Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

Memutus Aliran Dana Kejahatan: 25 Hakim Perdalam Penanganan Perkara TPPU di Depok

Sriti Hesti AstitiBy Sriti Hesti AstitiSeptember 16, 2026 · 09:34 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Depok, 16 September 2026 – Sebanyak 25 hakim peradilan umum dari berbagai wilayah hukum di Indonesia mengikuti pelatihan penanganan tindak pidana pencucian uang di Pusdiklat APU PPATK, Tapos, Depok. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pusdiklat Anti Pencucian Uang PPATK dan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau BSDK MA RI.

Pelatihan tersebut mempertemukan perspektif intelijen keuangan, penegakan hukum, dan kekuasaan kehakiman dalam satu ruang belajar. Pokok pembahasannya tidak berhenti pada cara membuktikan pencucian uang, tetapi bergerak lebih jauh: bagaimana negara memutus manfaat ekonomi kejahatan, memulihkan aset, serta tetap menjaga hak terdakwa dan pihak ketiga yang beritikad baik.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan,  D. Y. Witanto, menekankan pentingnya pelatihan ini bagi para hakim. Perkara pencucian uang terus berkembang mengikuti perubahan teknologi, pola transaksi, dan cara pelaku menyembunyikan kepemilikan aset. Karena itu, hakim memerlukan pengetahuan yang terus diperbarui agar mampu membaca konstruksi perkara secara utuh dan menghasilkan putusan yang tepat, adil, serta responsif terhadap perkembangan kejahatan keuangan. Kegiatan kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Pusdiklat APU PPATK, Ikhyar Efendi menandai dimulainya proses pembelajaran bersama yang dirancang untuk memperkuat pemahaman hakim mengenai rezim antipencucian uang, risiko kejahatan keuangan, pola penelusuran aset, dan tantangan pembuktian di persidangan, sebab kejahatan tidak benar-benar berhenti ketika pelakunya dijatuhi hukuman. Selama uang dan aset hasil tindak pidana masih dapat dinikmati, dipindahkan, atau digunakan untuk membiayai kejahatan berikutnya, mata rantai kriminalitas akan terus hidup. Pesan inilah yang mengemuka dalam Pelatihan Pemeriksaan Perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bagi Hakim, yang berlangsung pada 15–18 September 2026.  Beliau menyampaikan dalam pelatihan para peserta diajak berpikir untuk memahami pasal dan prosedur hukum. Para hakim juga diberikan gambaran lebih luas: pencucian uang merupakan bagian penting dari mesin kejahatan yang dapat mengganggu perekonomian, merusak kepercayaan publik, dan melemahkan ketahanan negara.

Hari pertama, Penegakan TPPU Sebagai Bentuk Bela Negara

Pada awal materi, Narasumber Rizki Addwiansyah, S.H., M.H., CCFA, CTFAIA, CH, CT, membuka pembahasan dengan menempatkan penegakan hukum TPPU sebagai salah satu wujud bela negara. Dalam konteks kekinian, bela negara tidak hanya diwujudkan dengan mengangkat senjata. Komitmen menjaga integritas hukum dan melindungi perekonomian nasional dari aliran dana ilegal juga merupakan bentuk pengabdian kepada negara.
Ancaman yang dihadapi Indonesia kini tidak selalu datang dalam bentuk serangan militer yang terlihat. Ada pula ancaman ekonomi dan hibrida yang bergerak melalui ruang digital, jaringan lintas negara, perusahaan cangkang, rekening nominee, hingga transaksi aset kripto. Senjatanya bukan tank atau artileri, melainkan aliran dana ilegal yang mampu membiayai sindikat kriminal, menggerus penerimaan negara, dan mengganggu iklim investasi yang sehat.
Dalam paparan tersebut, pencucian uang disebut sebagai enabler crime atau kejahatan yang memungkinkan tindak pidana lain terus berkembang. Uang hasil korupsi, narkotika, perjudian daring, perdagangan orang, penipuan, dan kejahatan lingkungan dapat disamarkan melalui serangkaian transaksi hingga tampak berasal dari kegiatan yang sah. Jika aliran dananya tidak diputus, pelaku bukan hanya tetap menikmati keuntungan, tetapi juga memiliki modal untuk mengulangi atau memperluas kejahatannya.
Karena itu, penegakan hukum tidak cukup berhenti pada penghukuman badan. Penelusuran, pembekuan, penyitaan, dan perampasan aset perlu dilakukan agar manfaat ekonomi dari kejahatan benar-benar dapat dihentikan. Dalam proses tersebut, aparat penegak hukum dituntut memiliki tiga modal utama: integritas, kompetensi, dan kegigihan

Baca Juga  WKMA Yudisial Resmi Buka Pelatihan Kecerdasan Artifisial Bagi Hakim dengan Tema Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan Di Pengadilan Gelombang 1
Membaca Risiko di Balik Transaksi

