesaran, mereka membaur santai dalam pakaian kasual, layaknya pelancong biasa yang siap mengeksplorasi sudut-sudut modern kota. Berjalan beriringan menyusuri Bonifacio High Street, suasana terasa begitu…
Mengambil jeda sejenak dari padatnya agenda akademik, sembilan delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menyambut dengan antusias undangan City Tour yang diselenggarakan oleh Philippine Judicial Academy (PHILJA). Rombongan yang membawa nama harum peradilan Indonesia ini terdiri dari empat Hakim Yustisial MA RI, yakni Aryaniek Andayani, Armansyah, Tri B.K. Abdul Gafur, dan Maria Fransiska Walintukan. Mereka didampingi oleh lima hakim tangguh yang bertugas di berbagai wilayah nusantara: Rangga Lukita Desnata dari Pengadilan Negeri Muara Enim, Abi Zaky Azizi dari Pengadilan Negeri Marabahan, Ghesa Agnanto Hutomo dari Pengadilan Negeri Namlea, Wanda Rara Farezha dari Pengadilan Negeri Sungai Penuh, dan Jatmiko Wirawan…

