मेनू बंद करें
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो

अपडेट के लिए सब्सक्राइब करें

FooBar से कला, डिजाइन और व्यवसाय से जुड़ी नवीनतम रचनात्मक खबरें प्राप्त करें।

नवीनतम क्या है

Sesditjen Badilag Tekankan Implementasi Integritas dalam Pembinaan Zona Integritas di PA Soreang

28 April 2026 • 18:23 WIB

Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur

28 April 2026 • 16:03 WIB

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB
Instagram यूट्यूब
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
छवि विवरण
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
छवि विवरण
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो
Home » Penerimaan Sebagai Dasar Berlakunya Hukum Di Masyarakat
लेख

Penerimaan Sebagai Dasar Berlakunya Hukum Di Masyarakat

Sebuah Bantahan Terhadap Fiksi Hukum Dan Ignorantia Juris Non Excusaat
मुहम्मद अदिगुना बिमासक्तिमुहम्मद अदिगुना बिमासक्ति20 December 2025 • 08:41 WIB7 Mins Read
शेयर करना
फेसबुक ट्विटर धागे टेलीग्राम WhatsApp

Suatu peraturan di Indonesia dianggap telah berlaku dan mengikat untuk umum jika ia diundangkan sesuai dengan asas fiksi hukum. Sehingga ketidaktahuan seseorang akan hukum tidak dapat menjadi alasan pembenar dari tindakannya yang melanggar hukum (ignorantia juris non excusaat). Sehingga pada umumnya dalam setiap peraturan perundang-undangan pada pasal terakhir hampir selalu diatur bahwa peraturan tersebut berlaku sejak saat diundangkan, atau jika tidak maka diatur kapan ia akan berlaku (misalnya tanggal tertentu seperti UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP). Pada saat undang-undang tersebut sudah berlaku maka ia akan mengikat secara umum, oleh karena itu dalam bahasa Belanda peraturan perundang-undangan disebut juga dengan algemene verbindend voorschriften (AVV) yang secara harfiah bermakna ketentuan umum tertulis yang mengikat.

Permasalahan terkait dengan kekuatan mengikat dari suatu peraturan perundang-undangan adalah mengenai penerapannya. Sebagaimana dikemukakan oleh Hans Kelsen bahwa hubungan antara hukum dengan fakta tidak selalu bersifat kausalitas melainkan bersifat impunitas. Arti dari impunitas adalah bahwa pelanggaran suatu norma tidak selalu berakibat pada adanya penegakan hukum pada pelanggaran norma tersebut. Hal ini tentu berbeda dengan prinsip kausalitas di mana jika pelanggaran norma terjadi maka penegakan hukum pasti dilakukan (Jika A melanggar Pidana maka akibatnya ia pasti dihukum). Artinya hukum baru berlaku apabila diterapkan oleh masyarakat. Jika ia tidak diterapkan maka hukum tersebut dianggap tidur atau mati.

Permasalahan lain muncul pula terkait pluralisme hukum dan pilihan hukum. Permasalahannya di dalam sistem hukum Indonesia pada bidang hukum tertentu terdapat pluralisme hukum. Misalnya terdapat pluralisme hukum pidana dan perdata di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, atau di bidang hukum perdata secara umum terdapat pluralisme hukum yang ada di masyarakat. Dalam hal ini warga masyarakat boleh melakukan pilihan hukum (choice of law) dan hakim harus menghormati pilihan hukum tersebut. Apakah dengan adanya pluralisme hukum dan pilihan hukum ini berarti peraturan perundang-undangan tidak lagi mengikat umum?

