मेनू बंद करें
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो

अपडेट के लिए सब्सक्राइब करें

FooBar से कला, डिजाइन और व्यवसाय से जुड़ी नवीनतम रचनात्मक खबरें प्राप्त करें।

नवीनतम क्या है

Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur

28 April 2026 • 16:03 WIB

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB
Instagram यूट्यूब
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
छवि विवरण
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो
बीएसडीके वॉयसबीएसडीके वॉयस
छवि विवरण
  • होम पेज
  • लेख
  • समाचार
  • विशेषताएँ
  • आकृति
  • दर्शन
  • रोमांस
  • हास्य व्यंग्य
  • वीडियो
Home » Usulan Sumpah Tambahan bagi Hakim: Suatu Telaah atas Kekeliruan Konseptual terhadap Makna Irah-Irah sebagai Landasan Motto dan Moralitas Kehakiman
लेख

Usulan Sumpah Tambahan bagi Hakim: Suatu Telaah atas Kekeliruan Konseptual terhadap Makna Irah-Irah sebagai Landasan Motto dan Moralitas Kehakiman

अबिआंद्री फिक्री अकबरअबिआंद्री फिक्री अकबर20 November 2025 • 08:47 WIBपढ़ने में 6 मिनट लगेंगे
शेयर करना
फेसबुक ट्विटर धागे टेलीग्राम WhatsApp

“Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”

adalah kalimat sakral yang wajib dicantumkan pada setiap putusan hakim di Indonesia. Meski sering dianggap sekadar pembuka putusan, makna filosofis dan historis yang dikandungnya jauh lebih dalam. Irah-irah bukan hanya rangkaian kata, melainkan kompas moral, basis pertanggungjawaban, dan pengingat sumpah jabatan yang mengikat setiap hakim dalam menjalankan kewenangannya. Ia merupakan simbol bahwa setiap putusan bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa waktu lalu muncul usulan dari salah satu forum advokat yang menginginkan agar hakim diwajibkan membacakan sumpah tambahan sebelum membacakan putusan. Usulan tersebut dibacakan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR pada 10 November 2025 oleh seorang advokat dari Forum Advokat Pembaharuan Hukum Acara Pidana, yang mengajukan rumusan sumpah sebagai berikut:

“Demi Allah, demi Tuhan, saya bersumpah bahwa putusan yang saya bacakan merupakan hasil dari pertimbangan hukum yang objektif dan berdasarkan keadilan tanpa adanya pengaruh atau imbalan dari pihak mana pun serta saya mengambil keputusan ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas.”

Sekilas, usulan ini terdengar logis bahwa penegasan sumpah sebelum pembacaan putusan akan memperkuat integritas hakim. Namun jika ditelaah lebih mendalam, usulan tersebut justru menunjukkan ketidakpahaman terhadap sistem peradilan, khususnya mengenai makna irah-irah dalam putusan dan sumpah jabatan hakim yang selama ini telah mengikat.

Irah-Irah adalah Sumpah yang Hidup, Bukan Sekadar Frasa

Setiap hakim di Indonesia, sebelum menjalankan tugasnya, telah diwajibkan oleh undang-undang untuk mengucapkan sumpah jabatan yang berbunyi:

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban hakim dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa”

Sumpah ini bersifat melekat pada diri setiap hakim yang memangku jabatan itu seumur hidupnya. Ia bukan sumpah simbolik, melainkan sumpah profesional, etis, dan spiritual. Oleh karena itu, seorang hakim tidak perlu mengulang sumpah tersebut sebelum membaca setiap putusan, sama seperti seorang dokter tidak perlu mengulang sumpah Hipokrates sebelum menangani setiap pasien.

Dalam konteks inilah, irah-irah berfungsi sebagai pengingat sumpah tersebut. Ketika hakim menyatakan, “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”, ia meneguhkan bahwa putusan yang dijatuhkannya:

  1. Berlandaskan nilai Ketuhanan;
  2. Memuat tanggung jawab moral di hadapan Allah SWT baik kepada Tuhan maupun pada dirinya sebagai penerima amanah.
  3. Menjadi representasi integritas hakim sebagai wakil Tuhan di dunia, yang bertugas menegakkan keadilan tanpa takut, tanpa suap, dan tanpa intervensi.
Baca Juga  Distingsi Logika Keadilan Hukum Dengan Keadilan Masyarakat

Dengan demikian, irah-irah bukan hanya kata-kata pemanis putusan. Ia adalah pernyataan sekaligus bentuk sumpah, doa, ikrar, dan pertanggungjawaban etik yang melekat pada setiap putusan hakim.

