Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Siapakah di Atas Hakim?

11 July 2026 • 11:45 WIB

Implementasi KUHAP 2025 di Tingkat Banding: Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Mengucapkan Putusan Melalui Persidangan Elektronik

11 July 2026 • 09:42 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kunjungan Bersejarah Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia di Cavite: Memetik Pelajaran Hukum dari Revolusi Filipina
Berita Seri Advanced Courses on the Role of International Law THAIL-PHILJA, Filipina 2026

Kunjungan Bersejarah Delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia di Cavite: Memetik Pelajaran Hukum dari Revolusi Filipina

Ghesa Agnanto HutomoGhesa Agnanto Hutomo16 February 2026 • 19:29 WIB6 Mins Read
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Mengambil jeda sejenak dari padatnya agenda akademik, sembilan delegasi Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menyambut dengan antusias undangan City Tour yang diselenggarakan oleh Philippine Judicial Academy (PHILJA). Rombongan yang membawa nama harum peradilan Indonesia ini terdiri dari empat Hakim Yustisial MA RI, yakni Aryaniek Andayani, Armansyah, Tri B.K. Abdul Gafur, dan Maria Fransiska Walintukan. Mereka didampingi oleh lima hakim tangguh yang bertugas di berbagai wilayah nusantara: Rangga Lukita Desnata dari Pengadilan Negeri Muara Enim, Abi Zaky Azizi dari Pengadilan Negeri Marabahan, Ghesa Agnanto Hutomo dari Pengadilan Negeri Namlea, Wanda Rara Farezha dari Pengadilan Negeri Sungai Penuh, dan Jatmiko Wirawan dari Pengadilan Negeri Sidikalang. Perjalanan menyusuri kawasan bersejarah di Cavite ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi edukatif, tetapi juga momen di mana delegasi Indonesia berbaur hangat, bertukar pandangan, dan membangun jejaring persahabatan dengan para delegasi hukum dari negara-negara ASEAN lainnya.

Destinasi pertama yang memukau rombongan adalah The GBR Museum, sebuah institusi budaya yang dikelola dengan dedikasi tinggi oleh Geronimo Berenguer de los Reyes Jr. Foundation di General Trias, Cavite. Begitu melangkahkan kaki ke dalam bangunan museum yang dikelilingi taman rimbun nan tertata ini, para Hakim langsung disambut oleh galeri foto berskala besar yang berfungsi sebagai lorong waktu visual. Detail arsitektur bangunan yang elegan berpadu dengan pencahayaan museum yang temaram, memusatkan perhatian seluruh delegasi pada koleksi arsip langka yang menceritakan cikal bakal berdirinya negara Filipina.

Melalui pameran fotografi dari abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang sangat komprehensif, museum ini merekam jejak perkembangan infrastruktur dan transformasi sosial Filipina. Para delegasi ASEAN tampak terpukau mengamati potret-potret hitam putih yang mendokumentasikan perubahan Manila dari sebuah kota kolonial Spanyol yang klasik menjadi pusat aktivitas yang mulai merangkul modernitas. Terlihat jelas bagaimana masyarakat Filipina pada masa lampau mulai menata kota, menggerakkan roda ekonomi, dan merintis peradaban modern mereka di tengah bayang-bayang pergolakan penguasa asing. Lebih dari sekadar potret pembangunan, The GBR Museum juga menyuguhkan narasi perjuangan rakyat Filipina yang menggetarkan hati.

Salah satu paviliun secara khusus menampilkan dokumentasi masa-masa sulit saat transisi penjajahan berdarah dari tangan Spanyol ke Amerika Serikat. Wajah-wajah letih namun pantang menyerah dari para pejuang, realitas penderitaan rakyat jelata, hingga ketangguhan mereka dalam mempertahankan tanah air tergambar jelas dari balik lensa kamera masa lampau. Pameran ini memberikan perspektif visual yang mendalam bagi para penegak hukum tentang harga sebuah kebebasan.

Baca Juga  Laksanakan Bintal Ketua PA Baturaja Tekankan Integritas lewat Keteladanan Umar bin Khattab

Selain sejarah sosial-politik, museum ini juga mengejutkan para pengunjung dengan koleksi sejarah penerbangan dan miniatur maritim yang menunjukkan visi kemajuan Filipina di masa lalu. Pajangan model pesawat bersejarah menceritakan bagaimana Filipina berusaha mengejar ketertinggalan teknologi dan membuka jalur konektivitas di Asia Tenggara. Perkembangan pesat ini memantik diskusi yang renyah antara delegasi Indonesia dengan rekan-rekan delegasi dari Malaysia, Vietnam, Singapura dan Brunei Darusalam, membahas betapa miripnya pola modernisasi dan tantangan historis di antara negara-negara Asia Tenggara.