Di dalam bidang-bidang hukum lain seperti Hukum Administrasi Negara sangat banyak norma hukum yang mati karena tidak digunakan. Alasan tidak digunakannya norma tersebut sangat beragam. Misalnya ketentuan pasal 3 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara yang mengandung kaidah keputusan fiktif negatif saat ini sudah tidak digunakan karena bertentangan dengan dan dikesampingkan oleh kaidah keputusan fiktif positif dalam Pasal 53 UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Sebab lain tidak digunakannya suatu norma misalnya karena norma tersebut mustahil dilaksanakan (impossibility of performance), seperti Pasal 59 ayat (3) UU No. 5 Tahun 1986 yang mengatur bahwa Hakim wajib menetapkan hari sidang paling lama 30 hari sejak gugatan dicatat, padahal dalam Pasal 63 di undang-undang yang sama terdapat kewajiban bagi Hakim sebelum menetapkan sidang untuk menyelenggarakan pemeriksaan persiapan yang tenggang waktunya juga 30 hari, bahkan boleh lebih jika penggugat baru diberi kesempatan sekali untuk memperbaiki gugatannya (misal banyak hari libur dalam 30 hari). Ada pula norma yang mati karena sudah tidak relevan lagi. Misalnya Peraturan Mahkamah Agung No. 5 tahun 2017 yang mengatur hukum acara permohonan keputusan fiktif positif di PTUN. Norma ini sudah mati sebab kewenangan PTUN untuk mengadili permohonan keputusan fiktif positif sudah dihapus oleh Pasal 175 UU No. 6 Tahun 2023 (U Cipta Kerja) sehingga norma ini pasti tidak akan digunakan lagi sebab kewenangan pengadilannya sudah dihapus meskipun ia tersebut masih berlaku.

Baca Juga  Bencana Besar, Keputusan Besar: Saatnya Melihat Ulang Mekanisme Status Bencana Nasional

Lalu ada beberapa fenomena lain pula yang menarik perhatian yakni pengenyampingan atau bahkan revitalisasi norma oleh Mahkamah Agung melalui Surat Edaran. Misalnya dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2024 yang ternyata menghidupkan kembali norma keputusan fiktif negatif setelah dihapusnya kewenangan PTUN untuk mengadili permohonan fiktif positif dalam UU Cipta Kerja. Selain itu beberapa surat edaran Mahkamah Agung (SEMA) juga terkadang tidak mau ikut putusan Mahkamah Konstitusi. Misalnya dalam SEMA No. 2 Tahun 2024 juga memberikan kaidah bahwa meskipun terdapat putusan Mahkamah Konstitusi No. 24/PUU-XXII/2024 yang telah menghapus hak pejabat atau badan tata usaha negara untuk mengajukan peninjauan kembali dalam UU No. 5 Tahun 1986 tetapi melalui SEMA tersebut Mahkamah Agung kembali memberikan hak untuk pejabat atau badan tata usaha negara mengajukan peninjauan kembali untuk alasan-alasan tertentu. Bahkan yang lebih mengejutkan sebenarnya datang dari SEMA No. 3 Tahun 1963 yang secara jelas menggagas untuk tidak menganggap KUH Perdata sebagai undang-undang, melainkan sebagai sumber hukum tidak tertulis (meski gagasan ini tidak pernah diberlakukan secara masif di Indonesia). Padahal KUH Perdata diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran Negara Hindia Belanda) dan diakui oleh Pasal II aturan peralihan UUD 1945 sebagai hukum nasional.

Fenomena yang menarik juga terjadi terkait dengan konstitusi negara Indonesia. Dalam sejarah Indonesia sejak merdeka setidaknya mengalami 7 (tujuh) kali perubahan konstitusi. Perubahan pertama pada tahun 1949 ketika UUD 1945 digantikan oleh UUD RIS. Perubahan kedua ketika UUD RIS digantikan oleh UUDS 1950. Perubahan ketiga adalah ketika UUDS 1950 digantikan kembali oleh UUD 1945. Perubahan keempat adalah ketika UUD 1945 diamandemen pertama kali. Perubahan ke-5 adalah ketika UUD 1945 diamandemen untuk kedua kalinya. Perubahan keenam adalah ketika UUD 1945 diamandemen untuk ketiga kalinya. Terakhir perubahan ketujuh adalah ketika UUD 1945 diamandemen untuk keempat kalinya. Uniknya separuh dari perubahan tersebut dilakukan secara “inkonstitusional” (melanggar konstitusi) atau setidaknya bersifat “ekstra-konstitusional” (di luar dari kaidah konstitusi).