Mengapa Usulan Penambahan Sumpah Tidak Diperlukan?

Berdasarkan uraian sebelumnya, dapat dilihat bahwa penambahan sumpa sebelum pembacaan putusan bukan hanya dinilai berlebihan melainkan juga menunjukkan ketidakpahaman terhadap sistem etik dan bentuk pertanggungjawaban hakim dalam menjalankan jabatannya sebagai penjaga keadilan, yaitu:

Pertama, hakim sudah mengucapkan sumpah jabatan secara resmi dan mengikat sepanjang masa pengabdiannya. Sumpah ini bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan moral dan hukum yang melekat seumur hidup. Mengulang sumpah sebelum setiap putusan tidak hanya tidak praktis, tetapi juga berisiko mengosongkan makna sakral dari sumpah itu sendiri.

Kedua, irah-irah yang dibacakan dalam setiap putusan sudah berfungsi sebagai penegasan nilai ketuhanan dan integritas hakim. Ungkapan “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” bukan hiasan retoris, tetapi deklarasi bahwa putusan tersebut dibuat dengan kesadaran penuh bahwa hakim mempertanggungjawabkannya bukan hanya di hadapan hukum, tetapi juga di hadapan Tuhan. Fungsi ini, pada hakikatnya, sama dengan tujuan sumpah tambahan yang diusulkan.

Ketiga, prinsip kemandirian kekuasaan kehakiman menegaskan bahwa hakim harus bebas dari intervensi, tekanan, maupun insinuasi bahwa mereka tidak cukup objektif atau berintegritas. Meminta hakim mengulang sumpah menjelang pembacaan putusan dapat menimbulkan kesan keliru seolah-olah integritas hakim masih harus “dipertanyakan” setiap kali mereka hendak memutus perkara.

Keempat, penambahan prosedur sumpah baru berpotensi mengganggu tatanan hukum acara yang sudah mapan. Baik dalam perkara pidana maupun perdata, struktur acara peradilan telah diatur dengan jelas. Memasukkan ritual tambahan tanpa dasar konseptual dan normatif yang kuat dapat menimbulkan ketidakteraturan prosedural tanpa memberikan manfaat substantif bagi keadilan itu sendiri.

Kelima, sumpah adalah tindakan sakral, bukan rutinitas seremonial. Kekuatannya justru terletak pada bobot moral dan spiritualnya, bukan pada seberapa sering ia diucapkan. Pengulangan berkala dapat menurunkan nilai kesakralan sumpah itu sendiri.

Dengan demikian, usulan advokat tersebut pada dasarnya menggambarkan miskonsepsi terhadap makna irah-irah dan kurangnya pemahaman mengenai sejarah, struktur, dan filosofi pembentukan putusan hakim di Indonesia. Irah-irah bukan sekadar kalimat pembuka melainkan merupakan manifestasi nilai, sumpah, dan moralitas hakim yang sudah melekat jauh sebelum putusan dibacakan.

Sejarah dan Makna Irah-Irah dalam Putusan Hakim Indonesia

Pada masa kolonial, putusan hakim Hindia Belanda selalu dibuka dengan frasa “In naam der Koningin”, yang menandakan bahwa otoritas hakim berasal dari mahkota Belanda. Pada periode ini, irah-irah berfungsi semata-mata sebagai legitimasi politik, tanpa dibingkai oleh nilai moral atau spiritual. Ia adalah penanda kekuasaan kolonial, bukan ekspresi etika peradilan.

Baca Juga  Integritas itu Kebutuhan Pokok!

Perubahan besar terjadi setelah Indonesia merdeka. Penggunaan irah-irah kolonial dihapuskan dan digantikan oleh frasa “Atas Nama Negara”. Selanjutnya, ketika Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), irah-irah kembali berganti menjadi “Atas Nama Keadilan”, sebagaimana dicatat dalam arsip dan catatan sejarah yang dihimpun oleh Dandapala. Pergeseran ini menunjukkan upaya bangsa Indonesia mencari identitas hukum sendiri, bergerak dari legitimasi kekuasaan kolonial menuju legitimasi rakyat serta orientasi keadilan. Puncak penataan terjadi pada tahun 1970 melalui UU No. 14 Tahun 1970, ketika frasa “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa” ditetapkan sebagai irah-irah resmi. Ketentuan ini diperkuat kembali oleh UU No. 48 Tahun 2009 yang mewajibkan pencantuman irah-irah pada setiap putusan pengadilan.

