Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026 · 11:36 WIB

Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Gelar Sosialisasi Revisi Buku II dan Optimalisasi Aplikasi SIPP Demi Wujudkan Modernisasi Peradilan Militer yang Transparan dan Akuntabel

October 23, 2026

Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api

October 22, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

Khoiruddin HasibuanBy Khoiruddin HasibuanOctober 23, 2026 · 11:36 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

GARUT, 22 Oktober 2026 — Dua ekor domba jantan saling berhadapan. Tanduk mereka melengkung kokoh, tubuhnya tegap, dan matanya tertuju kepada lawan. Sesaat kemudian, keduanya mengambil ancang-ancang, berlari, lalu mempertemukan tanduk dengan benturan keras.

Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin sekadar pertarungan dua ekor hewan. Namun, bagi masyarakat Garut, Jawa Barat, di balik setiap benturan, tersimpan sejarah panjang, kebanggaan, pengetahuan peternakan, bahkan nilai seni yang diwariskan selama beberapa generasi.

Tradisi itulah yang menarik perhatian Pelaksana Tugas Kepala Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung RI, Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., ketika menghabiskan sebagian waktu sorenya di Garut pada Kamis 22 Oktober 2026.

Sebelumnya, Syamsul bersama sekitar 350 aparatur BSDK dan sejumlah undangan, mengikuti kegiatan penanaman pohon santigi di kawasan Gunung Papandayan, Garut. Seusai kegiatan tersebut, ia bersama sejumlah rombongan menyempatkan diri menyaksikan pertunjukan seni ketangkasan domba Garut.

Perjalanan sore itu menghadirkan pengalaman berbeda bagi rombongan. Dari kegiatan pelestarian alam di Papandayan, mereka beralih mengenal kekayaan budaya masyarakat yang hidup di kaki pegunungan Priangan.

Mendalami Adu Ketangkasan Domba Garut

Kamis sore tersebut, pria yang juga Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung tersebut bukan sekadar datang, menonton, kemudian meninggalkan arena, namun ia juga mengambil kesempatan itu, untuk mendalami berbagai pengetahuan mengenai dunia peternakan dan seni ketangkasan domba Garut.

Pada saat itu, ia didampingi oleh Asep Rahwanto, Sekretaris Jenderal DPC Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Garut. Sambil menyaksikan adu ketangkasan domba garut, mereka berdua mengobrol seputar hal-hal terkait dengan adu domba. Kemudian obrolan mereka berkembang dari persoalan sederhana mengenai karakteristik domba Garut hingga persoalan yang lebih mendalam: bagaimana menghasilkan keturunan unggul, merawat domba sebelum dan sesudah pertandingan, menentukan pemenang, serta memahami batas antara tradisi budaya dan perbuatan yang dilarang hukum.

Salah satu obrolan mereka yang menarik adalah tentang prinsip bibit, bebet, dan bobot. Dalam pemuliaan domba Garut, kualitas seekor pejantan tidak cukup hanya dilihat dari tubuh besar atau tanduknya yang indah. Riwayat keturunan, kesehatan, karakter, dan kualitas induk betina juga menjadi pertimbangan penting.

Perkawinan tidak dilakukan sembarangan. Peternak perlu memilih pasangan jantan dan betina dari rumpun Garut yang berkualitas, memperhatikan silsilah, serta menghindari perkawinan sekerabat terlalu dekat agar mutu genetik tetap terjaga.

Tradisi untuk mengawinkan domba tangkas, dalam tradisi masyarakat Garut sesuai dengan karakter bibit, bebet dan bobotnya, mendapatkan penguatan dari studi yang dilakukan oleh Riko Widiandoko bersama Muladno dan Sri Rahayu dari Institut Pertanian Bogor pada 2003. Hasil Studi mereka menunjukkan pentingnya kajian silsilah dan tingkat perkawinan sekerabat (inbreeding) pada domba Garut penyandang juara. Di mana keberhasilan seekor “gladiator berkaki empat” asal Garut, sesungguhnya dimulai jauh sebelum hewan tersebut memasuki arena pertandingan.

Domba Juara Tidak Lahir Secara Kebetulan

Selanjutnya, pembicaraan antara Syamsul dan Asep beralih kepada perawatan domba.

Seekor domba tangkas, membutuhkan pemeliharaan intensif. Pakan bernutrisi, kecukupan air, kebersihan kandang, perawatan kuku, bulu, dan tanduk, hingga latihan fisik terukur merupakan bagian penting dalam menjaga kondisinya.

Baca Juga  Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

Menjelang pertandingan, kondisi kesehatan harus diperiksa. Domba ditimbang untuk menentukan kelasnya dan dipasangkan dengan lawan yang memiliki bobot seimbang.

