Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Membangun Jurnalisme Peradilan yang Akurat, Objektif, dan Berorientasi kepada Publik

15 July 2026 • 21:22 WIB

Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Sinergi Penegak Hukum melalui Reviu dan Update Aplikasi e-Berpadu Versi 4.0.0

15 July 2026 • 21:17 WIB

Membaca Ulang Riset MA tentang Disparitas Pemidanaan Kasus Kesusilaan Tahun 2020

15 July 2026 • 18:44 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kisah Dua Serigala dan Ritual Serah Terima: Ketika Pencuri Kenyang karena Penjaga Sibuk Menggonggong dan Berbagi Beban Kosong
Satire

Kisah Dua Serigala dan Ritual Serah Terima: Ketika Pencuri Kenyang karena Penjaga Sibuk Menggonggong dan Berbagi Beban Kosong

Ghesa Agnanto HutomoMohammad Khairul MuqorobinGhesa Agnanto Hutomo and Mohammad Khairul Muqorobin15 July 2026 • 08:51 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Alkisah di sebuah negeri subur bernama Konoha‑Selatan, yang dipenuhi buah ranum dan lumbung padi berkilau, Sang Singa (si Raja Hutan) memutuskan bahwa satu penjaga saja tidak cukup untuk mengamankan kebun dari para penjarah. Maka, dihadirkanlah dua ekor serigala berbulu tebal dengan taring yang sama‑sama berkilau di bawah sinar bulan. Serigala Pertama adalah penguasa lama yang telah lama mendekam di pos jaga, cakarnya dipenuhi tinta emas dari ribuan berkas. Serigala Kedua adalah varian baru yang lahir dari barak prajurit, dada membusung penuh lencana dan sumpah sakti. Keduanya diberi mandat langit untuk memburu tikus‑tikus berdasi yang setiap malam menyusup ke gudang kerajaan.

Namun, alih‑alih mengendus bau uang basah yang merembes dari celah dinding, kedua makhluk mulia ini justru menghabiskan malam dengan saling memamerkan taring, mengukur lolongan siapa yang paling jantan di hadapan publik. Puncak komedi terjadi pada suatu petang, ketika angin membawa pengumuman agung bahwa seekor rubah yang juga Mantan Petinggi Serigala dari varian baru itu, yang dulu dikenal sebagai kepercayaan istana dalam memburu para tikus itu justru dicakar oleh serigala lama. Tidak lama setelah itu, cakar tersebut malah “dialihkan” dari cakar serigala lama ke cakar serigala varian baru dalam sebuah upacara sakral. Para kambing yang bertindak sebagai penonton di tribun bawah awalnya bertepuk girang, mengira itu adalah “pelimpahan” biasa yang menandakan proses keadilan akan berjalan mulus tanpa hambatan. Betapa terkejutnya mereka ketika kabar merembes bahwa rubah itu belum pernah digeledah, diinterogasi, atau bahkan dicium bulunya oleh kawanan Serigala varian baru. Ia hanya ditunjuk dari kejauhan, lalu diangkut dengan tandu emas ke kandang serigala varian baru dengan alasan “efisiensi”.

Secara filosofis, fenomena ini adalah parodi sempurna dari tesis kuno Quis custodiet ipsos custodes? siapa yang akan menjaga para penjaga ketika mereka sibuk menjaga diri dari penjaga lainnya? Dialektika Hegelian yang agung seketika runtuh menjadi dagelan pasar malam: tesis (Serigala lama berkata “kami serahkan sepenuhnya”) bertemu antitesis (Serigala varian baru berkata “kami siap menerimanya”), tetapi sintesisnya bukanlah keadilan murni, melainkan sebuah kompromi bernama “penyerahan lanjutan”, sebuah frasa yang tak tercatat dalam kitab suci hukum acara rimba, bahkan mungkin tak ditemukan dalam kamus manapun. Dua taring besar ini menciptakan kategori baru seperti mengadili tanpa memeriksa, menyerahkan tanpa melimpahkan, dan berbagi tugas tanpa menyelesaikan hutang. Padahal, dalam aturan acara rimba yang sah, sebelum mangsa diserahkan ke tukang olah (yang pengolahnya juga dari kawanan serigala varian baru), ia harus dicacah dulu oleh pemburu awal dengan minimal dua pisau yang sah. Fakta bahwa rubah itu belum pernah dicacah sama sekali membuat upacara serah‑terima ini sama absurdnya dengan mengadakan pesta pernikahan tanpa mempelai Wanita, hanya ada pelaminan, kue, dan tamu yang kebingungan.

