Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Atas Nama Agama

9 May 2026 • 12:30 WIB

Filsafat Jawa Tentang “Roso” Sebagai Penuntun Nurani Hakim Menegakkan Keadilan

9 May 2026 • 11:12 WIB

Kebajikan dan Keadilan dalam Filsafat Jawa: Memetik Hikmah Wayang bagi Sang Pengadil

9 May 2026 • 09:29 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Atas Nama Agama
Satire

Atas Nama Agama

Khoiruddin HasibuanKhoiruddin Hasibuan9 May 2026 • 12:30 WIB4 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ada sekelompok orang yang tampaknya sudah memesan tempat paling depan di surga. Pakaiannya rapi, penampilannya soleh, ucapannya fasih melafalkan ayat-ayat agama, dalilnya berlapis-lapis, suaranya lembut ketika menyebut “amanah”, “maslahat”, “taat aturan”, dan “demi organisasi”.

Mereka rajin beribadah. Rajin membaca kitab suci. Rajin hadir di majelis keagamaan. Rajin mengutip ayat-ayat suci. Rajin menasihati orang lain agar ikhlas menerima keputusan. Bahkan, kalau perlu, mereka bisa menangis ketika bicara tentang agama dan akhirat.

Sayangnya, air mata itu sering jatuh tepat di atas berkas promosi jabatan keluarga sendiri.

Inilah kelompok manusia yang kalau membaca surah Al-Ghasyiyah ayat 2–7, merasa sedang membaca nasib orang lain. Padahal, jangan-jangan cermin itu sedang menghadap tepat ke wajah mereka: wajah yang tertunduk, bekerja keras, lelah, tetapi lelahnya bukan karena mencari ridha Tuhan. Lelahnya karena membangun tangga karier dengan batu bata agama.

Di hadapan umum, mereka bicara tentang keadilan. Di ruang tertutup, mereka menyusun daftar nama: anak siapa, istri siapa, sepupu siapa, kawan satu almamater, sahabat satu daerah, orang satu suku, teman satu lingkaran, murid satu pengajian, satu keanggotan ormas, dan siapa saja yang pernah berjasa mengamankan kursi.

Kalau yang diusulkan adalah orang dekat, dalilnya mengalahkan dalil agama.

“Kebutuhan organisasi.”

“Pertimbangan kemanusiaan.”

“Jauh dari keluarga.”

“Harus ditolong.”

“Ini bagian dari ukhuwah.”

“Bukankah agama menyuruh kita membantu saudara?”

Luar biasa. Ayat suci turun seperti hujan ketika keluarga sendiri butuh payung.

Namun, ketika orang lain datang dengan kondisi yang sama, tiba-tiba langit menjadi kering. Tidak ada ayat suci. Tidak ada dalil agama. Tidak ada empati. Yang muncul justru pasal, catatan profiling, catatan disiplin, riwayat konflik, dan kalimat sakti: “Kita harus objektif atau mengikuti aturan.”

Objektif mengikuti aturan, tentu saja, adalah nama lain dari: “Anda bukan bagian dari kami.”

Baca Juga  Kampung Hukum 2026: Wajah Terbuka Mahkamah Agung untuk Keadilan Rakyat

Kalau ada yang menghalangi jalan, ia disebut pembangkang.

Kalau ada yang mengkritik, ia disebut tidak paham adab.

Kalau ada yang meminta aturan ditegakkan, ia disebut tidak ikhlas.

Kalau ada yang menuntut transparansi, ia disebut haus jabatan.

Begitulah cara ayat-ayat suci dijual murah: bukan di pasar gelap, tetapi di meja rapat berpendingin ruangan. Tafsirnya disesuaikan dengan kebutuhan mutasi. Hadisnya dipilih sesuai arah angin kepentingan. Agama dijadikan stempel, bukan petunjuk. Tuhan disebut-sebut, tetapi keadilan disuruh menunggu di luar ruangan. Aturan bisa dibelokkan, jika berbenturan dengan dalil-dalil agama.

Mereka mungkin bekerja keras. Sangat keras. Tetapi kerja keras itu untuk menjaga dinasti kecil, bukan menjaga amanah. Mereka letih, tetapi letih oleh strategi. Mereka sibuk, tetapi sibuk mengatur posisi. Mereka tampak saleh, tetapi kesalehannya seperti map dinas: rapi di luar, penuh catatan titipan di dalam.

Satire paling pahit dari semua ini adalah: mereka mengira sedang bekerja atas dasar ajaran agama, maupun membela agama (seolah-olah agama itu butuh pembelaan), padahal yang mereka bela adalah kenyamanan sendiri dengan berselimutkan seragam agama.

Lalu bagaimana seharusnya seorang pimpinan bersikap?

Seorang pimpinan yang benar tidak perlu membawa-bawa agama untuk membenarkan ketidakadilan. Ia cukup takut kepada Tuhan, lalu berlaku adil.

Ia tidak menjadikan jabatan sebagai kebun keluarga. Ia tidak memandang organisasi sebagai warisan pribadi. Ia tidak memakai kata “amanah” untuk menyembunyikan ambisi. Ia tahu bahwa kursi jabatan bukan singgasana, melainkan timbangan.

