Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026

16 June 2026 • 21:11 WIB

Tim Tenis Putri PTWP Peradilan Militer Raih Juara II Di Turnamen Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026

16 June 2026 • 19:36 WIB

Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

16 June 2026 • 19:04 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini
Satire

Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

Iqbal LazuardiIqbal Lazuardi16 June 2026 • 19:04 WIB5 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Banyak orang bermimpi menjadi hakim.

Mereka melihat kehormatan jabatannya. Mereka melihat kewibawaannya. Mereka melihat toga yang dikenakan, kursi persidangan yang dihormati, serta kewenangan untuk mengetukkan palu atas nama keadilan.

Namun sangat sedikit yang benar-benar memahami kehidupan di baliknya.

Sebab menjadi hakim bukan sekadar memperoleh profesi yang terhormat. Menjadi hakim adalah memilih sebuah jalan hidup. Jalan yang mungkin membuat seseorang dihormati banyak orang, tetapi pada saat yang sama menuntut pengorbanan yang tidak sedikit.

Apa yang terlihat dari luar sering kali jauh lebih indah daripada kenyataan yang harus dijalani.

Menjadi hakim berarti bersiap hidup dalam kesepian yang tidak dialami oleh banyak profesi lain.

Saat orang lain bebas membangun kedekatan dengan siapa saja, seorang hakim harus menjaga jarak. Saat orang lain bebas menerima berbagai bentuk perhatian, seorang hakim harus selalu berhati-hati. Sedikit saja keliru menjaga batas, integritas yang dibangun selama bertahun-tahun dapat dipertanyakan dalam hitungan detik.

Lambat laun, ruang pergaulan menjadi semakin sempit.

Bukan karena tidak ada yang ingin berteman. Bukan pula karena seorang hakim merasa lebih tinggi dari orang lain.

Melainkan karena jabatan menuntutnya untuk menjaga independensi, bahkan dari hal-hal yang bagi orang lain dianggap biasa.

Di saat yang sama, seorang hakim harus siap hidup jauh dari keluarga.

Negara membutuhkan hakim di seluruh penjuru negeri, bukan hanya di kota tempat seseorang dilahirkan atau dibesarkan. Hari ini mungkin bertugas dekat rumah. Besok bisa dipindahkan ke daerah yang bahkan belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dan perpindahan itu bisa terjadi lebih dari sekali sepanjang karier.

Tahun demi tahun berlalu.

Orang tua semakin menua.

Saudara membangun kehidupannya masing-masing.

Anak-anak tumbuh dewasa.

Berbagai momen keluarga terjadi silih berganti.

Namun tidak sedikit dari momen-momen itu yang hanya dapat disaksikan dari kejauhan.

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah pengabdian. Dan sering kali harga itu adalah kebersamaan dengan orang-orang yang paling dicintai.

Jika berpikir tantangannya berhenti sampai di sana, kenyataannya tidak.

Dalam perkara-perkara tertentu, terutama yang menyangkut kepentingan besar, kekuasaan, uang, atau konflik yang menyita perhatian publik, seorang hakim tidak hanya berhadapan dengan berkas perkara.

Baca Juga  Transformasi Peradilan sebagai Paradigma Baru dari Formalisme Prosedural Menuju Keadilan Substantif

Ia berhadapan dengan kepentingan.

Ia berhadapan dengan tekanan.

Ia berhadapan dengan harapan dan kemarahan banyak pihak.

Tidak semua orang siap menerima putusan yang berbeda dari keinginannya. Karena itu, ancaman dapat muncul dalam berbagai bentuk.

Nama baik diserang.

Informasi pribadi disebarluaskan.

Fitnah diproduksi.

Intimidasi dilakukan.

Bahkan keluarga dapat ikut menjadi sasaran.

Di era digital, doxing dan serangan di media sosial menjadi risiko yang semakin nyata.

Masyarakat sering membaca putusan yang telah dijatuhkan. Namun jarang membayangkan risiko yang harus ditanggung oleh orang yang mengetuk palu atas putusan tersebut.

Belum lagi tekanan yang datang dari berbagai arah.

Dari luar institusi.

