Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

September 16, 2026

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

Muhamad IqbalMuhamad IqbalMarch 5, 20266 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“Saat yang indah bagi sebuah kapal adalah saat ia ditambatkan di dermaga, ia tampak cantik bermandikan cahaya. Namun jangan pernah lupa, kapal tidak diciptakan untuk diam di dermaga, ia dibuat untuk menghajar gelombang dan membelah lautan.” Ungkapan Benazir Bhutto tersebut menjadi metafora yang kian relevan ketika saya menoleh kembali perjalanan sepuluh bulan pertama pengabdian di Kabupaten Bireuen, Serambi Mekah di pesisir utara Aceh, sebuah wilayah yang secara historis, kultural, dan religius memiliki posisi strategis dalam wajah hukum Indonesia.

Setelah lebih kurang satu tahun ditempa melalui pendidikan dan pembinaan di Pusdiklat Teknis Peradilan BSDK Mahkamah Agung, pada 12 Juni 2025 saya dikukuhkan sebagai hakim tingkat pertama. Hari itu menjadi penanda lahirnya tanggung jawab besar bagi 1.451 hakim muda yang siap mengabdi di seluruh penjuru Indonesia. Pendidikan tersebut bukanlah sekadar proses administratif menuju penempatan, melainkan sebuah kawah candradimuka — tempat nilai, integritas, dan keberanian moral diuji agar kelak mampu berdiri tegak di tengah badai persoalan hukum dan keadilan.

Perjalanan pengabdian saya sebelumnya berlabuh cukup lama di Gorontalo, kota yang dikenal sebagai Serambi Madinah. Di sana, saya belajar hidup dalam harmoni antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi falsafah “Adati hula-hula to Sara’, Sara’ hula-hula to Kuru’ani”. Tiga tahun di Gorontalo menghadirkan pelajaran berharga tentang kesederhanaan, solidaritas, dan religiusitas yang hidup dalam praktik keseharian masyarakatnya.

Namun roda takdir kembali berputar. Penempatan pertama saya sebagai hakim membawa saya menempuh hijrah geografis sekaligus batiniah—dari Serambi Madinah menuju Serambi Mekah. Sepuluh bulan lalu, perpindahan itu terasa seperti mimpi di siang bolong: dari jantung Indonesia bagian tengah menuju ujung barat Nusantara. Kini, setelah waktu memberi jarak untuk merenung, saya semakin memahami bahwa perpindahan ini bukan sekadar mutasi jabatan, melainkan bagian dari perjalanan konstitusional yang sarat makna. Kabupaten Bireuen menyambut dengan karakter geografis yang khas. Wilayah ini terbentang dari kawasan pesisir hingga dataran pertanian yang subur, menjadikannya salah satu lumbung pangan penting di Aceh. Sungai-sungai yang mengalir dan hamparan sawah yang luas bukan hanya penopang ekonomi, tetapi juga menjadi saksi denyut kehidupan masyarakat yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisional dan keislaman.

Masyarakat Bireuen dikenal religius, terbuka, dan memiliki ikatan sosial yang erat. Tradisi meunasah masih hidup sebagai pusat aktivitas keagamaan dan musyawarah, sementara nilai adat Aceh berjalan beriringan dengan penerapan syariat Islam. Di sinilah saya belajar bahwa hukum tidak pernah berdiri di ruang hampa, ia selalu berkelindan dengan budaya, sejarah, dan struktur sosial masyarakatnya. Menjadi hakim di Bireuen berarti belajar memahami kearifan lokal tanpa kehilangan keteguhan pada prinsip hukum nasional. Sepuluh bulan di Bireuen mengajarkan saya bahwa ilmu, kepekaan sosial, dan kerendahan hati adalah bekal utama dalam menjalani hijrah konstitusi. Terlebih, dalam khazanah Islam telah lama diingatkan bahwa hakim terbagi menjadi tiga golongan: satu yang selamat karena memutus dengan kebenaran, dan dua yang celaka karena kezaliman dan kebodohan. Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjaga kewarasan moral agar setiap putusan lahir dari pengetahuan, nurani, dan tanggung jawab.

Baca Juga  Good News Is Good News: Saatnya Peradilan Aktif Membangun Kepercayaan Publik

Hijrah dari Serambi Madinah ke Serambi Mekah ini saya maknai sebagai hijrah konstitusi—perjalanan yang memiliki dimensi yuridis sekaligus teologis. Dalam perspektif teologis, pengabdian kepada negara adalah bentuk kecintaan kepada tanah air, yang dalam tradisi Nahdlatul Ulama dikenal dengan ungkapan hubbul wathan minal iman. Predikat hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi menuntut kesadaran batin yang mendalam. Sebagaimana dikemukakan oleh Paulo Freire tentang magical consciousness, menjadi hakim bukan semata pilihan rasional, melainkan jalan hidup yang harus dijalani dengan kesadaran spiritual dan moral.

Dalam dimensi yuridis, hijrah adalah perwujudan amanah konstitusi untuk menegakkan kekuasaan kehakiman yang merdeka, adil, dan berintegritas. Perpindahan tugas bukan sekadar soal jarak geografis, fasilitas kota, atau kenyamanan hidup, melainkan perjalanan menuju ruang-ruang sunyi tempat keadilan diuji melalui putusan-putusan yang berdampak langsung pada nasib manusia.