Sesi berikutnya disampaikan oleh Azanul Fadhly Noor, yang mengajak peserta memahami kejahatan keuangan melalui pendekatan berbasis risiko. Menurut paparannya, perkara yang berhasil terungkap sering kali hanya menjadi bagian kecil dari jaringan yang jauh lebih besar, seperti puncak gunung es yang terlihat di permukaan.
Untuk membaca keseluruhan ancaman, diperlukan National Risk Assesment (NRA) atau penilaian risiko nasional. Penilaian ini membantu negara mengenali sumber ancaman, menemukan celah yang dapat dimanfaatkan pelaku, dan mengukur dampaknya terhadap masyarakat serta stabilitas ekonomi. Hasilnya menjadi dasar dalam menentukan prioritas kebijakan dan mengarahkan sumber daya penegakan hukum ke sektor yang paling rentan.
Risiko pencucian uang dapat muncul dari berbagai tindak pidana asal, termasuk korupsi, narkotika, perpajakan, kejahatan siber, dan kejahatan keuangan hijau. Kerentanannya juga tersebar di banyak sektor, mulai dari perbankan, layanan pembayaran, properti, perdagangan kendaraan, teknologi finansial, hingga aset kripto. Di tingkat internasional, aliran dana lintas batas menambah kompleksitas karena melibatkan yurisdiksi dan sistem hukum yang berbeda.
Indonesia telah menjadi anggota penuh Financial Action Task Force (FATF) sejak 2023. Capaian tersebut menunjukkan pengakuan terhadap perkembangan kerangka pencegahan dan pemberantasan pencucian uang di Indonesia. Namun, pekerjaan belum selesai. Efektivitas pengawasan, penuntutan TPPU, pemulihan aset, dan penerapan sanksi yang proporsional tetap perlu diperkuat.

Hakim Menjaga Keadilan, Sekaligus Memutus Manfaat Kejahatan

Pada sesi ketiga, Prof. Dr. Eva Achjani Zulfa, S.H., M.H., menyoroti posisi penting hakim dalam pemeriksaan perkara TPPU. Hakim tidak hanya menentukan terbukti atau tidaknya kesalahan terdakwa. Hakim juga harus menilai jejak transaksi, memastikan perlindungan hak para pihak, menentukan status aset, serta menjaga agar proses pemulihan aset tetap berjalan sesuai hukum.
Perkara pencucian uang memiliki tingkat kerumitan tersendiri. Dana hasil kejahatan dapat berpindah melalui banyak rekening, disamarkan menggunakan pihak ketiga, ditempatkan dalam perusahaan cangkang, atau diubah menjadi properti, kendaraan, saham, dan aset virtual. Nama yang tercantum dalam dokumen kepemilikan pun belum tentu menunjukkan siapa yang benar-benar menguasai dan menikmati manfaat ekonominya.

Baca Juga  Bedah Kasus, Perkuat Profesionalisme: Hari Terakhir Pelatihan Yudisial Panitera/Panitera Pengganti Peradilan Agama

Karena itu, hakim perlu membaca ‘cerita ekonomi’ di balik setiap transaksi. Pertanyaan yang diajukan tidak cukup hanya mengenai siapa yang menerima atau mentransfer dana. Pemeriksaan juga perlu menelusuri asal harta, alasan pemindahan, kewajaran transaksi, pengendali aset yang sesungguhnya, dan pihak yang akhirnya menerima manfaat.
Pembuktian terbalik sebagaimana diatur dalam Pasal 77 dan Pasal 78 Undang-Undang TPPU menjadi salah satu instrumen penting. Terdakwa dapat diminta menjelaskan bahwa harta yang berkaitan dengan perkara berasal dari sumber yang sah. Meski demikian, mekanisme tersebut bersifat terbatas dan berimbang. Penuntut umum tetap berkewajiban membuktikan tindak pidana, keterlibatan terdakwa, serta hubungan antara aset dan perbuatan pidana.
Perampasan aset pun tidak boleh dilakukan secara serampangan. Hakim harus memastikan adanya keterkaitan yang memadai antara harta dan tindak pidana, sekaligus melindungi pihak ketiga yang beritikad baik. Semangat mengikuti aliran dana atau follow the money harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap asas praduga tidak bersalah dan hak atas proses peradilan yang adil.

Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Sidang

Tiga materi dalam pelatihan ini bertemu pada satu kesimpulan: pemberantasan pencucian uang tidak cukup dilakukan dengan menangkap dan menghukum pelaku. Negara juga harus memahami peta risikonya, mengikuti aliran dana, menemukan penerima manfaat yang sebenarnya, dan mengambil kembali hasil kejahatan melalui proses hukum yang adil.
Di sinilah peran hakim menjadi sangat menentukan. Putusan yang cermat bukan hanya menyelesaikan satu perkara, tetapi juga dapat menghentikan kemampuan ekonomi sebuah jaringan kejahatan. Dengan pemahaman yang lebih kuat mengenai pola transaksi, pembuktian, dan pemulihan aset, para hakim diharapkan mampu menghadirkan putusan yang tegas tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian dan perlindungan hak.
Kolaborasi pelatihan Pusdiklat APU PPATK dan BSDK MA RI yang sudah berlangsung sejak tahun 2022, menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas peradilan dalam menghadapi kejahatan keuangan yang terus berubah. Dari ruang pelatihan di Tapos, pengetahuan tersebut selanjutnya akan dibawa ke ruang-ruang sidang di berbagai wilayah Indonesia, tempat aliran dana kejahatan diuji, ditelusuri, dan pada akhirnya diputus (SHA).

Sriti Hesti Astiti
Kontributor
Sriti Hesti Astiti
Hakim Niaga Jakarta Pusat

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Pusdiklat Teknis Peradilan teknis peradilan Tindak Pidana Pencucian Uang TPPU
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI

October 31, 2026

90 Warga di Gugat, Hakim PN Dataran Hunipopu Cek Langsung Objek Sengketa

October 31, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

By Wilmar Ibni Rusydan and Daniel H. NapitupuluOctober 31, 20260

Kabar meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Pemalang pada awal Oktober 2026 cukup menyita perhatian…

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime
  • Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI
  • 90 Warga di Gugat, Hakim PN Dataran Hunipopu Cek Langsung Objek Sengketa

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.