Contoh lain adalah mengenai delik pidana menunjukkan alat kontrasepsi dalam KUHP. Meskipun KUHP baik yang baru maupun yang lama mengatur bahwa menunjukkan alat kontrasepsi kepada anak di bawah umur dapat dipidana tetapi masyarakat sudah terbiasa dengan hal tersebut dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang bersifat jahat sehingga dapat dipidana. Di hampir semua toko kelontong modern saat ini di bagian etalase kasir pasti terdapat produk alat kontrasepsi yang pastinya dapat dilihat oleh anak di bawah umur jika ia masuk ke dalam toko tersebut. Tapi nyatanya hampir tidak pernah ada kasus pemidanaan terhadap hal tersebut padahal jelas-jelas melanggar delik di dalam KUHP.

Baca Juga  Refleksi Menuju 12 Tahun Eksistensi Pengujian Unsur Penyalahgunaan Wewenang DalamPenanganan Perkara Korupsi

Berdasarkan fenomena-fenomena di atas tentu kita patut bertanya, jika kaidah-kaidah peraturan perundang-undangan tertulis yang sudah jelas mengikat umum sesuai dengan asas fiksi hukum seringkali dilanggar dalam praktik, bahkan setingkat konstitusi, lalu apa yang menjamin atau menentukan daya laku atau daya guna dari suatu norma hukum?

Pada dasarnya seluruh fenomena di atas, baik itu disebut revolusi, pilihan hukum (choice of law), pengenyampingan hukum (preferensi norma), semuanya merupakan bagian dari konsep “Penerimaan Hukum” (acceptatie atau receptie). Sebagai contoh ketika Presiden Soekarno menerbitkan Dekrit presiden tanggal 5 Juli tahun 1959 yang isinya mengembalikan UUD 1945 sebagai konstitusi menggantikan UUDS 1950, Dekrit itu diterima secara umum meskipun hal ini melanggar ketentuan tentang perubahan konstitusi yang ada di dalam UUDS 1950. Baik lembaga negara lain maupun masyarakat pada umumnya hampir seluruhnya menerima keberlakuan dekrit Presiden tersebut sehingga ia berlaku atau memiliki daya guna. Artinya meskipun suatu norma telah diundangkan dan ditetapkan berlaku untuk umum sesuai dengan asas fiksi hukum tetapi jika warga masyarakat tidak menerima norma tersebut sebagai norma hukum maka norma hukum tersebut tidak akan dapat memiliki daya laku atau daya guna. Sebaliknya, meski pun suatu norma tidak memiliki kaidah tertulis dalam peraturan perundang-undangan tetapi diterima oleh warga masyarakat maka ia berlaku sebagai hukum bagi warga masyarakat. Inilah yang disebut hukum kebiasaan (living law dan hukum adat).