Jika ada anak, istri, saudara, sahabat, atau orang dekat yang layak, mereka tetap harus melalui ukuran yang sama. Jika tidak layak, kedekatan tidak boleh menjadi mukjizat administratif. Jika orang yang tidak disukai ternyata memenuhi syarat, maka kebencian pribadi tidak boleh menjadi undang-undang baru.

Baca Juga  Eksistensi Republik: Menilik Akar Filosofis dan Tantangan Demokrasi Kontemporer

Pimpinan yang baik tidak alergi terhadap kritik. Ia tidak menganggap semua penentang sebagai musuh Tuhan. Ia paham bahwa dalam organisasi, loyalitas tertinggi bukan kepada wajah pimpinan, melainkan kepada nilai, aturan, dan kemaslahatan yang nyata.

Ia tidak mencari dalil setelah keputusan dibuat. Ia mencari kebenaran sebelum keputusan diambil.

Ia tidak bertanya, “Siapa orang kita?”

Ia bertanya, “Siapa yang paling layak?”

Ia tidak bertanya, “Apa untungnya bagi kelompok saya?”

Ia bertanya, “Apa akibatnya bagi keadilan?”

Ia tidak bertanya, “Bagaimana agar keputusan ini tampak religius?”

Ia bertanya, “Apakah keputusan ini akan sanggup saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa?”

Itulah wajah kedua dalam surah Al-Ghasyiyah ayat 8-16: wajah yang tidak sibuk memoles citra, tetapi tenang karena tidak mengkhianati amanah. Wajah yang tidak perlu menindas orang lain untuk naik. Wajah yang puas bukan karena berhasil menempatkan keluarga, melainkan karena berhasil menempatkan keadilan.

Di dunia, mungkin mereka tidak selalu paling populer. Tidak selalu paling banyak tepuk tangan. Tidak selalu dikelilingi penjilat yang memanggil semua keputusan sebagai hikmah. Tetapi mereka punya sesuatu yang lebih mahal: tidur yang tenang.

Sebab jabatan akan selesai. SK akan berganti. Papan nama akan diturunkan. Orang-orang yang dulu menunduk mungkin akan mencari matahari baru. Tetapi bekas ketidakadilan akan tetap berjalan, mencari pemiliknya.

Maka berhati-hatilah pada kesalehan yang terlalu sibuk mengatur nasib orang lain, tetapi lupa mengadili dirinya sendiri.

Karena neraka tidak selalu dimulai dari maksiat yang terang-terangan. Kadang ia dimulai dari rapat yang dibuka dengan basmalah, lalu diakhiri dengan keputusan zalim yang diberi nama maslahat.

Khoiruddin Hasibuan
Kontributor
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

amanah integritas kepemimpinan keadilan nepotisme dan agama satire kekuasaan
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Eksistensi Republik: Menilik Akar Filosofis dan Tantangan Demokrasi Kontemporer

7 May 2026 • 08:34 WIB

Haris Azhar: Bagi Hakim,  HAM dan Hukum Seharusnya Tidak Boleh Dipertentangkan

6 May 2026 • 14:59 WIB

Seberapa Cerdaskah Anda?

23 April 2026 • 15:19 WIB
Demo
Top Posts

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB

Lok Adalat: Tools Efektif Penyelesaian Perkara Perdata Hingga Pidana Ringan di India

29 April 2026 • 15:30 WIB
Don't Miss

Atas Nama Agama

By Khoiruddin Hasibuan9 May 2026 • 12:30 WIB0

Ada sekelompok orang yang tampaknya sudah memesan tempat paling depan di surga. Pakaiannya rapi, penampilannya…

Filsafat Jawa Tentang “Roso” Sebagai Penuntun Nurani Hakim Menegakkan Keadilan

9 May 2026 • 11:12 WIB

Kebajikan dan Keadilan dalam Filsafat Jawa: Memetik Hikmah Wayang bagi Sang Pengadil

9 May 2026 • 09:29 WIB

Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Menyapa: Menguatkan Pemahaman KUHP Nasional dan Tantangan Pembaharuannya

9 May 2026 • 09:23 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Atas Nama Agama
  • Filsafat Jawa Tentang “Roso” Sebagai Penuntun Nurani Hakim Menegakkan Keadilan
  • Kebajikan dan Keadilan dalam Filsafat Jawa: Memetik Hikmah Wayang bagi Sang Pengadil
  • Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Menyapa: Menguatkan Pemahaman KUHP Nasional dan Tantangan Pembaharuannya
  • Poligami dan Nafkah yang Tak Boleh Menguap

Recent Comments

  1. dapoxetine vs cialis on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  2. dapoxetine in kuwait on Perkuat Tata Kelola Perencanaan, Badan Strajak Diklat Kumdil Lantik Pejabat Fungsional Perencana Ahli Pertama
  3. mesalamine otc alternatives on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
  4. revatio coupon on Rekonstruksi Tanggung Jawab Perdata Melalui PERMA 4/2025: Gugatan OJK Terhadap Pihak Non – Pelaku Jasa Keuangan (PUJK) Beriktikad Tidak Baik
  5. buy udenafil online on Ketika Kontrak Diputus Sepihak: Pelanggaran Biasa atau Perbuatan Melawan Hukum?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.