Soreang, 27 April 2026 — Pengadilan Agama Soreang menyelenggarakan kegiatan pembinaan terkait pembangunan Zona Integritas (ZI) yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Sesditjen Badilag), Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., di Media Center PA Soreang, Senin (27/4).
Dalam arahannya, Sesditjen menegaskan bahwa integritas bukan sekadar konsep formal, melainkan harus diwujudkan secara nyata dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari. “Integritas tidak formal, tetapi implementatif,” tegas penggagas komunitas Berani Keluar dari Zona Nyaman (BKDZN) di hadapan para aparatur.
Ia menjelaskan bahwa integritas memiliki dimensi ilahiah yang berakar pada nilai ketakwaan, serta dimensi pribadi yang tercermin dalam pengamalan ajaran agama, sebagaimana termaktub dalam QS. Ali Imran ayat 102. Selain itu, integritas juga harus dibangun secara kolektif. Mengutip prinsip kebersamaan dalam ajaran Islam, ia menekankan pentingnya persatuan dalam menjaga nilai-nilai integritas di lingkungan kerja.

“Integritas itu tidak bisa sendirian, tetapi harus bersama-sama. Ketika seseorang telah masuk dalam komitmen integritas, maka tidak ada lagi ruang untuk keluar dari prinsip tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas harus dimulai dari pembenahan integritas individu. Aparatur diminta untuk berani melakukan evaluasi diri secara jujur dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Sesditjen juga menekankan beberapa hal penting sebagai bagian dari penguatan budaya kerja, antara lain:
- Tidak adanya keluhan baik eksternal maupun internal dalam pelaksanaan tugas;
- Terciptanya suasana kerja yang harmonis tanpa adanya sekat atau kelompok;
- Perubahan budaya kerja menuju pelayanan yang profesional dan bebas dari praktik transaksional.
Selanjutnya, ia mengajak seluruh aparatur untuk mewujudkan perubahan tersebut secara nyata. “Bangun budaya kerja yang melayani. Make it possible, make it visible,” ungkapnya.
Menutup pembinaannya, ia menyampaikan pesan dengan gaya ringan namun bermakna, mengajak seluruh pegawai untuk siap menghadapi proses perubahan yang tidak selalu mudah. “Mari kita berproses, meskipun terasa berat. Jika tidak, maka kita akan tertinggal,” tegasnya. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen seluruh aparatur Pengadilan Agama Soreang dalam mewujudkan Zona Integritas menuju wilayah bebas dari korupsi serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