Secara filosofis, irah-irah mengandung tiga lapis makna yang membentuk fondasi etika kehakiman Indonesia. Pertama, makna teologis, yakni kesadaran bahwa putusan hakim pada akhirnya dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Kedua, makna etis, yang berfungsi mengingatkan hakim pada sumpah jabatannya untuk berlaku jujur, objektif, dan adil. Ketiga, makna yuridis, karena tanpa irah-irah, putusan dianggap tidak memenuhi unsur formil yang diwajibkan undang-undang. Bismar Siregar bahkan menegaskan, sebagaimana dikutip Dandapala, bahwa irah-irah bukan sekadar formula hukum, melainkan doa yang seharusnya direnungkan oleh hakim sebelum mengambil keputusan. Pandangan ini memperlihatkan bahwa irah-irah telah menjadi bagian yang melekat pada moralitas hakim.

Berdasarkan kepada sejarah, filosofi, dan bobot spiritual yang terkandung di dalamnya, menjadi jelas bahwa gagasan untuk menambahkan sumpah baru sebelum pembacaan putusan tidak hanya tidak diperlukan, tetapi berpotensi menutupi makna irah-irah yang sudah sangat mendalam. Dalam frasa singkat itu saja, terkandung nilai keimanan, integritas, kemandirian hakim, serta pertanggungjawaban moral yang jauh melampaui sumpah tambahan yang diusulkan. Irah-irah bukan sekadar kata pembuka, tetapi ikrar yang dihidupkan kembali oleh hakim setiap kali putusan dibacakan menjadi sebuah penegasan bahwa keadilan harus ditegakkan tidak hanya dengan logika hukum, tetapi juga dengan hati dan kesadaran ketuhanan.

संदर्भ

[1] C. van Vollenhoven, Het Adatrecht van Nederlandsch-Indië, Leiden: Brill, 1931.

[2] Satjipto Rahardjo, Sejarah Peradilan di Indonesia, Jakarta: UI Press, 1999.

[3] “Indonesia Pernah Ubah Irah-Irah Putusan, Ini Sejarahnya!“, 18 Maret 2025,

https://dandapala.com/article/detail/indonesia-pernah-ubah-irah-irah-putusan-ini-sejarahnya

[4] Irah-Irah, Kepala Putusan yang Bermakna Sumpah. HukumOnline, 12 Juli 2015.

Diakses dari : https://www.hukumonline.com/berita/a/irah-irah–kepala-putusan-yang-bermakna-sumpah-lt55a26de809417/

अबिआंद्री फिक्री अकबर
योगदानकर्ता
अबिआंद्री फिक्री अकबर
Hakim Pengadilan Negeri Padang Panjang

Suara BSDK से जुड़ी ताज़ा ख़बरें पाने के लिए WhatsApp चैनल SUARABSDKMARI को फ़ॉलो करें।

artikel
उत्तर छोड़ दें

शेयर करें। फेसबुक ट्विटर थ्रेड्स टेलीग्राम व्हाट्सएप लिंक कॉपी करें

संबंधित पोस्ट

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB

न्यायपालिका के डिजिटल रूपांतरण के संदर्भ में इंडोनेशिया गणराज्य के सर्वोच्च न्यायालय के 30 प्रतिनिधियों की मध्य प्रदेश उच्च न्यायालय की यात्रा पर चिंतन

28 अप्रैल, 2026 • 12:22 WIB
डेमो
शीर्ष पोस्ट

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB

Hari Terakhir Short Course di India, 30 Delegasi MA Dalami Cyber Crime Bareng Dua Pakar Dunia

28 April 2026 • 14:03 WIB

Membaca Ulang Wajah Kejahatan Siber: Tipu Daya Digital, Pembuktian Modern, dan Arah Penguatan Sistem Pembuktian Kejahatan Siber di Indonesia

28 April 2026 • 13:55 WIB
इसे मिस न करें

Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur

By Siti Nadhiroh28 April 2026 • 16:03 WIB0

BUNTOK– Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palangka Raya menyambangi Pengadilan Agama (PA) Buntok guna melaksanakan program…

Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber

28 April 2026 • 15:25 WIB

Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!