Menghabiskan waktu di The GBR Museum memberikan ruang kontemplasi bagi Delegasi dari Indonesia. Mengamati rekam jejak perjuangan dan keringat pembangunan masyarakat Filipina membuat mereka merenungkan kembali fondasi keadilan di negara masing-masing. Sembari berjalan menuju bus, para delegasi sepakat bahwa sejarah perjuangan bangsa seperti yang terekam di museum ini adalah elemen krusial yang membentuk sistem hukum dan konstitusi modern suatu negara yang berdaulat.

Perjalanan sejarah kemudian berlanjut ke The Emilio Aguinaldo Shrine, sebuah monumen nasional yang terletak di Kawit, Cavite. Menginjakkan kaki di pelataran rumah bersejarah yang megah ini, delegasi langsung disambut oleh aura patriotisme yang kental. Di sinilah, pada tanggal 12 Juni 1898, proklamasi kemerdekaan Filipina dikumandangkan untuk pertama kalinya, dan bendera nasional dibentangkan dari balkon ikoniknya yang dijuluki “Balkon Kemerdekaan”. Arsitektur rumah yang unik dengan menara menjulang dan detail ukiran kayu klasik seolah menjadi saksi bisu keberanian dan visi seorang pemimpin revolusi.

Memasuki bagian dalam mansion, para Hakim negara ASEAN diajak menyelami langsung pikiran dan taktik Jenderal Emilio Aguinaldo. Rumah ini dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal, melainkan juga sebagai markas militer yang sarat akan strategi pertahanan rahasia. Rombongan, yang membaur dengan delegasi ASEAN lainnya, berdecak kagum saat menyusuri berbagai lorong sempit rahasia, kompartemen persembunyian di balik lemari, dan desain lantai yang digunakan untuk menghindari sergapan musuh pada masa revolusi. Setiap sudut rumah adalah cerminan taktik gerilya dan kewaspadaan tingkat tinggi dari sang jenderal.

Koleksi memorabilia di dalam rumah tokoh proklamasi Aguinaldo ini semakin menghidupkan epik perjuangan Aguinaldo melawan pendudukan asing. Delegasi mengamati dengan saksama pajangan seragam militer, pedang, dan senjata peninggalan revolusi, hingga dokumen-dokumen penting yang merintis jalan menuju terbentuknya Republik Filipina Pertama. Bagi para penegak hukum yang hadir, melihat langsung artefak ini memberikan sentuhan emosional tentang bagaimana embrio konstitusi dan kedaulatan suatu bangsa diperjuangkan dengan darah dan air mata, mengingatkan kembali pada fondasi esensial dari hukum bernegara.

Baca Juga  Ketua Mahkamah Agung RI: Transformasi Digital Harus Menjaga Martabat Manusia dan Keadilan Konstitusional

Di sela-sela mengamati artefak di shrine tersebut, para delegasi, khususnya kesembilan hakim dari Indonesia, terlarut dalam diskusi mendalam mengenai sisi kelam dan kompleksitas sejarah revolusi Filipina: irisan perjuangan antara Emilio Aguinaldo dan Andres Bonifacio. Sejarah mencatat keduanya sebagai arsitek kemerdekaan, namun dengan jalan dan taktik yang berbenturan. Jika Bonifacio, sang “Bapak Revolusi Filipina” sekaligus pendiri organisasi rahasia Katipunan, adalah letupan api pertama yang membakar semangat perlawanan rakyat jelata, maka Aguinaldo hadir sebagai sosok teknokrat dan ahli strategi militer dari faksi Magdalo yang sukses memenangkan berbagai pertempuran krusial di wilayah Cavite.

Para delegasi ASEAN saling bertukar pandangan ketika pemandu wisata menceritakan titik didih hubungan keduanya yang memuncak pada Konvensi Tejeros tahun 1897. Di mata para penegak hukum ini, momen tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan potret nyata dinamika politik dan hukum di masa krisis. Konvensi yang niat awalnya untuk menyatukan faksi-faksi revolusioner justru berujung pada terpilihnya Aguinaldo sebagai presiden secara in absentia, dan terpinggirkannya Bonifacio. Penolakan Bonifacio atas hasil konvensi yang dianggapnya penuh kecurangan berujung pada pembentukan pemerintahan tandingan.

