Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Author: Yasin Prasetia
“Lex semper dabit remedium (hukum akan selalu memberi obat). Kolaborasi akademisi dan praktisi dibutuhkan untuk menemukan solusi hukum yang tepat. Ungkapan di atas menggambarkan betapa indahnya kolaborasi yang bisa terjalin antara akademisi dan praktisi hukum.’’ Di ruang rapat Pustrajak, Kamis (29/1), Kepala Pustrajak Kumdil MA RI, Bapak Dr. H. Andi Akram S.H, M.H. menerima kunjungan dari sivitas akademika Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerja Sama. Dekan FH Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bapak Prof. Dr. Stefanus Laksanto Utomo, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah menjadi cita-cita beliau sejak Y.M. Ketua Mahkamah Agung menerima kunjungan pihak kampus pada 17…
“Reductio Ad Absurdum, yang sangat dicintai Euclid, adalah salah satu senjata matematikawan paling ampuh. Keampuhannya jauh melampaui gambit apapun dalam permainan catur.” (G.H. Hardy) Bertrand Russell, seorang filsuf asal Inggris mengemukakan sebuah paradoks terkenal yang kemudian disebut sebagai paradoks tukang cukur. Sebuah pertanyaan menarik muncul dalam konteks ini, apakah tukang cukur yang “hanya mencukur orang yang tidak mencukur dirinya sendiri” akan mencukur dirinya sendiri? Jika seseorang mengajukan klaim tukang cukur itu akan mencukur dirinya sendiri, maka berdasarkan aturan, dia tidak akan mencukur dirinya sendiri karena ia “hanya mencukur orang yang tidak mencukur dirinya sendiri”. Kontradiksi ini harus dihindari sehingga klaim…