28 April 2026 • 14:06 WIB

Hari Terakhir Short Course di India, 30 Delegasi MA Dalami Cyber Crime Bareng Dua Pakar Dunia

28 April 2026 • 14:03 WIB
संपर्क में रहना
  • फेसबुक
  • यूट्यूब
  • टिकटॉक
  • WhatsApp
  • ट्विटर
  • Instagram
शीर्ष ट्रेंडिंग
डेमो

हाल के पोस्ट

  • Kawal Tertib Administrasi Perkara, KPTA dan Tim Percepatan Penyelesaian Perkara PTA Palangka Raya Mengawali Kunjungannya di PA Buntok untuk Wilayah Zona Timur
  • Peradilan di Tengah Ancaman Kejahatan Siber
  • Perpustakaan Pengadilan India Ramai Pengunjung, Sebuah Refleksi!
  • Hari Terakhir Short Course di India, 30 Delegasi MA Dalami Cyber Crime Bareng Dua Pakar Dunia
  • Membaca Ulang Wajah Kejahatan Siber: Tipu Daya Digital, Pembuktian Modern, dan Arah Penguatan Sistem Pembuktian Kejahatan Siber di Indonesia

हाल की टिप्पणियां

  1. जबलपुर से भोपाल की यात्रा में जीवन और मृत्यु की पतली रेखा: “जब प्रार्थना की माला सींग पर विजय प्राप्त करती है” सुआरा बीएसडीके द्वारा राष्ट्रीय न्यायिक अकादमी के सहयोग से बीएसडीके की गतिविधियों पर विशेष कवरेज : भोपाल से जबलपुर तक, मध्य प्रदेश उच्च न्यायालय तक का एक “रोलर कोस्टर” सफर
  2. आमसल साइटेपु की बरी होने के मामले में आयोग III द्वारा बुलाए गए फैसले में डीपीआर के पर्यवेक्षी कार्य की सीमाओं और न्यायिक स्वतंत्रता के सिद्धांत का विश्लेषण - संवैधानिक अधिकार की सीमाओं पर LP2KI FH-UH: डीपीआर के पर्यवेक्षी कार्य और न्यायिक शक्ति की स्वतंत्रता के बीच
  3. डेबू डि अतास मैप हिजाऊ पर सेनफोर्स कानूनी है
  4. योजना शासन को सुदृढ़ बनाने के उद्देश्य से, विधि और मानवाधिकार मंत्रालय की रणनीतिक योजना एजेंसी ने अपने पहले विशेषज्ञ योजना पदाधिकारी का उद्घाटन किया ।
  5. विदालिस्टा 80 का "नीली चुप्पी की दीवार" की घटना और अखंडता की दीवार बनाने के प्रयास: सर्वोच्च न्यायालय और वित्त मंत्रालय के मामलों से सीखे गए सबक" विषय पर क्या कहना है?
हमसे संपर्क करें

नीति रणनीति और कानूनी एवं न्यायिक शिक्षा एवं प्रशिक्षण एजेंसी
इंडोनेशिया गणराज्य का सर्वोच्च न्यायालय

कार्यालय: जेएल. सिकोपो सेलाटन, सुकामाजू गांव, मेगामेंडुंग जिला
बोगोर, पश्चिम जावा 16770

समाचार रिपोर्ट, राय, विशेष लेख और अन्य लेख suarabsdk.com पर ईमेल करें:
redpelsuarabsdk@gmail.com

