Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Kunjungan Bersejarah Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia di Cavite: Memetik Pelajaran Hukum dari Revolusi Filipina

Kunjungan Bersejarah Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia di Cavite: Memetik Pelajaran Hukum dari Revolusi Filipina

Ghesa Agnanto HutomoBy Ghesa Agnanto HutomoFebruary 16, 2026 · 19:29 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Mengambil jeda sejenak dari padatnya agenda akademik, sembilan delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menyambut dengan antusias undangan City Tour yang diselenggarakan oleh Philippine Judicial Academy (PHILJA). Rombongan yang membawa nama harum peradilan Indonesia ini terdiri dari empat Hakim Yustisial MA RI, yakni Aryaniek Andayani, Armansyah, Tri B.K. Abdul Gafur, dan Maria Fransiska Walintukan. Mereka didampingi oleh lima hakim tangguh yang bertugas di berbagai wilayah nusantara: Rangga Lukita Desnata dari Pengadilan Negeri Muara Enim, Abi Zaky Azizi dari Pengadilan Negeri Marabahan, Ghesa Agnanto Hutomo dari Pengadilan Negeri Namlea, Wanda Rara Farezha dari Pengadilan Negeri Sungai Penuh, dan Jatmiko Wirawan dari Pengadilan Negeri Sidikalang. Perjalanan menyusuri kawasan bersejarah di Cavite ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi edukatif, tetapi juga momen di mana delegasi Indonesia berbaur hangat, bertukar pandangan, dan membangun jejaring persahabatan dengan para delegasi hukum dari negara-negara ASEAN lainnya.

Destinasi pertama yang memukau rombongan adalah The GBR Museum, sebuah institusi budaya yang dikelola dengan dedikasi tinggi oleh Geronimo Berenguer de los Reyes Jr. Foundation di General Trias, Cavite. Begitu melangkahkan kaki ke dalam bangunan museum yang dikelilingi taman rimbun nan tertata ini, para Hakim langsung disambut oleh galeri foto berskala besar yang berfungsi sebagai lorong waktu visual. Detail arsitektur bangunan yang elegan berpadu dengan pencahayaan museum yang temaram, memusatkan perhatian seluruh delegasi pada koleksi arsip langka yang menceritakan cikal bakal berdirinya negara Filipina.

Melalui pameran fotografi dari abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang sangat komprehensif, museum ini merekam jejak perkembangan infrastruktur dan transformasi sosial Filipina. Para delegasi ASEAN tampak terpukau mengamati potret-potret hitam putih yang mendokumentasikan perubahan Manila dari sebuah kota kolonial Spanyol yang klasik menjadi pusat aktivitas yang mulai merangkul modernitas. Terlihat jelas bagaimana masyarakat Filipina pada masa lampau mulai menata kota, menggerakkan roda ekonomi, dan merintis peradaban modern mereka di tengah bayang-bayang pergolakan penguasa asing. Lebih dari sekadar potret pembangunan, The GBR Museum juga menyuguhkan narasi perjuangan rakyat Filipina yang menggetarkan hati.

Salah satu paviliun secara khusus menampilkan dokumentasi masa-masa sulit saat transisi penjajahan berdarah dari tangan Spanyol ke Amerika Serikat. Wajah-wajah letih namun pantang menyerah dari para pejuang, realitas penderitaan rakyat jelata, hingga ketangguhan mereka dalam mempertahankan tanah air tergambar jelas dari balik lensa kamera masa lampau. Pameran ini memberikan perspektif visual yang mendalam bagi para penegak hukum tentang harga sebuah kebebasan.

Baca Juga  Pesan Ketua MA dalam Kegiatan Refleksi Akhir Tahun ”Teruslah mengabdi tanpa berharap balas budi. Teruslah berprestasi tanpa mengharap apresiasi. Jangan menunggu sempurna untuk melayani secara paripurna. Justru di tengah keterbatasan, tulusnya pengabdian akan semakin berkesan”

Selain sejarah sosial-politik, museum ini juga mengejutkan para pengunjung dengan koleksi sejarah penerbangan dan miniatur maritim yang menunjukkan visi kemajuan Filipina di masa lalu. Pajangan model pesawat bersejarah menceritakan bagaimana Filipina berusaha mengejar ketertinggalan teknologi dan membuka jalur konektivitas di Asia Tenggara. Perkembangan pesat ini memantik diskusi yang renyah antara delegasi Indonesia dengan rekan-rekan delegasi dari Malaysia, Vietnam, Singapura dan Brunei Darusalam, membahas betapa miripnya pola modernisasi dan tantangan historis di antara negara-negara Asia Tenggara.

Menghabiskan waktu di The GBR Museum memberikan ruang kontemplasi bagi Delegasi dari Indonesia. Mengamati rekam jejak perjuangan dan keringat pembangunan masyarakat Filipina membuat mereka merenungkan kembali fondasi keadilan di negara masing-masing. Sembari berjalan menuju bus, para delegasi sepakat bahwa sejarah perjuangan bangsa seperti yang terekam di museum ini adalah elemen krusial yang membentuk sistem hukum dan konstitusi modern suatu negara yang berdaulat.

Perjalanan sejarah kemudian berlanjut ke The Emilio Aguinaldo Shrine, sebuah monumen nasional yang terletak di Kawit, Cavite. Menginjakkan kaki di pelataran rumah bersejarah yang megah ini, delegasi langsung disambut oleh aura patriotisme yang kental. Di sinilah, pada tanggal 12 Juni 1898, proklamasi kemerdekaan Filipina dikumandangkan untuk pertama kalinya, dan bendera nasional dibentangkan dari balkon ikoniknya yang dijuluki “Balkon Kemerdekaan”. Arsitektur rumah yang unik dengan menara menjulang dan detail ukiran kayu klasik seolah menjadi saksi bisu keberanian dan visi seorang pemimpin revolusi.