Ketika living law bertentangan dengan hukum tertulis, maka yang akan digunakan bisa salah satunya tergantung dari hukum manakah yang diterima oleh masyarakat pada zaman itu. Bisa jadi masyarakat mulai meninggalkan hukum adat dan beralih pada hukum tertulis. Misalnya dalam hukum kewarisan adat, biasanya banyak norma hukum waris adat yang mulai ditinggalkan karena tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Atau sebaliknya masyarakat beralih pada hukum kebiasaan ketimbang hukum tertulis, misalnya persidangan secara elektronik dalam Peraturan Mahkamah Agung No. 2 Tahun 2019 (lex inferior) yang tidak lagi mengharuskan para pihak hadir secara fisik di persidangan meskipun undang-undang mewajibkan (lex superior). Dengan kata lain kita “menjadi terbiasa” mengenyampingkan norma yang lebih tinggi (undang-undang) dan menggunakan norma yang lebih rendah (PERMA) meskipun keduanya bertentangan. Padahal harusnya menurut Pasal 7 ayat (2) Jo. Pasal 8 UU No. 12 Tahun 2011 kekuatan hukum PERMA berada di bawah undang-undang secara hierarkis. Tentunya seluruh proposisi di atas hanya berlaku di negara demokratis yang rezim pemerintahannya tidak bersifat represif. Lain ceritanya apabila negara yang dimaksud adalah negara dengan pemimpin yang diktator maka daya lakunya pasti akan bergantung pada kekuasaan dari pemerintahan diktator tersebut. Intinya, baik karena penerimaan atau karena paksaan, hukum berlaku mengikat umum bukan pada saat diundangkan, tetapi saat ia diterima atau “dipaksa untuk diterima” oleh Masyarakat.

मुहम्मद अदिगुना बिमासक्ति
योगदानकर्ता
मुहम्मद अदिगुना बिमासक्ति
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram

Suara BSDK से जुड़ी ताज़ा ख़बरें पाने के लिए WhatsApp चैनल SUARABSDKMARI को फ़ॉलो करें।

hakim Hukum Administrasi
उत्तर छोड़ दें

शेयर करें। फेसबुक ट्विटर थ्रेड्स टेलीग्राम व्हाट्सएप लिंक कॉपी करें

संबंधित पोस्ट

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB

न्यायपालिका के डिजिटल रूपांतरण के संदर्भ में इंडोनेशिया गणराज्य के सर्वोच्च न्यायालय के 30 प्रतिनिधियों की मध्य प्रदेश उच्च न्यायालय की यात्रा पर चिंतन

28 अप्रैल, 2026 • 12:22 WIB
डेमो
शीर्ष पोस्ट

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB

Hari Terakhir Short Course di India, 30 Delegasi MA Dalami Cyber Crime Bareng Dua Pakar Dunia

28 April 2026 • 14:03 WIB

Membaca Ulang Wajah Kejahatan Siber: Tipu Daya Digital, Pembuktian Modern, dan Arah Penguatan Sistem Pembuktian Kejahatan Siber di Indonesia

28 April 2026 • 13:55 WIB
इसे मिस न करें

Sesditjen Badilag Tekankan Implementasi Integritas dalam Pembinaan Zona Integritas di PA Soreang

By Samsul Zakaria28 April 2026 • 18:23 WIB0

Soreang, 27 April 2026 — Pengadilan Agama Soreang menyelenggarakan kegiatan pembinaan terkait pembangunan Zona Integritas…

Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur

28 April 2026 • 16:03 WIB

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB
संपर्क में रहना
  • फेसबुक
  • यूट्यूब
  • टिकटॉक
  • WhatsApp
  • ट्विटर
  • Instagram
शीर्ष ट्रेंडिंग
डेमो

हाल के पोस्ट

  • Sesditjen Badilag Tekankan Implementasi Integritas dalam Pembinaan Zona Integritas di PA Soreang
  • Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur
  • Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber
  • Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!
  • Hari Terakhir Short Course di India, 30 Delegasi MA Dalami Cyber Crime Bareng Dua Pakar Dunia