टेलीफोन: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

वर्ग
मुखपृष्ठ लेख समाचार विशेषताएँ आंकड़े लेखन मानदंड
दर्शनशास्त्र रोमन व्यंग्य वीडियो बालाकादास
हमारे साथ जुड़ें
  • Instagram
  • यूट्यूब
  • WhatsApp
आंतरिक अनुप्रयोग
लोगो 1 लोगो 2 लोगो 3 लोगो 3
लोगो 4 लोगो 4 लोगो 4 लोगो 5 लोगो 5
योगदानकर्ता
  • अवतार फोटो इरवान मावर्दी
  • अवतार फोटो अहमद जुनैदी
  • अवतार फोटो अगस डिगडो नुग्रोहो
  • अवतार फोटो सुरक्षित
  • अवतार फोटो मोहम्मद खैरुल मुकोरोबिन
  • अवतार फोटो अरी गुनावन
  • अवतार फोटो सेसेप मुस्तफा
  • अवतार फोटो मुअमर अजमार महमूद फरीग
  • अवतार फोटो खोइरुद्दीन हसीबुआन
  • अवतार फोटो तौफिकुर्रहमान
  • अवतार फोटो मुहम्मद अदिगुना बिमासक्ति
  • अवतार फोटो शम्सुल आरिफ
  • अवतार फोटो शैलेंद्र अनंत्या प्रविरा
  • अवतार फोटो बोनार्डो सियाहान के रूप में जन्मे
  • अवतार फोटो मारिया फ्रांसिस्का वालिंटुकन
  • अवतार फोटो जतमिको विरावन
  • अवतार फोटो रफी मुहम्मद एवेन्यू
  • अवतार फोटो दहलान सुहेरलान
  • अवतार फोटो घेसा अग्नांतो हुतोमो
  • अवतार फोटो मुहम्मद रिज़की हेंगकी
  • अवतार फोटो एम. नत्सिर असनावी
  • अवतार फोटो Riki Perdana Raya Waruwu
  • अवतार फोटो श्रीति हेस्ती अस्तिति
  • अवतार फोटो सिहाबुद्दीन
  • अवतार फोटो उंगगुल सेनोआजी
  • अवतार फोटो एलियास एको सेत्यो
  • अवतार फोटो हारून मौलाना
  • अवतार फोटो युधिष्ठिर आर्य प्रबोवो
  • अवतार फोटो एंटोन अहमद सोगिरी
  • अवतार फोटो मुहम्मद हनीफ रमजान
  • अवतार फोटो मिस बसीर
  • अवतार फोटो अहमद स्याहरुस सिकती
  • अवतार फोटो अर्दियांश्याह इक्सानियाह पुत्र
  • अवतार फोटो फिरजी रमजान
  • अवतार फोटो सुदियो
  • अवतार फोटो त्रि इंद्रयोनो
  • अवतार फोटो गलंग अधे सुकमा
  • अवतार फोटो जारकासिह
  • अवतार फोटो खोइरिया रोइहान
  • अवतार फोटो डॉ. स्योफ्यान इस्कंदर, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो तेगुह सेतियावान
  • अवतार फोटो Adji Prakoso
  • अवतार फोटो अफीफा द्विआंदिनी
  • अवतार फोटो गंजर प्राइमा अंगारा
  • अवतार फोटो मैं गुस्टी लानंग नगुराह सिडमेन पुत्रा
  • अवतार फोटो इंदार्का पीपी
  • अवतार फोटो मार्सुदिन नाइंगगोलन
  • अवतार फोटो सुआरबीएसडीके संपादक
  • अवतार फोटो Rikatama Budiyantie
  • अवतार फोटो Trisoko Sugeng Sulistyo
  • अवतार फोटो ज़ुल्फ़ाहमी
  • अवतार फोटो अब्दुल अज़ीज़ अली रामदलानी
  • अवतार फोटो लेफ्टिनेंट कर्नल चाक अगस्टोनो, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो अंग रिजाल अमीन
  • अवतार फोटो देदी पुत्र
  • अवतार फोटो गरिन पूर्णा संजय
  • अवतार फोटो हरमांटो
  • अवतार फोटो इरवान रोसाडी
  • अवतार फोटो नुग्राहा मेडिका प्रकाश
  • अवतार फोटो केजी रेगेन
  • अवतार फोटो रिया मारसेला
  • अवतार फोटो सहराम
  • अवतार फोटो सुगियार्तो
  • अवतार फोटो यासीन प्रसेतिया
  • अवतार फोटो योशितो सिबुरियन