Dari dalam institusi.

Dari pihak yang berperkara.

Dari opini publik.

Dari media sosial.

Dari berbagai kelompok yang memiliki kepentingan.

Semua ingin hakim memutus sesuai harapan mereka. Semua merasa memiliki alasan yang benar. Semua ingin didengar.

Sementara hakim dituntut tetap berdiri tegak di tengah semua tekanan itu.

Tidak takut.

Tidak tergoda.

Tidak berpihak.

Tidak tunduk.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Namun dalam kenyataan, itulah salah satu ujian paling berat yang dapat dihadapi manusia.

Di ruang sidang, hakim bukan hanya berhadapan dengan pasal-pasal dan teori hukum. Ia berhadapan dengan nasib manusia.

Ada kebebasan seseorang yang dipertaruhkan.

Ada masa depan keluarga yang dipertaruhkan.

Ada hak yang harus dilindungi.

Ada keadilan yang harus ditegakkan.

Dan sering kali tidak ada keputusan yang mampu membuat semua pihak merasa puas.

Ada perkara yang secara hukum harus diputus dengan satu cara, tetapi secara kemanusiaan meninggalkan rasa getir.

Ada perkara yang menyentuh hati, tetapi tidak cukup kuat sebagai dasar hukum.

Ada putusan yang benar menurut hukum, tetapi akan mengundang kemarahan sebagian orang.

Inilah bagian yang tidak pernah terlihat dalam foto-foto seremonial dan pemberitaan singkat.

Pergulatan batin.

Konflik nurani.

Beban psikologis yang tetap tinggal bahkan setelah ruang sidang kosong dan semua orang pulang.

Sementara itu, pekerjaan tidak pernah benar-benar selesai.

Berkas perkara terus berdatangan.

Tumpukan dokumen terus bertambah.

Baca Juga  Ramadhan sebagai Laboratorium Integritas: Transformasi Nilai-Nilai Spiritual dalam Meneguhkan Independensi Hakim

Sidang berlangsung dari pagi hingga malam.

Putusan harus disusun.

Pertimbangan hukum harus ditulis dengan teliti.

Setiap fakta harus diperiksa dengan cermat.

Setiap kalimat harus dipertanggungjawabkan.

Satu putusan yang dibacakan dalam hitungan menit sering kali lahir dari puluhan bahkan ratusan jam kerja yang tidak pernah dilihat publik.

Ketika banyak orang telah beristirahat, tidak sedikit hakim yang masih duduk di balik meja, membaca berkas demi berkas yang harus diputus dengan penuh kehati-hatian.

Lalu datang ujian yang mungkin paling berat dari semuanya yakni integritas.

Jangan bayangkan ujian itu selalu hadir dalam bentuk suap bernilai fantastis.

Sering kali ia datang dalam bentuk yang jauh lebih sederhana.

Pertemanan.

Kedekatan.

Rasa sungkan.

Balas budi.

Fasilitas.

Hadiah.

Kemudahan.

Hal-hal kecil yang perlahan mengikis independensi tanpa disadari.

Karena itulah kode etik hakim dibuat begitu ketat. Karena keadilan hanya dapat berdiri tegak apabila hakim tetap bersih bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Dan di atas seluruh beban itu, ada satu tanggung jawab yang mungkin paling berat.

Hakim tidak hanya mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada negara. Tidak hanya kepada institusi. Tidak hanya kepada masyarakat.

Pada akhirnya, ia juga harus mempertanggungjawabkannya kepada hati nuraninya sendiri.

Bahkan bagi mereka yang beriman, kepada Tuhan.

Sebab setiap putusan mungkin selesai dibacakan di dunia. Namun pertanggungjawabannya belum tentu selesai di sana.

Maka sebelum bercita-cita menjadi hakim, jangan hanya melihat kehormatannya.

Lihat juga kesepiannya.

Lihat juga perpindahan tugasnya.

Lihat juga tekanan yang mengitarinya.

Lihat juga ancamannya.

Lihat juga godaannya.

Lihat juga beban moral yang harus dipikul sepanjang hidup.

