Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026

October 17, 2026

Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan

October 17, 2026

Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif

October 17, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Di Antara Rak dan Takdir : Korea, Perpustakaan, dan Mimpi Literasi Hakim Indonesia

Di Antara Rak dan Takdir : Korea, Perpustakaan, dan Mimpi Literasi Hakim Indonesia

M. Natsir AsnawiBy M. Natsir AsnawiDecember 15, 2025 · 13:21 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jarum jam di Seoul seakan bergerak dengan ritme yang berbeda. Pada pukul 13.00 waktu Korea, 10 Desember 2025, cuaca 3°C diluar.

Langkah Delegasi Hakim Indonesia yang dipimpin Dr. Syamsul Arief, S.H., M.H., Kepala Badan Strategi Kebijakan Diklat Hukum Peradilan (BSDK) MA—yang bagi kami lebih sebagai abang atau kawan ketimbang hanya atasan— menembus lorong-lorong gedung Judicial Research and Training Institute (JRTI) Korea.

Tujuan kami bukan sekadar sebuah ruang penuh buku, melainkan jantung sunyi dari sebuah peradaban hukum: Perpustakaan.

Di sanalah, di antara rak-rak tinggi dan cahaya yang jatuh lembut, tersimpan jawaban atas satu pertanyaan besar: mengapa literasi bisa menjadi napas sehari-hari masyarakat Korea, dan mungkinkah mimpi itu dihidupkan di Indonesia, khususnya di kalangan hakim?

Korea: Ketika Literasi Menjadi Budaya, Bukan Kewajiban

Korea Selatan tidak membangun budaya literasi dalam semalam. Ia lahir dari sejarah panjang yang menempa bangsanya. Dari masa penjajahan Jepang, kehancuran Perang Korea, hingga tekad kolektif untuk bangkit melalui pendidikan dan pengetahuan.

Buku, sejak lama, diperlakukan bukan sekadar benda cetak, melainkan alat pembebasan dan mobilitas sosial.

Tak mengherankan jika hari ini perpustakaan di Korea Selatan menjelma menjadi ruang publik yang hidup. Starfield Library di Seoul dan Suwon bukan hanya tempat membaca, tetapi katedral pengetahuan modern. Rak setinggi belasan meter berdiri di tengah mal, menyatu dengan denyut konsumsi dan gaya hidup urban. Seoul Metropolitan Library memeluk masa lalu dengan arsitektur kolonialnya, sementara Seoul Outdoor Library membongkar pakem lama: membaca tak harus sunyi di dalam ruangan, ia bisa dilakukan di taman, di tepi sungai, di bawah langit malam berlampu. Bahkan Chungwoon Literature Library, dengan arsitektur hanok tradisionalnya, menunjukkan bahwa literasi di Korea adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara gunung, kolam, dan halaman buku.

Namun, di balik semua itu, ada satu perpustakaan yang jarang masuk brosur wisata, tetapi justru menjadi dapur sunyi peradilan Korea: Perpustakaan Judicial Research and Training Institute (JRTI). Perpustakaan BSDK-nya Korea.

Perpustakaan JRTI: Ketika Hukum Bertemu Imajinasi

Perpustakaan JRTI berdiri megah namun tidak pongah. Tiga lantai menaungi lebih dari 300.000 judul koleksi, dikelola di bawah koordinasi Biro Perpustakaan Mahkamah Agung Korea.

Bahasa Korea berdampingan akrab dengan Inggris, Prancis, Jerman, Arab hingga literatur Italian ada disana. Ini sebuah penanda bahwa hakim Korea tidak membatasi cakrawala hukumnya pada satu tradisi, melainkan membuka jendela ke dunia.

Begitu pintu dibuka, ruang terasa lapang dan menenangkan. Konsep open space menghapus sekat-sekat psikologis yang sering membuat perpustakaan terasa intimidatif. DY Witanto salah satu delegasi studi komparatif itu bilang : Tidak ada kesan kaku. Tidak ada aura “jangan menyentuh, sebaliknya, rak-rak buku tersusun rapi seolah berbisik: datanglah, jelajahi aku,” ucap Kapus Menpim BSDK yang suka bikin film itu.

Konsep yang Out of the Box

Perpustakaan JRTI meruntuhkan mitos lama tentang perpustakaan sebagai ruang sunyi yang membosankan. Di sini, desain interior mengusung konsep chill out.

Kursi tidak disusun kaku, melainkan fleksibel dan manusiawi. Setiap sudut adalah undangan untuk duduk, bersandar, dan tenggelam dalam bacaan.