हाल की टिप्पणियां

  1. जबलपुर से भोपाल की यात्रा में जीवन और मृत्यु की पतली रेखा: “जब प्रार्थना की माला सींग पर विजय प्राप्त करती है” सुआरा बीएसडीके द्वारा राष्ट्रीय न्यायिक अकादमी के सहयोग से बीएसडीके की गतिविधियों पर विशेष कवरेज : भोपाल से जबलपुर तक, मध्य प्रदेश उच्च न्यायालय तक का एक “रोलर कोस्टर” सफर
  2. आमसल साइटेपु की बरी होने के मामले में आयोग III द्वारा बुलाए गए फैसले में डीपीआर के पर्यवेक्षी कार्य की सीमाओं और न्यायिक स्वतंत्रता के सिद्धांत का विश्लेषण - संवैधानिक अधिकार की सीमाओं पर LP2KI FH-UH: डीपीआर के पर्यवेक्षी कार्य और न्यायिक शक्ति की स्वतंत्रता के बीच
  3. डेबू डि अतास मैप हिजाऊ पर सेनफोर्स कानूनी है
  4. योजना शासन को सुदृढ़ बनाने के उद्देश्य से, विधि और मानवाधिकार मंत्रालय की रणनीतिक योजना एजेंसी ने अपने पहले विशेषज्ञ योजना पदाधिकारी का उद्घाटन किया ।
  5. विदालिस्टा 80 का "नीली चुप्पी की दीवार" की घटना और अखंडता की दीवार बनाने के प्रयास: सर्वोच्च न्यायालय और वित्त मंत्रालय के मामलों से सीखे गए सबक" विषय पर क्या कहना है?
हमसे संपर्क करें

नीति रणनीति और कानूनी एवं न्यायिक शिक्षा एवं प्रशिक्षण एजेंसी
इंडोनेशिया गणराज्य का सर्वोच्च न्यायालय

कार्यालय: जेएल. सिकोपो सेलाटन, सुकामाजू गांव, मेगामेंडुंग जिला
बोगोर, पश्चिम जावा 16770

समाचार रिपोर्ट, राय, विशेष लेख और अन्य लेख suarabsdk.com पर ईमेल करें:
redpelsuarabsdk@gmail.com