Selama pertandingan, pendamping dan wasit bertugas mengendalikan jalannya laga. Benturan tidak boleh berlangsung tanpa batas. Ketika muncul tanda cedera, kelelahan berlebihan, atau gangguan kesehatan, keselamatan hewan harus didahulukan.

Setelah pertandingan, domba memerlukan istirahat, air minum, pemeriksaan kemungkinan cedera, dan pemulihan sebelum kembali menjalani aktivitasnya.

Perhatian terhadap kesehatan tersebut bukan perkara yang sepele. Pemerintah Kabupaten Garut ternyata ikut andil dalam pelestarian tradisi perawatan domba tangkas, dengan menyediakan layanan dokter hewan, vitamin, serta pelayanan kesehatan melalui puskeswan keliling dalam penyelenggaraan kontes seni ketangkasan.

Bukan Sekadar Adu Kekuatan

Hal menarik lainnya untuk diketahui ialah sistem penilaiannya. Dalam seni ketangkasan domba Garut, kemenangan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa keras seekor domba menghantam lawannya.

Setidaknya, ada lima komponen penilaian adu ketangkasan domba garut. Pertama, tentang kesehatannya, yang mendapatkan nilai maksimal 10. Kedua, penampilan atau adeg-adeg  yang mendapatkan nilai maksimal 25. Ketiga, teknik bertanding, yang mendapatkan nilai maksimal 30. Keempat, teknik pukulan yang mendapatkan nilai maksimal 25, dan kelima, keberanian yang mendapatkan nilai maksimal 10. Total nilai tertinggi dari kelima aspek menentukan pemenang adu ketangkasan.

Artinya, domba yang paling kuat sekalipun, belum tentu menjadi juara. Postur tubuh, bentuk dan panjang tanduk, bulu, keindahan langkah, teknik mengambil ancang-ancang, serta keberanian menghadapi lawan turut menentukan hasil pertandingan.

Dalam pertunjukan tradisional, gerakan domba tangkas kerap diiringi kendang pencak. Para pendamping bergerak mengikuti irama, sementara penonton menikmati perpaduan ketangkasan hewan dan ekspresi budaya Sunda.

Tradisi yang Lebih Tua daripada Republik

Sejarah seni ketangkasan domba Garut ternyata jauh lebih panjang daripada usia kemerdekaan Indonesia.

Sejarawan Universitas Padjadjaran, Budi Gustaman, melalui studi yang dilakukannya tentang “Menilik Pertunjukan Adu Domba di Priangan pada Masa Kolonial,” yang diterbitkan dalam Jurnal Patanjala pada 2021, mengungkap bahwa kemunculan domba Garut berkaitan dengan persilangan domba lokal dan domba impor.

K.F. Holle, tokoh perkebunan dan pemerhati pertanian pada masa kolonial, disebut berperan dalam mendatangkan domba untuk pengembangan produksi wol. Persilangan tersebut kemudian menghasilkan karakteristik domba yang berkembang menjadi domba Garut.

Pertunjukan adu domba sendiri telah populer di Priangan sejak akhir abad ke-19. Dari kebiasaan masyarakat mengadu hewan, kegiatan tersebut berkembang menjadi hiburan yang ditampilkan dalam berbagai perayaan besar.

Memasuki awal 1900-an, tradisi ini semakin dikenal melalui kegiatan para penggembala. Sekitar 1920–1930, pertunjukan domba mulai merambah ruang publik perkotaan, termasuk kawasan alun-alun.

Tradisi tersebut sempat mengalami kemunduran ketika perang berlangsung, sebelum kembali berkembang sesudah kemerdekaan.

Pada 1970-an terbentuk Himpunan Peternak Domba Indonesia (HPDI). Organisasi ini kemudian berkembang menjadi HPDKI pada 1980.

Perubahan penting terjadi pada 1983 ketika pertemuan organisasi peternak di Mandirancan, Kuningan, yang menyepakati penguatan istilah Kontes Seni Ketangkasan Domba.

Perubahan itu bukan sekadar pergantian nama. Orientasi pertandingan diarahkan pada nilai estetika, ketangkasan, serta pembatasan benturan untuk meninggalkan praktik lama yang berisiko mencederai hewan.

Baca Juga  Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

Ketika Tradisi Bertemu Hukum Pidana

Bagi Syamsul yang merupakan Hakim Agung Kamar Pidana, pembicaraan mengenai seni ketangkasan domba juga memiliki dimensi hukum yang harus didudukkan secara jelas.

Pertanyaannya, apakah pertunjukan semacam ini dapat dipersamakan dengan sabung ayam dan kemudian dipidana?