  • अवतार फोटो अब्दी मुनवर डेंग मंगागांग
  • अवतार फोटो बिनसर पारलिंडुंगन टैम्पुबोलोन
  • अवतार फोटो बिंटोरो विस्नु प्रसोजो, एसएच
  • अवतार फोटो जोसेफ को बाहर निकालो
  • अवतार फोटो डेविड पासारिबू
  • अवतार फोटो एप्री वाहुदी
  • अवतार फोटो फ़ारिज़ प्रसेत्यो अजी
  • अवतार फोटो फेबी फजरुर्रहमान
  • अवतार फोटो फेबरी इंद्र गुनावन सिटोरस
  • अवतार फोटो फिट्रियेल हनीफ
  • अवतार फोटो इडिक सैफुल बहरी
  • अवतार फोटो इरेन क्रिस्टना सिलालाही
  • अवतार फोटो लैला विंडी पुष्पिता साड़ी
  • अवतार फोटो मुहम्मद रिदवान
  • अवतार फोटो एच.ए.एस. पुडजोहारसोयो
  • अवतार फोटो रहिमुलहुदा रिज़की अलवी
  • अवतार फोटो रंग्गा लुकिता देशनाता
  • अवतार फोटो उमर दानी
  • अवतार फोटो मुहम्मद ज़की अल्बाना
  • अवतार फोटो अबिआंद्री फिक्री अकबर
  • अवतार फोटो फादर ज़ाकी अज़ीज़ी
  • अवतार फोटो एंडी अकरम
  • अवतार फोटो अनीसा युस्तिकानिंग्टियास
  • अवतार फोटो अर्शवाल
  • अवतार फोटो ऑड्रे कार्तिका पुत्री
  • अवतार फोटो बागस पार्थ विजया
  • अवतार फोटो बायू अकबर विकक्सोनो
  • अवतार फोटो Bismo Jiwo Agung
  • अवतार फोटो डेंडी सुतियोसो
  • अवतार फोटो एडी हुडियाटा
  • अवतार फोटो एनरिको सिमांजुन्टक
  • अवतार फोटो फौजान प्रसेत्या
  • अवतार फोटो फौजान अर्रासिद
  • अवतार फोटो गेरी जियोवेंट सुप्रानाता कबान
  • अवतार फोटो इकबाल ब्लू
  • अवतार फोटो इट्सनातुल लतीफा
  • अवतार फोटो खोइरुल अनवर
  • अवतार फोटो सन वाहुदिहाती
  • अवतार फोटो मुहम्मद इकबाल
  • अवतार फोटो मुहम्मद अमीन पुत्र
  • अवतार फोटो नोव्रित्सर हसिंतोंगन पाकपहान
  • अवतार फोटो नुग्राहा विस्नु विजया
  • अवतार फोटो राडेन अंगगारा कुर्नियावान
  • अवतार फोटो डॉ. सॉट इरविन हार्टोनो ए. मुन्थे, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो सिटी नाधिरोह
  • अवतार फोटो युधि म्यूचुअल फंड्स
  • अवतार फोटो अब्दुल गनी
  • अवतार फोटो डॉ. एच. अब्दुल हादी, एमएचआई
  • अवतार फोटो अच. जुफ्री
  • अवतार फोटो अचमद फिक्री ओस्लामी, एसएचआई, एमएचआई
  • अवतार फोटो अगस सुहारसोनो
  • अवतार फोटो अहमद फुआद नूर गुफ्रॉन
  • अवतार फोटो अहमद एफेंडी
  • अवतार फोटो अहमद रिज़्ज़ा हबीबी
  • अवतार फोटो अलेप प्रियोम्बोडो
  • अवतार फोटो अल्फ़ाजर नुग्राहा
  • अवतार फोटो एंडरसन पेरुज़ी सिमांजुन्टक
  • अवतार फोटो अंधिका प्रयोग
  • अवतार फोटो एंडी असवंदी तशर
  • अवतार फोटो अंग्गी परमाना
  • अवतार फोटो अन्ना युलिना
  • अवतार फोटो आरिफ सप्तो नुग्रोहो
  • अवतार फोटो एरी फिट्रियांश्याह
  • अवतार फोटो मेजर चक आरिफ द्वि प्रसेत्यो
  • अवतार फोटो अरमानस्याह
  • अवतार फोटो आर्यनीक अंडायानी
  • अवतार फोटो अशहाब ट्रिओनो
  • अवतार फोटो औलिया रोचमानी लाज़ुआर्डी
  • अवतार फोटो बोनी डेनियल
  • अवतार फोटो बुडी हरमांटो
  • अवतार फोटो बुडी सुहरियांतो
  • अवतार फोटो भगवती पेमायुं की कोक पत्नी
  • अवतार फोटो डेका रचमन बुदिहंतो