Baca Juga  Dialektika Asas Hakim Pasif dan Peran Aktif Hakim dalam Persidangan Perdata: Upaya Menembus Formalitas Menuju Keadilan Substantif

Ada sudut yang terasa seperti labirin sunyi: lorong-lorong rak membentuk gerbang- gerbang kecil menuju dunia lain. Setiap celah adalah kemungkinan. Setiap buku adalah pintu waktu.

Tak berlebihan jika Sriti, Hakim Yustisial BSDK berkata: “perpustakaan ini bukan sekadar  tempat  belajar,  melainkan  arena anak muda mengukir takdirnya sebagai hakim masa depan.”, ucap satu-satunya perempuan delegasi hakim Indonesia itu.

Genealogi Literasi Korea: Negara, Ruang, dan Imajinasi

Mengapa ini bisa terjadi di Korsel?

Pertama, negara hadir sebagai arsitek kebudayaan. Pemerintah Korsel memandang perpustakaan sebagai infrastruktur peradaban, setara dengan jalan dan jembatan.

Kedua, ruang dirancang dengan empati. Perpustakaan tidak memaksa orang untuk patuh, tetapi menggoda mereka untuk betah. Ketiga, literasi tidak dimusuhi oleh teknologi. Gawai dan arsip digital justru dirangkul. Membaca tidak harus selalu mencium bau kertas, yang penting adalah proses berpikir.

“Di Korea, orang tidak “dipaksa” membaca. Mereka diberi alasan untuk jatuh cinta pada membaca,” ucap Made Sukadana Hakim Yustisial paling senior dan sebentar lagi akan menjadi Wakil Ketua Pengadilan Kupang itu.

Indonesia: Apakah Gadget Musuh Literasi?

Pertanyaan klasik pun muncul: bisakah budaya literasi tumbuh di Indonesia, di tengah banjir gawai dan media sosial?

Jawabannya: bisa, jika sudut pandangnya diubah.

Gadget bukan musuh. Ia hanya alat. Yang menjadi masalah adalah ketika perpustakaan kalah menarik dari layar lima inci di genggaman tangan.

“Jika perpustakaan tetap gelap, kaku, dan terasa seperti ruang hukuman, maka wajar jika media sosial menang” ucap Heru Sukaten Hakim Yustisial BSDK MA Pengampuh Pelatihan Sertifikasi Hukum Lingkungan.

Heru juga menambahkan, jika perpustakaan diubah menjadi ruang hidup, tempat diskusi, kontemplasi, dan bahkan relaksasi maka gawai bisa menjadi jembatan, bukan penghalang: akses jurnal digital, e-book, arsip hukum global.

Bagi hakim, literasi harusnya bukan sekadar hobi. Ia adalah fondasi keadilan. Putusan yang adil lahir dari pikiran yang kaya bacaan dan perspektif.

Han Kang, Human Acts, dan Ingatan yang Tidak Pernah Selesai

Di tengah rak-rak itu, Syamsul berhenti. Ia menarik sebuah buku. Menunjukkan kepada saya. Sampulnya sederhana. Judulnya pendek, tetapi menghantam: Human Acts karya Han Kang, novelis dan sastrawan terkemuka Korea Selatan.

“Saya pernah membaca ini,” katanya pelan. Novel ini meraih penghargaan Malaparte Prize 2017. Nada suaranya berubah, lebih personal, lebih dalam.

Sebagai mantan aktivis mahasiswa dan pecinta sastra, Syamsul tidak membaca Human Acts sebagai sekadar novel. Ia membacanya sebagai cermin sejarah. Novel polifonik ini membedah tragedi Pemberontakan Gwangju 1980, ketika demonstrasi mahasiswa untuk demokrasi dihancurkan secara brutal oleh militer Korsel.

Han Kang tidak berteriak. Ia membisikkan horor melalui narator yang berbeda-beda termasuk narator jiwa yang sudah meninggal. Pemuda yang mencari jasad sahabatnya ditempat penampungan jenazah, mahasiswa yang disiksa, editor yang dihantui rasa bersalah, hingga arwah yang belum sempat berpamitan pada hidup. Bab demi bab melompat lintas waktu 1980 hingga 2013, menunjukkan bahwa trauma sejarah tidak pernah benar-benar usai.

Baca Juga  Ketika Dissenting Opinion Menjadi Barang Langka: Sebuah Kegelisahan tentang Sunyinya Nalar Sang Pengadil

Di novel itu, pertanyaan tentang hukum menjadi telanjang: Apa arti keadilan ketika negara berubah menjadi algojo?

Apa arti martabat manusia ketika tubuh dilucuti kemanusiaannya.

Syamsul tersenyum kecil ketika menyebut nama lain: Pramoedya Ananta Toer. Ia bercerita, dengan mata yang sesaat kembali muda, tentang masa mahasiswa, nongkrong di Taman Ismail Marzuki, bercakap-cakap dan berfoto dengan Pram yang merangkulnya hangat.