Jawabannya tidak sesederhana menyamakan dua jenis pertunjukan hewan tersebut. Seni ketangkasan domba Garut, merupakan kegiatan budaya dan peternakan yang memiliki aturan pertandingan, penilaian artistik, serta tujuan seleksi bibit unggul. Kegiatan tersebut tidak otomatis merupakan perjudian ataupun penganiayaan hewan.

Namun, status sebagai tradisi yang harus dilestarikan, tidak memberikan kekebalan dari hukum pidana.

Sejak 2 Januari 2026, KUHP Nasional melalui Pasal 337 mengatur tindak pidana penganiayaan hewan, sedangkan Pasal 338 mengatur penggunaan atau pemanfaatan hewan di luar kemampuan kodratnya yang dapat membahayakan kesehatannya.

Ketentuan perjudian juga diatur dalam Pasal 426 dan Pasal 427 KUHP. Karena itu, penyelenggaraan seni ketangkasan perlu memastikan tidak terdapat praktik taruhan, penganiayaan, pemaksaan hewan yang sakit untuk bertanding, penggunaan zat berbahaya, maupun benturan berlebihan yang mengancam keselamatan hewan.

Pertandingan harus diawasi, kondisi kesehatan diperhatikan, dan benturan harus dibatasi. Perizinan penyelenggaraan serta penerapan prinsip kesejahteraan hewan, juga harus menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi.

Dengan demikian, perbedaan antara seni ketangkasan yang diselenggarakan secara bertanggung jawab dan perbuatan pidana terletak pada fakta perbuatannya, serta terpenuhi atau tidaknya unsur tindak pidana, bukan semata-mata pada nama atau klaim kebudayaannya.

Menjaga Warisan Budaya

Di Garut, upaya pelestarian domba telah memperoleh landasan kebijakan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menetapkan domba Garut sebagai rumpun ternak lokal Indonesia melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2914/Kpts/OT.140/6/2011. Pemerintah Kabupaten Garut, kemudian menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pelestarian dan Pengembangan Domba Garut.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa domba Garut bukan hanya memiliki nilai ekonomi bagi peternak, tetapi juga merupakan kekayaan genetik dan identitas budaya yang perlu diwariskan.

Bagi Syamsul Arief dan rombongannya, perjalanan sore itu menjadi kesempatan mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di luar lingkungan peradilan.

Jika sebelumnya mereka menanam pohon santigi sebagai simbol harapan bagi masa depan lingkungan, di arena ketangkasan domba Garut, mereka menemukan bentuk pelestarian lainnya: menjaga warisan budaya yang telah tumbuh selama lebih dari satu abad.

Ada benang merah yang mempertemukan keduanya. Alam harus dijaga agar tetap hidup, sedangkan kebudayaan perlu dirawat agar tidak kehilangan akar sejarahnya.

Seni ketangkasan domba Garut telah melewati zaman kolonial, masa perjuangan kemerdekaan, hingga kehidupan Indonesia modern. Tradisi itu layak terus hidup, tentu dengan aturan yang semakin menjamin keselamatan dan kesejahteraan hewan.

Sebab melestarikan kebudayaan bukan berarti mempertahankan seluruh praktik masa lalu tanpa perubahan. Pelestarian justru menuntut kemampuan menjaga nilai terbaiknya sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Dan sore itu, di tengah tradisi masyarakat Garut, tersimpan sebuah pesan sederhana: bangsa yang menghargai masa depannya tidak boleh melupakan sejarah dan kebudayaan yang membentuk jati dirinya.

Khoiruddin Hasibuan
Kontributor
Khoiruddin Hasibuan
Hakim Pengadilan Agama Soreang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

adu domba garut warisan budaya
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

October 22, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026 · 11:36 WIB

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026
Don't Miss

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

By Khoiruddin HasibuanOctober 23, 2026 · 11:36 WIB0

GARUT, 22 Oktober 2026 — Dua ekor domba jantan saling berhadapan. Tanduk mereka melengkung kokoh,…

Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Gelar Sosialisasi Revisi Buku II dan Optimalisasi Aplikasi SIPP Demi Wujudkan Modernisasi Peradilan Militer yang Transparan dan Akuntabel

October 23, 2026

Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api

October 22, 2026

Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

October 22, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan
  • Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Gelar Sosialisasi Revisi Buku II dan Optimalisasi Aplikasi SIPP Demi Wujudkan Modernisasi Peradilan Militer yang Transparan dan Akuntabel
  • Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api
  • Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup
  • PTUN Banda Aceh Selaraskan Peran SPI Kawal Tindak Lanjut Pengawasan

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Rocky Gerung
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.