टेलीफोन: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

वर्ग
मुखपृष्ठ लेख समाचार विशेषताएँ आंकड़े लेखन मानदंड
दर्शनशास्त्र रोमन व्यंग्य वीडियो बालाकादास
हमारे साथ जुड़ें
  • Instagram
  • यूट्यूब
  • WhatsApp
आंतरिक अनुप्रयोग
लोगो 1 लोगो 2 लोगो 3 लोगो 3
लोगो 4 लोगो 4 लोगो 4 लोगो 5 लोगो 5
योगदानकर्ता
  • अवतार फोटो इरवान मावर्दी
  • अवतार फोटो अहमद जुनैदी
  • अवतार फोटो अगस डिगडो नुग्रोहो
  • अवतार फोटो सुरक्षित
  • अवतार फोटो मोहम्मद खैरुल मुकोरोबिन
  • अवतार फोटो अरी गुनावन
  • अवतार फोटो सेसेप मुस्तफा
  • अवतार फोटो मुअमर अजमार महमूद फरीग
  • अवतार फोटो खोइरुद्दीन हसीबुआन
  • अवतार फोटो तौफिकुर्रहमान
  • अवतार फोटो मुहम्मद अदिगुना बिमासक्ति
  • अवतार फोटो शम्सुल आरिफ
  • अवतार फोटो शैलेंद्र अनंत्या प्रविरा
  • अवतार फोटो बोनार्डो सियाहान के रूप में जन्मे
  • अवतार फोटो मारिया फ्रांसिस्का वालिंटुकन
  • अवतार फोटो जतमिको विरावन
  • अवतार फोटो रफी मुहम्मद एवेन्यू
  • अवतार फोटो दहलान सुहेरलान
  • अवतार फोटो घेसा अग्नांतो हुतोमो
  • अवतार फोटो मुहम्मद रिज़की हेंगकी
  • अवतार फोटो एम. नत्सिर असनावी
  • अवतार फोटो Riki Perdana Raya Waruwu
  • अवतार फोटो श्रीति हेस्ती अस्तिति
  • अवतार फोटो सिहाबुद्दीन
  • अवतार फोटो उंगगुल सेनोआजी
  • अवतार फोटो एलियास एको सेत्यो
  • अवतार फोटो हारून मौलाना
  • अवतार फोटो युधिष्ठिर आर्य प्रबोवो
  • अवतार फोटो एंटोन अहमद सोगिरी
  • अवतार फोटो मुहम्मद हनीफ रमजान
  • अवतार फोटो मिस बसीर
  • अवतार फोटो अहमद स्याहरुस सिकती
  • अवतार फोटो अर्दियांश्याह इक्सानियाह पुत्र
  • अवतार फोटो फिरजी रमजान
  • अवतार फोटो सुदियो
  • अवतार फोटो त्रि इंद्रयोनो
  • अवतार फोटो गलंग अधे सुकमा
  • अवतार फोटो जारकासिह
  • अवतार फोटो खोइरिया रोइहान
  • अवतार फोटो डॉ. स्योफ्यान इस्कंदर, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो तेगुह सेतियावान
  • अवतार फोटो Adji Prakoso
  • अवतार फोटो अफीफा द्विआंदिनी
  • अवतार फोटो गंजर प्राइमा अंगारा
  • अवतार फोटो मैं गुस्टी लानंग नगुराह सिडमेन पुत्रा
  • अवतार फोटो इंदार्का पीपी
  • अवतार फोटो मार्सुदिन नाइंगगोलन
  • अवतार फोटो सुआरबीएसडीके संपादक
  • अवतार फोटो Rikatama Budiyantie
  • अवतार फोटो Trisoko Sugeng Sulistyo
  • अवतार फोटो ज़ुल्फ़ाहमी
  • अवतार फोटो अब्दुल अज़ीज़ अली रामदलानी
  • अवतार फोटो लेफ्टिनेंट कर्नल चाक अगस्टोनो, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो अंग रिजाल अमीन
  • अवतार फोटो देदी पुत्र
  • अवतार फोटो गरिन पूर्णा संजय
  • अवतार फोटो हरमांटो
  • अवतार फोटो इरवान रोसाडी
  • अवतार फोटो नुग्राहा मेडिका प्रकाश
  • अवतार फोटो केजी रेगेन
  • अवतार फोटो रिया मारसेला
  • अवतार फोटो सहराम
  • अवतार फोटो सुगियार्तो
  • अवतार फोटो यासीन प्रसेतिया
  • अवतार फोटो योशितो सिबुरियन
  • अवतार फोटो अब्दी मुनवर डेंग मंगागांग