Para tetua desa yang biasa disebut “pakar telik” lantang berseru bahwa ini terobosan modern untuk mempersingkat waktu. Namun, di balik gonggongan optimis itu, bisik‑bisik dari bawah tanah justru makin nyaring: “Bagaimana bisa mempercepat proses jika lampu hijaunya saja belum dinyalakan?” Kecurigaan pun merambat ke akar pepohonan. Burung hantu pakar politik berbisik bahwa ritual ini sebenarnya adalah perang proksi yang dibungkus dalam suatu kompromi. Kedua serigala, yang saling curiga, memilih mengunci rahangnya masing‑masing pada satu hewan yang sama, agar tak ada yang bisa menggigit lebih tinggi ke sarang elang‑elang di atas istana kerajaan. Skenario menakutkan mengintai, rubah itu bisa saja mengajukan “mantra pembatalan” karena dijadikan tersangka tanpa pernah melihat wajah pemburu utamanya. Jika mantra ini berhasil, seluruh istana Kerajaan akan tertawa getir dimana kasus ini akan batal karena prosedur, bukan karena tidak bersalah atau tidak cukup bukti. Atau lebih parahnya, Si serigala varian baru ini bisa sengaja memperlambat langkah, membiarkan kasus membusuk di meja kerjanya, lalu menguburnya pelan di bawah tumpukan berkas “teknis” sampai lenyap ditelan penguburan diam‑diam.

Di sinilah komedi tragis memuncak. Para kambing jelata yang berteduh di balik pagar bambu hanya bisa menggaruk kepala, menyaksikan dua serigala elit sibuk mengukur panjang ekor dan kekuatan lolongan, sementara di dalam lumbung, tikus‑tikus berdasi terus menggelapkan gandum dengan tenang. Si Beruang Besar, yang disebut‑sebut sebagai dalang, duduk di kursi goyang sambil minum madu, menikmati tontonan dua predator besar yang saling melempar kertas. “Biarkan mereka berdebat siapa yang paling berhak memegang tongkat dan memperoleh pujian dari Sang Singa,” pikirnya, “selama aku masih bisa terus mengais rezeki tanpa rasa was-was.” Sungguh sebuah kemewahan intelektual bahwa “keadilan” didefinisikan ulang bukan sebagai hilangnya kejahatan, melainkan sebagai seberapa banyak kamera yang menangkap sorot mata tajam sang serigala saat konferensi pers. Thomas Hobbes mungkin menangis di kuburnya melihat Leviathan modern ini, di mana kontrak sosial tak lagi melindungi rakyat dari hukum rimba, melainkan mempertontonkan hukum rimba di dalam ruang sidang. Kedua kekuatan saling mengintai dari balik semak birokrasi, menggunakan instrumen intelijen mutakhir bukan untuk melacak aliran uang haram, melainkan untuk mencari tahu apakah serigala sebelah menyembunyikan tulang di balik jubahnya.

Lalu, muncullah usul dari para bijak: minta Sang Singa menitahkan seekor Garuda yang dulunya independen, yang konon juga punya hak “turun langsung” untuk merebut bola api ini. Namun, ada ironi di sini, Sang Singa sendiri sedang sibuk menjaga jarak agar tidak disebut cawe‑cawe, meskipun proses ini masih berada di lingkungan istana kerajaan, belum masuk ke ruang sidang yang terbuka. Dengan demikian, ia bisa memerintah tanpa terlihat memerintah, seperti dalang bayangan yang menarik benang dari balik layar. Beberapa abdi istana berbisik bahwa jika Garuda benar‑benar turun, itu mungkin satu‑satunya cara menyelamatkan sistem hukum dari kehancuran, tetapi yang lain meragukan, karena Garuda pun tak lepas dari pusaran kepentingan yang sama, karena sekarang sudah tidak lagi independen.