Memasuki bagian dalam mansion, para Hakim negara ASEAN diajak menyelami langsung pikiran dan taktik Jenderal Emilio Aguinaldo. Rumah ini dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal, melainkan juga sebagai markas militer yang sarat akan strategi pertahanan rahasia. Rombongan, yang membaur dengan delegasi ASEAN lainnya, berdecak kagum saat menyusuri berbagai lorong sempit rahasia, kompartemen persembunyian di balik lemari, dan desain lantai yang digunakan untuk menghindari sergapan musuh pada masa revolusi. Setiap sudut rumah adalah cerminan taktik gerilya dan kewaspadaan tingkat tinggi dari sang jenderal.

Koleksi memorabilia di dalam rumah tokoh proklamasi Aguinaldo ini semakin menghidupkan epik perjuangan Aguinaldo melawan pendudukan asing. Delegasi mengamati dengan saksama pajangan seragam militer, pedang, dan senjata peninggalan revolusi, hingga dokumen-dokumen penting yang merintis jalan menuju terbentuknya Republik Filipina Pertama. Bagi para penegak hukum yang hadir, melihat langsung artefak ini memberikan sentuhan emosional tentang bagaimana embrio konstitusi dan kedaulatan suatu bangsa diperjuangkan dengan darah dan air mata, mengingatkan kembali pada fondasi esensial dari hukum bernegara.

Baca Juga  Mahkamah Agung Percepat Transformasi Digital Peradilan Lewat Belasan Aplikasi Layanan Terintegrasi

Di sela-sela mengamati artefak di shrine tersebut, para delegasi, khususnya kesembilan hakim dari Indonesia, terlarut dalam diskusi mendalam mengenai sisi kelam dan kompleksitas sejarah revolusi Filipina: irisan perjuangan antara Emilio Aguinaldo dan Andres Bonifacio. Sejarah mencatat keduanya sebagai arsitek kemerdekaan, namun dengan jalan dan taktik yang berbenturan. Jika Bonifacio, sang “Bapak Revolusi Filipina” sekaligus pendiri organisasi rahasia Katipunan, adalah letupan api pertama yang membakar semangat perlawanan rakyat jelata, maka Aguinaldo hadir sebagai sosok teknokrat dan ahli strategi militer dari faksi Magdalo yang sukses memenangkan berbagai pertempuran krusial di wilayah Cavite.

Para delegasi ASEAN saling bertukar pandangan ketika pemandu wisata menceritakan titik didih hubungan keduanya yang memuncak pada Konvensi Tejeros tahun 1897. Di mata para penegak hukum ini, momen tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan potret nyata dinamika politik dan hukum di masa krisis. Konvensi yang niat awalnya untuk menyatukan faksi-faksi revolusioner justru berujung pada terpilihnya Aguinaldo sebagai presiden secara in absentia, dan terpinggirkannya Bonifacio. Penolakan Bonifacio atas hasil konvensi yang dianggapnya penuh kecurangan berujung pada pembentukan pemerintahan tandingan.

Bagi para hakim, episode selanjutnya adalah sebuah kajian sejarah hukum yang tragis. Transisi kekuasaan ini bermuara pada penangkapan Bonifacio oleh pasukan Aguinaldo. Bonifacio kemudian dihadapkan pada Pengadilan Militer sebuah proses peradilan di tengah kecamuk perang yang keabsahan dan keadilannya masih terus diperdebatkan oleh para sejarawan—hingga akhirnya ia dieksekusi di pegunungan Maragondon atas tuduhan pengkhianatan. Membedah kisah ini di tanah kelahirannya langsung, para delegasi merenungkan bagaimana ambisi faksionalisme dan benturan kelas sosial seringkali menjadi sisi gelap dari transisi kedaulatan. Ini menjadi pelajaran mahal dan universal tentang bagaimana instrumen hukum dan peradilan kerap diuji secara luar biasa hebat di tengah pusaran revolusi sebuah negara.

Kunjungan ke Emilio Aguinaldo Shrine ditutup dengan momen refleksi yang tenang di taman makam sang jenderal yang asri di halaman belakang properti. Antusiasme delegasi MA RI dan rekan-rekan ASEAN sama sekali tak surut meski hari semakin sore. City tour persembahan PHILJA ini sukses membangkitkan kesadaran kolektif bahwa tata hukum yang tegak hari ini adalah buah dari heroisme masa lalu. Dengan wawasan historis yang baru terkalibrasi, sembilan hakim Indonesia ini bersiap untuk kembali ke kelas, membawa bekal inspirasi tentang pentingnya kedaulatan dan keadilan di kancah hukum internasional.

Ghesa Agnanto Hutomo
Kontributor
Ghesa Agnanto Hutomo
Hakim Pengadilan Negeri Namlea

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026

Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?

October 14, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,607 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

By Edi HudiataOctober 14, 20260

MEGAMENDUNG, BSDK MA RI — “Juru bicara jangan menjadi bagian dari masalah dan jangan mencari…

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026

Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?

October 14, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • 7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan
  • Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  • Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang
  • Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?
  • Optimalisasi SIPP dan e-Court, Kunci Profesionalitas Panitera Pengganti di Era Digital

Recent Comments

  1. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  2. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  3. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  4. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
  5. Pandu PW on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Imaniar, S.H., M.H.
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Supid Arso Hananto
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.