Catatan Kritis Penempatan Hakim dan Beban Kemanusiaan Peradilan

Sepuluh bulan berada di Bireuen mengajarkan saya bahwa penempatan hakim bukan sekadar urusan geografis dan administratif. Ia adalah kebijakan kelembagaan yang berdampak langsung pada kesehatan mental, stabilitas keluarga, dan daya tahan psikologis hakim. Bireuen, dengan karakter masyarakat religius, adat yang kuat, serta sensitivitas sosial yang tinggi, menuntut kehadiran hakim yang tidak hanya cakap secara hukum, tetapi juga utuh secara mental dan emosional. Namun di sinilah problem struktural itu terasa nyata. Penempatan saya di Aceh berarti menjalani pengabdian dengan jarak ribuan kilometer dari pasangan yang berdomisili di Kendari. Realitas ini bukan keluhan personal, melainkan potret umum yang dialami banyak hakim muda: pengabdian negara yang menuntut keterpisahan keluarga dalam jangka waktu panjang, dengan biaya sosial dan psikologis yang tidak kecil.

Kondisi mental hakim dalam situasi demikian sering kali luput dari perhatian kebijakan. Padahal, hakim dituntut setiap hari untuk berpikir jernih, objektif, dan adil, sementara secara manusiawi ia harus mengelola rasa rindu, kesepian, dan tekanan batin akibat keterpisahan dari keluarga inti. Beban ini menjadi berlipat ketika mobilitas antarwilayah tidak ditunjang oleh sistem dukungan kelembagaan yang memadai, biaya transportasi yang tidak murah dari Aceh ke Sulawesi Tenggara menjadikan pertemuan keluarga sebagai kemewahan, bukan kebutuhan yang mudah diakses. Dalam konteks ini, penempatan hakim seolah mengandaikan bahwa aparatur peradilan adalah subjek yang sepenuhnya steril dari kebutuhan afektif dan kehidupan personal. Padahal, keadilan yang baik lahir dari manusia yang utuh, bukan dari individu yang terus-menerus dipaksa mengabaikan dimensi kemanusiaannya.

Baca Juga  Pembukaan Pendidikan Filsafat dan Keadilan: Peneguhan Nalar, Integritas, dan Keberanian Yudisial Hakim Indonesia

Kritik kelembagaan yang perlu diajukan secara jujur adalah bahwa pola penempatan hakim selama ini masih terlalu menekankan distribusi formasi, tetapi belum sepenuhnya beranjak pada manajemen sumber daya manusia yang berperspektif keberlanjutan. Penempatan sering dipahami sebagai konsekuensi kelulusan pendidikan, bukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas putusan dan kesehatan institusi peradilan itu sendiri.

Wilayah seperti Bireuen membutuhkan hakim yang hadir secara penuh—hadir secara hukum, hadir secara sosial, dan hadir secara batin. Namun kehadiran semacam itu sulit diwujudkan jika kebijakan penempatan tidak diiringi dengan mekanisme afirmatif: pola rotasi yang manusiawi, perhatian pada kondisi keluarga, serta skema dukungan mobilitas yang rasional. Tanpa itu, risiko terbesarnya bukan hanya kelelahan individual, melainkan kelelahan institusional yang pelan-pelan menggerus kualitas peradilan. Hijrah dari Serambi Madinah ke Serambi Mekah yang saya jalani ini tetap saya maknai sebagai hijrah konstitusional—amanah untuk menghadirkan keadilan di mana pun negara membutuhkan. Namun hijrah konstitusi tidak seharusnya dimaknai sebagai pengosongan total ruang privat hakim. Negara yang menuntut pengabdian penuh justru berkewajiban memastikan bahwa aparatur yang mengemban amanah tersebut tidak tercerabut dari fondasi kemanusiaannya.

Pada akhirnya, reformasi peradilan tidak hanya berbicara tentang regulasi, teknologi, atau modernisasi gedung pengadilan. Ia juga berbicara tentang keberanian institusi untuk mengakui bahwa hakim adalah manusia—dengan keluarga, dengan keterbatasan fisik dan mental, serta dengan kebutuhan untuk tetap waras agar mampu memutus perkara secara adil, apalagi dalam praktik kelembagaan, kapal yang terus dipaksa menghajar gelombang tanpa jeda, tanpa pelabuhan emosional, pada akhirnya berisiko kehilangan daya jelajahnya.

Muhamad Iqbal
Kontributor
Muhamad Iqbal
Hakim Pengadilan Negeri Bireuen

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

hakim hijrah penempatan Reformasi Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 2026

Merajut Integritas Peradilan: Mahkamah Agung Gelar Konsinyering Finalisasi Naskah Urgensi Berikut Draf Perubahan PB 03 dan PB 04 di Bali

September 12, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,402 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi

By Sri Nurmina Sari, S.HSeptember 16, 20260

PENDAHULUAN Salah satu adagium hukum yang pertama kali diperkenalkan pada telinga penulis saat menjadi mahasiswa…

Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan

September 16, 2026

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

September 16, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Evolusi Hukum Keluarga Indonesia: Refleksi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi
  • Menelusuri Jejak Uang: Dari Data Intelijen Keuangan hingga Pembuktian di Persidangan
  • Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok
  • Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe
  • Meredefinisi Peran Ahli Hukum dalam Persidangan Perkara Pidana

Recent Comments

  1. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
  4. Vanimut on Ketua PTA Kepri Buka Pendampingan Monev KIP Tahun 2026
  5. Ekasari on BSDK MA Run 2026: 10 Kilometer Pelari CADAS, Berlari Bersama Menjaga Semangat Pengabdian dan Integritas
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Sri Nurmina Sari, S.H
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.