Pengabdian seorang Prajurit hingga akhir merupakan harapan dan cita-cita semua Prajurit TNI di manapun bertugas dan berada untuk bisa nenikmati masa purna bhakti dengan keluarga tercinta setelah sekian lama selama bertugas tidak jarang meninggalkan keluarga tercinta demi pengabdian kepada Bangsa dan Negara, jalan panjang pengabdian Prajurit tidak semudah yang dibayangkan banyak halangan dan rintangan yang perlu dihadapi dengan penuh rasa tanggungjawab dan disiplin serta berintegritas.
Jalan Panjang Prajurit TNI semuanya akan berakhir secara bergantian seiring dengan berjalannya waktu akan memasuki masa purna bhakti pengabdian terakhir dengan dilaksanakan acara Tradisi Kesatuan yang merupakan kebanggaan Prajurit yaitu acara Wisuda Purna Bhakti sebagai rasa cinta dan peduli terhadap pengabdian-pengabdian yang sudah dilaksanakan selama berdinas serta penghormatan sebelum masa pensiun nantinya.

Pengadilan Militer Utama melaksanakan acara Wisuda Purna Bhakti Laksamana Muda TNI Ismu Edy Aryanto, S.H.,M.H. sebagai Kadilmiltama periode 24 April 2024 sampai dengan 1 Februari 2026, acara tersebut dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung R.I YM Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. dihadiri oleh Wakil Ketua MA Bidang Yudisial H. Suharto, S.H., M.Hum, Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial Dr. H. Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum, Ketua Muda Kamar Militer Brigjen Purn Hidayat Manao, S.H., M.H. Ketua Muda Kamar Pengawasan Prof. Dr. Yanto,S.H., M.H, para Hakim Agung Kamar Militer, Sekretaris MA Sugiyanto, S.H., M.H., Para Pejabat eselon I Mahkamah Agung (Plt Panitera MA, Kabawas MA, Dirjen Badilmiltun, Kabadan Strajak Diklat Kumdil MA), Para Pejabat eselon I Jampidmil Kejaksaan Agung, Kababinkum TNI, Orjen TNI, Waka Dilmiltama, Para Pokkimiltama Sekretaris Dilmiltama , Panitera Dilmiltama Para Kadilmilti I sd III, Para Kepala Dinas Hukum Angkatan, Kaotmilti II Jakarta, Para Hakim Militer Tinggi, Para Kadilmil serta seluruh pejabat struktural dan fungsional peradilan Militer seluruh Indonesia baik melalui daring maupun luring melalui media streaming You Tube.
Maksud diselenggarakannya kegiatan Wisuda Purna Bhakti itu merupakan acara seremoni tradisi kesatuan yang istimewa dipimpin oleh ketua Mahkamah Agung, dan para pimpinan empat peradilan yang ada dibawah Mahkamah Agung, acara ini untuk menghormati pengabdian Laksamana Muda TNI Ismu Edy Aryanto, S.H.,M.H. setelah mengabdikan hidup selama 34 tahun, baik sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia, maupun sebagai hakim dan pimpinan di lingkungan peradilan militer.
Tujuan diselenggarakan kegiatan wisuda purna bhakti ini untuk tetap menjalin tali silaturahmi tetap menjali tali silaturahim dengan insan jajaran peradilan dan Mahkamah Agung. Melalui wadah PERPAHI (Persatuan Purnabakti Hakim Indonesia).
Rangkaian kegiatan Wisuda Purna Bhakti Kadilmiltama diawali dengan penyambutan YM. Ketua Mahkakamh Agung dengan Jajar kehormatan oleh Kadilmiltama dan Waka Dilmiltama, Pokkimmiltama Para Kadilmilti, Hakim tinggi Para Kadilmil dan pejabat struktural kemudian dilanjutkan persembahan yel yel oleh seluruh anggota Dilmiltama, Dilmilti II Jakarta dan Dilmil II – 08 Jakarta.

Dalam sambutan Y.M. Ketua Mahkamah Agung R.I. memberikan apresiasi yang setinggi tinggi dengan memberikan amanat bahwa:
“Sebelum memangku suatu jabatan, kita tentu masih mengingat dengan jelas, betapa kuat getaran semangat dan kebahagiaan. Ada rasa bangga, sekaligus tekad untuk menjalankan amanah sebaik-baiknya. Pelantikan menjadi simbol awal perjalanan, awal tanggung jawab, dan awal pengabdian. Namun sering kali kita lupa bahwa sebuah perjalanan yang baik tidak hanya diukur dari bagaimana ia dimulai, melainkan juga dari bagaimana ia diakhiri.
Oleh karena itu, pada momentum purnabakti ini, sudah sepantasnya kita merasakan kebahagiaan yang sama, bahkan mungkin kebahagiaan yang lebih dalam, karena kita mampu mengakhiri tugas-tugas jabatan dengan baik, terhormat, dan penuh integritas.
Mengakhiri amanah dengan kepala tegak, adalah capaian moral yang tidak mampu diraih semua orang. Oleh karena itu, purnabakti bukanlah semata-mata menandakan berakhirnya masa kedinasan, melainkan bukti bahwa sebuah tanggung jawab telah ditunaikan dengan paripurna. Itulah mengapa, seorang prajurit yang purna tugas disebut ‘purnawirawan’: yakni seorang wira atau ksatria, yang telah tuntas menggenapkan pengabdiannya kepada bangsa.”
Setelah rangkaian Wisuda Purna Bhakti selesai YM. Ketua Mahkamah Agung R.I meninggalkan tempat acara, kemudian para pejabat Mahkamah Agung yang masih ada di Tempat melanjutkan acara Pengantar Purna Bhakti Kadilmiltama sebagai acara prosesi terakhir.
Acara Wisuda Purna Bhakti
Kadilmiltama
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


