Seorang gadis belia duduk gelisah di atas kursi kayu ruang sidang yang dingin. Di sampingnya, kedua orang tuanya duduk dengan sikap santun, meski tak seiman dengannya sebuah sekat keyakinan yang kian menambah sunyi di dada. Jemari-jemari halusnya menggenggam erat sehelai kain kecil yang basah oleh keringat dingin, seakan di sanalah seluruh ketakutan dan penyesalannya ia titipkan. Usianya baru menginjak delapan belas tahun lebih empat bulan. Di usia yang begitu kekanak-kanakan itu, ia justru harus memikul beban terberat dalam hidupnya, menghadapi pertanyaan terbesar dalam hidupnya tentang sebuah kesalahan masa muda yang telah ia perbuat. Tiga tahun sudah ia merajut kasih dengan…
Read More