  • अवतार फोटो बिनसर पारलिंडुंगन टैम्पुबोलोन
  • अवतार फोटो बिंटोरो विस्नु प्रसोजो, एसएच
  • अवतार फोटो जोसेफ को बाहर निकालो
  • अवतार फोटो डेविड पासारिबू
  • अवतार फोटो एप्री वाहुदी
  • अवतार फोटो फ़ारिज़ प्रसेत्यो अजी
  • अवतार फोटो फेबी फजरुर्रहमान
  • अवतार फोटो फेबरी इंद्र गुनावन सिटोरस
  • अवतार फोटो फिट्रियेल हनीफ
  • अवतार फोटो इडिक सैफुल बहरी
  • अवतार फोटो इरेन क्रिस्टना सिलालाही
  • अवतार फोटो लैला विंडी पुष्पिता साड़ी
  • अवतार फोटो मुहम्मद रिदवान
  • अवतार फोटो एच.ए.एस. पुडजोहारसोयो
  • अवतार फोटो रहिमुलहुदा रिज़की अलवी
  • अवतार फोटो रंग्गा लुकिता देशनाता
  • अवतार फोटो उमर दानी
  • अवतार फोटो मुहम्मद ज़की अल्बाना
  • अवतार फोटो अबिआंद्री फिक्री अकबर
  • अवतार फोटो फादर ज़ाकी अज़ीज़ी
  • अवतार फोटो एंडी अकरम
  • अवतार फोटो अनीसा युस्तिकानिंग्टियास
  • अवतार फोटो अर्शवाल
  • अवतार फोटो ऑड्रे कार्तिका पुत्री
  • अवतार फोटो बागस पार्थ विजया
  • अवतार फोटो बायू अकबर विकक्सोनो
  • अवतार फोटो Bismo Jiwo Agung
  • अवतार फोटो डेंडी सुतियोसो
  • अवतार फोटो एडी हुडियाटा
  • अवतार फोटो एनरिको सिमांजुन्टक
  • अवतार फोटो फौजान प्रसेत्या
  • अवतार फोटो फौजान अर्रासिद
  • अवतार फोटो गेरी जियोवेंट सुप्रानाता कबान
  • अवतार फोटो इकबाल ब्लू
  • अवतार फोटो इट्सनातुल लतीफा
  • अवतार फोटो खोइरुल अनवर
  • अवतार फोटो सन वाहुदिहाती
  • अवतार फोटो मुहम्मद इकबाल
  • अवतार फोटो मुहम्मद अमीन पुत्र
  • अवतार फोटो नोव्रित्सर हसिंतोंगन पाकपहान
  • अवतार फोटो नुग्राहा विस्नु विजया
  • अवतार फोटो राडेन अंगगारा कुर्नियावान
  • अवतार फोटो डॉ. सॉट इरविन हार्टोनो ए. मुन्थे, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो सिटी नाधिरोह
  • अवतार फोटो युधि म्यूचुअल फंड्स
  • अवतार फोटो अब्दुल गनी
  • अवतार फोटो डॉ. एच. अब्दुल हादी, एमएचआई
  • अवतार फोटो अच. जुफ्री
  • अवतार फोटो अचमद फिक्री ओस्लामी, एसएचआई, एमएचआई
  • अवतार फोटो अगस सुहारसोनो
  • अवतार फोटो अहमद फुआद नूर गुफ्रॉन
  • अवतार फोटो अहमद एफेंडी
  • अवतार फोटो अहमद रिज़्ज़ा हबीबी
  • अवतार फोटो अलेप प्रियोम्बोडो
  • अवतार फोटो अल्फ़ाजर नुग्राहा
  • अवतार फोटो एंडरसन पेरुज़ी सिमांजुन्टक
  • अवतार फोटो अंधिका प्रयोग
  • अवतार फोटो एंडी असवंदी तशर
  • अवतार फोटो अंग्गी परमाना
  • अवतार फोटो अन्ना युलिना
  • अवतार फोटो आरिफ सप्तो नुग्रोहो
  • अवतार फोटो एरी फिट्रियांश्याह
  • अवतार फोटो मेजर चक आरिफ द्वि प्रसेत्यो
  • अवतार फोटो अरमानस्याह
  • अवतार फोटो आर्यनीक अंडायानी
  • अवतार फोटो अशहाब ट्रिओनो
  • अवतार फोटो औलिया रोचमानी लाज़ुआर्डी
  • अवतार फोटो बोनी डेनियल
  • अवतार फोटो बुडी हरमांटो
  • अवतार फोटो बुडी सुहरियांतो
  • अवतार फोटो भगवती पेमायुं की कोक पत्नी
  • अवतार फोटो डेका रचमन बुदिहंतो
  • अवतार फोटो देवी महारथी
  • अवतार फोटो एफेंडी मुख्तार