Bagi para hakim, episode selanjutnya adalah sebuah kajian sejarah hukum yang tragis. Transisi kekuasaan ini bermuara pada penangkapan Bonifacio oleh pasukan Aguinaldo. Bonifacio kemudian dihadapkan pada Pengadilan Militer sebuah proses peradilan di tengah kecamuk perang yang keabsahan dan keadilannya masih terus diperdebatkan oleh para sejarawan—hingga akhirnya ia dieksekusi di pegunungan Maragondon atas tuduhan pengkhianatan. Membedah kisah ini di tanah kelahirannya langsung, para delegasi merenungkan bagaimana ambisi faksionalisme dan benturan kelas sosial seringkali menjadi sisi gelap dari transisi kedaulatan. Ini menjadi pelajaran mahal dan universal tentang bagaimana instrumen hukum dan peradilan kerap diuji secara luar biasa hebat di tengah pusaran revolusi sebuah negara.

Kunjungan ke Emilio Aguinaldo Shrine ditutup dengan momen refleksi yang tenang di taman makam sang jenderal yang asri di halaman belakang properti. Antusiasme delegasi MA RI dan rekan-rekan ASEAN sama sekali tak surut meski hari semakin sore. City tour persembahan PHILJA ini sukses membangkitkan kesadaran kolektif bahwa tata hukum yang tegak hari ini adalah buah dari heroisme masa lalu. Dengan wawasan historis yang baru terkalibrasi, sembilan hakim Indonesia ini bersiap untuk kembali ke kelas, membawa bekal inspirasi tentang pentingnya kedaulatan dan keadilan di kancah hukum internasional.

Ghesa Agnanto Hutomo
Kontributor
Ghesa Agnanto Hutomo
Hakim Pengadilan Negeri Namlea

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

berita
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Implementasi KUHAP 2025 di Tingkat Banding: Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Mengucapkan Putusan Melalui Persidangan Elektronik

11 July 2026 • 09:42 WIB

Mengenal Ultra Petita di PTUN: Dari Larangan Klasik hingga Relevansinya Hari Ini

11 July 2026 • 06:56 WIB

Keadilan Sosial dan Penemuan Hukum: Membangun Hakim yang Berintegritas dalam Perspektif Filsafat Hukum

10 July 2026 • 11:16 WIB
Leave A Reply

Demo
Top Posts

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB

Meneguhkan Negara Hukum Melalui Perlindungan Sosial: Sinergi Kebijakan Publik dan Lembaga Peradilan bagi Petani dan Pekerja Sektor Informal

1 July 2026 • 14:00 WIB

Peradilan Militer Bukan Ruang Gelap: Menepis Narasi Impunitas dengan Fakta dan Akuntabilitas

9 May 2026 • 18:38 WIB
Don't Miss

Siapakah di Atas Hakim?

By Mohammad Khairul Muqorobin, Anggi Permana and Iqbal Lazuardi11 July 2026 • 11:45 WIB0

Pendahuluan Sebagai negara hukum yang berlandaskan Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, Indonesia mutlak memerlukan…

Implementasi KUHAP 2025 di Tingkat Banding: Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Mengucapkan Putusan Melalui Persidangan Elektronik

11 July 2026 • 09:42 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Mengenal Ultra Petita di PTUN: Dari Larangan Klasik hingga Relevansinya Hari Ini

11 July 2026 • 06:56 WIB
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Siapakah di Atas Hakim?
  • Implementasi KUHAP 2025 di Tingkat Banding: Pengadilan Tinggi Kepulauan Riau Mengucapkan Putusan Melalui Persidangan Elektronik
  • Menepi Sejenak di Tambak Bandeng
  • Mengenal Ultra Petita di PTUN: Dari Larangan Klasik hingga Relevansinya Hari Ini
  • Keadilan Sosial dan Penemuan Hukum: Membangun Hakim yang Berintegritas dalam Perspektif Filsafat Hukum

Recent Comments

  1. Robertaneri on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  2. fintechbase on Demi Beli Susu Anak, Tiga Pencuri Sawit di OKI Dihukum Kerja Sosial
  3. JessiePobby on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  4. Michaelacund on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
  5. arenda avto phuket 242 on Fenomena “Cashless Only”: Benturan Regulasi dan Realitas Sosial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami, S.H.I., M.H.I.
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb.
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.