Karena menjadi hakim bukan sekadar tentang mengenakan toga dan mengetukkan palu.

Menjadi hakim adalah kesiapan untuk hidup dalam pengabdian, menjaga integritas di tengah godaan, tetap tegak di tengah tekanan, serta mempertanggungjawabkan setiap putusan ketika banyak orang hanya melihat hasil akhirnya.

Jika setelah memahami semua itu seseorang masih ingin menjadi hakim, maka memang di situlah panggilan hidupnya berada.

Iqbal Lazuardi
Kontributor
Iqbal Lazuardi
Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Etika Peradilan independensi peradilan Integritas Hakim Pengabdian Hakim Profesi Hakim
Leave A Reply

Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ketua Kamar TUN: Hakim Harus Berani Menembus Formalitas demi Keadilan Substantif

12 June 2026 • 17:15 WIB

Rangkuman Pokok Sambutan Ketua MA dalam Rangkaian Acara PTWP

12 June 2026 • 11:32 WIB

Kualitas Putusan Dan Integritas Hakim Ad Hoc Tipikor Dalam Menghadapi Kompleksitas Perkara Korupsi Modern Serta Implikasinya Terhadap Kepercayaan Publik

8 June 2026 • 07:35 WIB
Demo
Top Posts

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB

NJA India, JTC Indonesia, dan Jalan Belajar Seorang Hakim

4 May 2026 • 09:43 WIB

Bagaimana Cara Hakim dan Lembaga Peradilan menghadapi Trial By Media “Sebuah Pembelajaran dari India”

2 May 2026 • 16:11 WIB

5 Hal Menarik dalam Sistem Peradilan India yang Tidak Ditemukan di Indonesia

1 May 2026 • 13:20 WIB
Don't Miss

MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026

By Ahmad Junaedi16 June 2026 • 21:11 WIB0

MALANG – Hari terakhir Kejuaraan Nasional Tenis Beregu Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Piala Ketua…

Tim Tenis Putri PTWP Peradilan Militer Raih Juara II Di Turnamen Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026

16 June 2026 • 19:36 WIB

Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini

16 June 2026 • 19:04 WIB

Dramatis! Tim Putra Peratun Tembus Final Piala Ketua MA 2026

16 June 2026 • 16:07 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • MAHKAMAH AGUNG RI UKIR SEJARAH : Tim Putra dan Putri PTWP Mahkamah Agung RI Sapu Bersih Gelar Juara Kejurnas Tenis Beregu Piala Ketua Mahkamah Agung RI Ke-XX Tahun 2026
  • Tim Tenis Putri PTWP Peradilan Militer Raih Juara II Di Turnamen Tenis Beregu Ke-XX Piala Ketua Mahkamah Agung RI Tahun 2026
  • Sebelum Bercita-cita Menjadi Hakim, Bacalah Ini
  • Dramatis! Tim Putra Peratun Tembus Final Piala Ketua MA 2026
  • Komunitas Lari Mahkamah Agung Republik Indonesia MARI-LARI Unjuk Gigi di BTN Jakarta International Marathon 2026

Recent Comments

  1. terbinafine medical reference on Mempererat Integritas dan Spiritualitas: Rangkaian Giat Ramadan 1447 H di Pengadilan Negeri Kotabaru
  2. ketoconazole medical summary on Kerahasiaan Perkara Perceraian: Mengkaji Ulang Anonimisasi Putusan
  3. KIAT MEMBANGUN DAN MENGUATKAN INTEGRITAS DI DUNIA PERADILAN – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Kiat Membangun Dan Menguatkan Integritas Di Dunia Peradilan
  4. TITIAN PANJANG PENGABDIAN PRAJURIT SETIA HINGGA AKHIR – Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  5. Reinterpretasi Asas Ne Bis In Idem dalam Tindak Pidana Pencucian Uang: Sebuah Diskurus praktik Peradilan Kontemporer Suara BSDK Artikel on Blind Spot dalam Sistem Peradilan Pidana: Aspek “Perbuatan yang Didakwakan” dalam Konstruksi Surat Dakwaan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Dr. Saut Erwin Hartono A. Munthe, S.H., M.H.
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.