Langit Megamendung hari ini, Jumat, 6 Februari 2026 dari pagi seperti namanya Megamendung, cuaca mendung menggelayuti Kawasan Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) dari pagi sampai dengan siang. Di hari ini jelang bulan suci Ramadhan, bulan suci yang sudah di depan mata, kehadirannya tinggal menghitung hari, segenap aparatur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan (Menpim BSDK) yang diprakarsai oleh Para Hakim Yustisial Menpim dan tentunya dengan persetujuan Bapak Kapus Menpim (DY Witanto) mengadakan acara cucurak. Apa itu Cucurak? Istilah ini dalam lingkungan masyarakat sunda mengandung arti: bersenang-senang dengan makan bersama (botram) sebagai wujud Syukur menyambut bulan suci Ramadhan. Dalam tradisi orang Jawa dikenal istilah Munggahan, yang dapat diartikan sebagai bentuk silaturahmi, doa bersama, dan pembersihan diri menjelang bulan Ramadhan. Acaranya sederhana, yakni makan-makan bersama dilaksanakan di ruang makan serba guna Gedung C. Lokasi ruang ini terlihat mewah dan eksklusif, yang merupakan hasil renovasi yang digagas oleh Bapak Sekretaris Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (Sesbadan). Bentuk fisiknya saat ini seperti resto Bintang lima. Acara tersebut diadakan untuk mempererat tali silaturahim warga Menpim serta ajang untuk bermaafan atas salah dan khilaf sesama warga Menpim yang biasa dilakukan menjelang Ramadhan.
Sejatinya acara tersebut juga dihadiri oleh Bapak Kabadan BSDK, namun Bapak Kabadan BSDK (Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.) tidak dapat hadir membersamai warga Menpim karena ada kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan, begitu pula Bapak Sesbadan (Dr. Drs. H. Achmad Jufri, S.H.,M.H.) juga tidak bisa hadir karena sedang ada kegiatan di Sabang. Bapak Kapus Menpim (DY Witanto) sebagai tuan rumah juga dengan sangat berat hati tidak dapat membersamai warga Menpim dalam acara tersebut karena mewakili Bapak Kabadan dalam sebuah kegiatan di Yogyakarta. Lewat pesannya, Bapak Kapus Menpim menyampaikan agar acara yang sudah menjadi kebiasaan warga Menpim tersebut tetap dilaksanakan walau tanpa kehadirannya karena memang Ramadhan sudah di depan mata.
Dalam acara Cucurak tersebut Bapak Yustiar Nugroho (Kabid penyelenggara) mewakili Bapak Kapus Menpim menyampaikan sambutan bahwa acara ini diprakarsai oleh para Hakim Menpim sebagai bentuk rasa Syukur atas karunia Allah yang telah diberikan, serta bentuk berbagi kepada warga Menpim atas perwujudan rasa Syukur tersebut. Bapak Kabid dalam sambutan tersebut juga menekankan dan mengingatkan akan Integritas yang tinggi. Bahwa ancaman terhadap integritas ada di depan mata. Kalau di pengadilan ancaman terlihat nampak dari bentuk suap disebut korupsi, tapi kita yang berada dilingkungan Diklat ancaman tersebut bisa dalam bentuk lain, seperti permintaan perangkingan, penilaian atau lain-lainnya, maka kita harus menjaga integritas lebih baik lagi. Beliau mengingatkan, bahwa bagi Hakim yang sudah mengalami peningkatan kesejahteraan tidak ada lagi toleransi terhadap tranksaksional, diwanti-wanti untuk menjaga integritas para hakim. Sementara di sisi lain, untuk kepaniteraan dan kesekretariatan upaya dan usaha untuk peningkatan kesejahteraan masih terus diperjuangkan, diminta agar bersabar. Mengakhiri sambutannya Pak Kabid menyampaikan menjelang bulan suci Ramadhan kita selain makan-makan ini sebagai ajang silaturahmi juga mari kita saling memaafkan mungkin selama satu tahun ini ada salah khilaf kita baik pribadi maupun pekerjaan.
Mengakhiri acara tersebut ditutup dengan doa oleh Bpk. Taufik ( Hakim Tinggi Yustisial Menpim), dilanjut dengan salaman saling bermaafan, diakhiri dengan makan-makan bersama.
Dengan suka cita warga Menpim BSDK menyambut bulan suci Ramadhan dengan makan bersama, bersilaturahmi, bermaaf-maafan sambil bersenda gurau diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan yang lebih erat.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp:
SUARABSDKMARI