“Pram dan Han Kang, meski lahir dari tanah berbeda, bertemu dalam satu keyakinan: sastra adalah perlawanan terhadap lupa,” ucap Syamsul seperti sedang kembali ke masa perjuangan mahasiswa dulu.

Jika Han Kang menulis Gwangju, Pram menulis Buru. Jika Korea belajar dari luka 1980, Indonesia menyimpan luka 1965, reformasi berdarah, dan berbagai bab kelam yang belumsepenuhnya dibaca dengan jujur. Dan di sanalah tekad itu mengeras.

Perpustakaan sebagai Ruang Pembentukan Watak Hakim

Syamsul menunjuk rak-rak buku di JRTI.

“Bayangkan,” katanya, “jika perpustakaan BSDK MA Indonesia bukan hanya tempat mencari referensi putusan, tapi ruang di mana sejarah baik dan buruk bangsa ini disusun jujur.”

Rak-rak itu, kelak, bukan hanya berisi hukum acara, tetapi juga sastra, sejarah, filsafat, kesaksian korban, dan refleksi moral. Hakim-hakim muda Indonesia tidak sekadar belajar apa bunyi pasal, tetapi mengapa keadilan harus ditegakkan meski kekuasaan sering menggoda untuk membelokkannya.

Di ruang seperti itu, visi “Peradilan yang Agung” tidak berhenti sebagai slogan di

dinding. Ia menjadi pengalaman batin, dibaca, direnungkan, diperdebatkan, dan dihidupi.

Tekad BSDK: Mimpi yang Sedang Dirajut

Syihabuddin dan Dahlan dua Hakim Yustisial yang terlihat takjub melihat bersih dan estetiknya perpustakaan JRTI itu berbicara kepada Syamsul tentang tekad BSDK menemukan relevansinya.

Kunjungan ke JRTI bukan wisata institusional, melainkan ziarah intelektual.

Ada mimpi yang dibawa pulang: menjadikan  Perpustakaan  Badan  Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum Peradilan Mahkamah Agung RI sebagai ruang yang hidup, menarik, dan membetahkan. Bukan sekadar gudang buku, tetapi laboratorium gagasan bagi hakim Indonesia.

“Bayangkan perpustakaan diklat hakim yang terang, hangat, dengan ruang diskusi, sudut baca santai, akses digital global, dan desain yang mengundang orang untuk tinggal lebih lama,” Ucap Dahlan Hakim Yustisial Militer BSDK

“Bayangkan hakim muda yang tidak sekadar mengejar sertifikat, tetapi membangun kepribadian intelektualnya di antara rak-rak buku,” ucap Syihabuddin Hakim Yustisial yang paling nyantri.

Epilog: Di Antara Rak, Kita Menentukan Arah

Perpustakaan, pada akhirnya, adalah cermin cara sebuah bangsa memandang masa depannya. Korea Selatan memilih menjadikan buku sebagai sahabat sehari-hari.

Indonesia kini berada di persimpangan: membiarkan literasi kalah oleh distraksi, atau merancang ulang ruang-ruang pengetahuan agar kembali memikat.

Di JRTI Korsel, rak-rak buku berdiri seperti saksi bisu dari satu keyakinan: masa depan keadilan lahir dari kebiasaan membaca hari ini.

Dan di sanalah, di antara halaman-halaman yang terbuka, mimpi literasi hakim Indonesia mulai menemukan bentuknya.

M. Natsir Asnawi
Kontributor
M. Natsir Asnawi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artikel filsafat perpustakaan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Two Desks, One Synchronized Story: Optimizing the Cross-Checking Feature

October 17, 2026

Manusia Tidak Selesai pada Kesalahannya

October 17, 2026

From the Courtroom to a Space for Dialogue

October 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,617 Views
Don't Miss

Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026

By Bagus Partha WijayaOctober 17, 20260

SAMARINDA – Selasa, 13 Oktober 2026, di tengah pelaksanaan Sidang Keliling di Samarinda, Pengadilan Militer…

Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan

October 17, 2026

Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif

October 17, 2026

Gugatan Lingkungan Hidup di PN Sibuhuan Berakhir Damai, Tergugat Berkomitmen Lengkapi Perizinan Perkebunan

October 17, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026
  • Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan
  • Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif
  • Gugatan Lingkungan Hidup di PN Sibuhuan Berakhir Damai, Tergugat Berkomitmen Lengkapi Perizinan Perkebunan
  • Kabut Asap Bukan Penghalang, MS Kutacane Ajak Masyarakat Konsultasi Hukum dari Rumah melalui SAPA

Recent Comments

  1. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  2. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  3. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  4. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  5. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.