Hingga suatu malam, angin membawa kabar burung samar tentang sehelai kertas bertinta gelap yang tiba‑tiba muncul. Isinya tidak jelas, tetapi membuat kedua serigala terdiam sejenak. Apakah itu surat perintah untuk benar‑benar memeriksa rubah? Apakah itu isyarat menghentikan semua gonggongan? Ataukah itu hanya skenario baru dalam drama panjang berjudul “Bagaimana Membiarkan Pencuri Kenyang Tanpa Membiarkan Penjaga Kehilangan Muka”? Di tengah kabut tebal yang menyelimuti malam itu, tak ada yang benar‑benar tahu apakah ketukan pintu gerbang adalah penertiban yang jujur dan transparan, gertakan taktis dalam papan catur kekuasaan, atau bagian dari skenario besar untuk saling mengunci kartu AS agar perahu besar tetap seimbang dalam kepura‑puraan yang abadi.

Satu hal yang pasti bahwa di negeri makmur ini, kitab hukum acara bukan lagi panduan, melainkan kanvas bagi para pelukis kekuasaan untuk mencorat‑coret sesuai selera kompromi. Dua taring besar tetap berdiri gagah, saling mengawasi, saling mencurigai, dan saling berbagi mangsa yang belum sempat mereka cium baunya. Seluruh energi penegakan hukum terserap ke dalam pusaran rivalitas internal dan yang paling diuntungkan tentu saja para tikus tanah yang berpesta pora di lumbung, sambil sesekali berhenti menonton laga dua predator besar. Kedua serigala tetap melolong dengan narasi demi bangsa dan negara, sementara di bawah kaki mereka, tanah perlahan amblas digerogoti oleh mereka yang tak pernah masuk radar kecurigaan. Selamat datang di rimba modern, di mana yang terpenting bukanlah siapa yang benar, melainkan siapa yang paling tampak sibuk di depan kamera dan di mana pencuri tertawa paling lebar ketika para penjaga sibuk saling menggonggong dan berbagi beban kosong.

Ghesa Agnanto Hutomo
Kontributor
Ghesa Agnanto Hutomo
Hakim Pengadilan Negeri Namlea
Mohammad Khairul Muqorobin
Kontributor
Mohammad Khairul Muqorobin
Hakim Pengadilan Negeri Pulang Pisau

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

KeadilanPanggungSandiwara KonohaSelatan KorupsiRimba RezimKompromi SatirHukum
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

16 June 2026 • 19:04 WIB

Atas Nama Agama

9 May 2026 • 12:30 WIB

Seberapa Cerdaskah Anda?

23 April 2026 • 15:19 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB
Don't Miss

Membangun Jurnalisme Peradilan yang Akurat, Objektif, dan Berorientasi kepada Publik

By Ahmad Junaedi15 July 2026 • 21:22 WIB0

Perkembangan media digital telah mengubah secara signifikan cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk informasi mengenai hukum…

Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Sinergi Penegak Hukum melalui Reviu dan Update Aplikasi e-Berpadu Versi 4.0.0

15 July 2026 • 21:17 WIB

Membaca Ulang Riset MA tentang Disparitas Pemidanaan Kasus Kesusilaan Tahun 2020

15 July 2026 • 18:44 WIB

Comeback KUHAP 2025: Kemunduran Due Process atau Sekadar Kekosongan Norma?

15 July 2026 • 16:25 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Membangun Jurnalisme Peradilan yang Akurat, Objektif, dan Berorientasi kepada Publik
  • Pengadilan Militer II-06 Jakarta Perkuat Sinergi Penegak Hukum melalui Reviu dan Update Aplikasi e-Berpadu Versi 4.0.0
  • Membaca Ulang Riset MA tentang Disparitas Pemidanaan Kasus Kesusilaan Tahun 2020
  • Comeback KUHAP 2025: Kemunduran Due Process atau Sekadar Kekosongan Norma?
  • Pengadilan Militer I-05 Palembang Menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis Bagi Seluruh Personel

Recent Comments

  1. dizayn interera 452 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  2. ai kartochka tovara 678 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  3. spil derevev 953 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  4. Darrinbiage on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  5. RonaldFar on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.