  • अवतार फोटो एगिया रासिडो तारिगन
  • अवतार फोटो एका सेन्ताउसा
  • अवतार फोटो फाहरी बाचमिद
  • अवतार फोटो फाहरी गुनावन सियागियन
  • अवतार फोटो डॉन विडोडो
  • अवतार फोटो फातकुल मुजीब, एस.एच.आई., एम.एच.
  • अवतार फोटो फेरी रोचमद रमजान
  • अवतार फोटो Friska Ariesta Aritedi
  • अवतार फोटो गेरी माइकल पुरबा
  • अवतार फोटो जिनसेंग प्रतीदिना
  • अवतार फोटो हार्टेंटो एरीस्यांडी
  • अवतार फोटो हस्तुती
  • अवतार फोटो हेंड्रो यात्मोको
  • अवतार फोटो हेनरी सेतियावान
  • अवतार फोटो Herjuna Praba Wiesesa
  • अवतार फोटो इब्न अब्बास अली
  • अवतार फोटो मैंने सुकदाना बनाया
  • अवतार फोटो इरा सोनियावती
  • अवतार फोटो इरफान दिबार
  • अवतार फोटो मुहम्मद इरफ़नस्या
  • अवतार फोटो लेफ्टिनेंट कर्नल कुम इरवान तासरी, एसएच, एमएच, एम.हान।
  • अवतार फोटो इवान लामगंडा मनालू
  • अवतार फोटो जुसरान इपांडी
  • अवतार फोटो करेल मावला इब्न कमाली
  • अवतार फोटो खोएरुल उमम
  • अवतार फोटो लिनोरा रोहायु
  • अवतार फोटो Assc. प्रो. डॉ. मार्डी कैंड्रा, एस.ए.जी., एम.ए.जी., एम.एच., सी.पी.एम., सी.पी.ए.आर.बी.
  • अवतार फोटो मारुलम जे सेम्बिरिंग
  • अवतार फोटो मरवान इब्राहिम पिंगा
  • अवतार फोटो मारवांटो
  • अवतार फोटो मार्ज़ा ट्वीडो डिक्की पैरानुग्राह
  • अवतार फोटो मौलाना औलिया
  • अवतार फोटो मौलिया मार्टवेंटी इन
  • अवतार फोटो मीरा मौलिदार
  • अवतार फोटो मुहम्मद फदिल्लाह
  • अवतार फोटो मुहम्मद इल्हाम अज़ीज़ुल हक
  • अवतार फोटो मुहम्मद फदलुल्लाह
  • अवतार फोटो मुहम्मद बागस त्रि प्रसेत्यो
  • अवतार फोटो मर्डियन
  • अवतार फोटो निया चासानाह
  • अवतार फोटो निको विजया
  • अवतार फोटो निसरीना इरबाह सती
  • अवतार फोटो नूर लतीफ़ा हनुम
  • अवतार फोटो परमातासारी रिबन
  • अवतार फोटो नोवा एएस का पुत्र
  • अवतार फोटो राजकुमारी पेब्रियांती
  • अवतार फोटो आर. डेड्डी हैरियंटो
  • अवतार फोटो Raden Heru Wibowo Sukaten
  • अवतार फोटो रादित्यो मुहम्मद हरसेनो
  • अवतार फोटो रहमी फत्ताह
  • अवतार फोटो रातिह गुमिलंग
  • अवतार फोटो रिज़ाल अब्दुर्रहमान
  • अवतार फोटो रोमी हरधिका
  • अवतार फोटो Samsul Zakaria
  • अवतार फोटो सैंड्रो इमानुएल सिजाबत
  • अवतार फोटो स्बोंग सिनारोक मार्टिन, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो सेप्टिया पुत्री रिको
  • अवतार फोटो सेप्ट्रियोनो सिटुमोरंग
  • अवतार फोटो सिटी अनीस
  • अवतार फोटो Slamet Turhamun
  • अवतार फोटो सोबंदी
  • अवतार फोटो सम्राट अब्दुल गफूर के तीन राजा
  • अवतार फोटो उरिफ सियारिफ़ुद्दीन
  • अवतार फोटो वांडा रारा फारेझा, एसएच
  • अवतार फोटो Wienda Kresnantyo
  • अवतार फोटो योशेल्सा वर्धना
  • अवतार फोटो एयर मार्शल डॉ. युवोनो अगुंग नुगरोहो, एसएच, एमएच
सभी योगदानकर्ताओं को देखें →

ऊपर दिए गए अक्षरों को टाइप करें और सर्च करने के लिए एंटर दबाएं। सर्च रद्द करने के लिए एस्केप दबाएं।

  • Bahasa Indonesia