  • अवतार फोटो देवी महारथी
  • अवतार फोटो एफेंडी मुख्तार
  • अवतार फोटो एगिया रासिडो तारिगन
  • अवतार फोटो एका सेन्ताउसा
  • अवतार फोटो फाहरी बाचमिद
  • अवतार फोटो फाहरी गुनावन सियागियन
  • अवतार फोटो डॉन विडोडो
  • अवतार फोटो फातकुल मुजीब, एस.एच.आई., एम.एच.
  • अवतार फोटो फेरी रोचमद रमजान
  • अवतार फोटो Friska Ariesta Aritedi
  • अवतार फोटो गेरी माइकल पुरबा
  • अवतार फोटो जिनसेंग प्रतीदिना
  • अवतार फोटो हार्टेंटो एरीस्यांडी
  • अवतार फोटो हस्तुती
  • अवतार फोटो हेंड्रो यात्मोको
  • अवतार फोटो हेनरी सेतियावान
  • अवतार फोटो Herjuna Praba Wiesesa
  • अवतार फोटो इब्न अब्बास अली
  • अवतार फोटो मैंने सुकदाना बनाया
  • अवतार फोटो इरा सोनियावती
  • अवतार फोटो इरफान दिबार
  • अवतार फोटो मुहम्मद इरफ़नस्या
  • अवतार फोटो लेफ्टिनेंट कर्नल कुम इरवान तासरी, एसएच, एमएच, एम.हान।
  • अवतार फोटो इवान लामगंडा मनालू
  • अवतार फोटो जुसरान इपांडी
  • अवतार फोटो करेल मावला इब्न कमाली
  • अवतार फोटो खोएरुल उमम
  • अवतार फोटो लिनोरा रोहायु
  • अवतार फोटो Assc. प्रो. डॉ. मार्डी कैंड्रा, एस.ए.जी., एम.ए.जी., एम.एच., सी.पी.एम., सी.पी.ए.आर.बी.
  • अवतार फोटो मारुलम जे सेम्बिरिंग
  • अवतार फोटो मरवान इब्राहिम पिंगा
  • अवतार फोटो मारवांटो
  • अवतार फोटो मार्ज़ा ट्वीडो डिक्की पैरानुग्राह
  • अवतार फोटो मौलाना औलिया
  • अवतार फोटो मौलिया मार्टवेंटी इन
  • अवतार फोटो मीरा मौलिदार
  • अवतार फोटो मुहम्मद फदिल्लाह
  • अवतार फोटो मुहम्मद इल्हाम अज़ीज़ुल हक
  • अवतार फोटो मुहम्मद फदलुल्लाह
  • अवतार फोटो मुहम्मद बागस त्रि प्रसेत्यो
  • अवतार फोटो मर्डियन
  • अवतार फोटो निया चासानाह
  • अवतार फोटो निको विजया
  • अवतार फोटो निसरीना इरबाह सती
  • अवतार फोटो नूर लतीफ़ा हनुम
  • अवतार फोटो परमातासारी रिबन
  • अवतार फोटो नोवा एएस का पुत्र
  • अवतार फोटो राजकुमारी पेब्रियांती
  • अवतार फोटो आर. डेड्डी हैरियंटो
  • अवतार फोटो Raden Heru Wibowo Sukaten
  • अवतार फोटो रादित्यो मुहम्मद हरसेनो
  • अवतार फोटो रहमी फत्ताह
  • अवतार फोटो रातिह गुमिलंग
  • अवतार फोटो रिज़ाल अब्दुर्रहमान
  • अवतार फोटो रोमी हरधिका
  • अवतार फोटो सैंड्रो इमानुएल सिजाबत
  • अवतार फोटो स्बोंग सिनारोक मार्टिन, एसएच, एमएच
  • अवतार फोटो सेप्टिया पुत्री रिको
  • अवतार फोटो सेप्ट्रियोनो सिटुमोरंग
  • अवतार फोटो सिटी अनीस
  • अवतार फोटो Slamet Turhamun
  • अवतार फोटो सोबंदी
  • अवतार फोटो सम्राट अब्दुल गफूर के तीन राजा
  • अवतार फोटो उरिफ सियारिफ़ुद्दीन
  • अवतार फोटो वांडा रारा फारेझा, एसएच
  • अवतार फोटो Wienda Kresnantyo
  • अवतार फोटो योशेल्सा वर्धना
  • अवतार फोटो एयर मार्शल डॉ. युवोनो अगुंग नुगरोहो, एसएच, एमएच
सभी योगदानकर्ताओं को देखें →

ऊपर दिए गए अक्षरों को टाइप करें और सर्च करने के लिए एंटर दबाएं। सर्च रद्द करने के लिए एस्केप दबाएं।

  • Bahasa Indonesia