Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api

October 22, 2026

Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

October 22, 2026

PTUN Banda Aceh Selaraskan Peran SPI Kawal Tindak Lanjut Pengawasan

October 22, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’

Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’

Ahmad JunaediBy Ahmad JunaediSeptember 3, 2026 · 10:30 WIB6 Mins Read1 Comment
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

JAKARTA – Sidang Paripurna Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc Mahkamah Agung RI di Ruang Kusumah Atmadja, Gedung Mahkamah Agung RI, Rabu (2/9/2026), menyimpan satu kisah menarik tentang perjalanan pengabdian seorang prajurit hukum. Di antara para hakim yang dilantik, terdapat sosok Letkol Chk Sudiyo, S.H., M.H., yang dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi pada Mahkamah Agung RI. Ia menjadi satu-satunya sosok berlatar belakang militer yang diterima dan lolos hingga dilantik sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor Mahkamah Agung. Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Sebelumnya, Sudiyo menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pengadilan Militer I-05 Palembang. Apa yang dicapainya tentu bukan sesuatu yang hadir secara tiba-tiba. Di balik jabatan tersebut terdapat perjalanan panjang, pengalaman, disiplin, kemauan belajar, serta konsistensi dalam menjalankan tugas sebagai prajurit sekaligus hakim.

Perjalanan Sudiyo di bidang hukum tidak bermula dari ruang persidangan. Sebelum menjadi hakim, ia menjalani berbagai penugasan di bidang hukum militer, antara lain di Kumdam II/Sriwijaya sebagai Paurminlahkara Sikara dan kemudian bertugas di Korem 042/Garuda Putih sebagai Perwira Hukum Korem. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam memahami hukum dari perspektif kehidupan militer yang sarat dengan disiplin dan tanggung jawab. Sejak 2019, ia memasuki dunia kehakiman dan menjadi anggota Ikatan Hakim Indonesia. Pengalaman sebagai hakim pertama kali dijalaninya di Pengadilan Militer I-02 Medan. Perjalanan tersebut terus berkembang hingga pada 2026 ia dipercaya sebagai Plt. Kepala Pengadilan Militer I-05 Palembang, sebelum akhirnya menerima amanah sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor Mahkamah Agung. Rangkaian perjalanan tersebut menunjukkan bahwa karier seorang hakim tidak dibentuk dalam waktu singkat. Setiap penugasan, pengalaman, dan tanggung jawab merupakan bagian dari proses panjang untuk membangun kapasitas, integritas, serta kematangan dalam menjalankan fungsi kehakiman.

Di balik perjalanan kedinasannya, Sudiyo menjalani kehidupan keluarga secara sederhana. Ia bersama seorang istri dan dua orang anak tinggal di Asrama Kompi Bantuan Yonif 1421/KJ, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Jambi. Kehidupan tersebut mencerminkan keseharian seorang prajurit TNI yang sejak awal ditempa dengan disiplin, loyalitas, kesederhanaan, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Delapan Wajib TNI yang menjadi bagian dari pembentukan karakter seorang prajurit. Namun, ketika memasuki dunia kehakiman, nilai kedisiplinan tersebut harus berjalan beriringan dengan independensi, objektivitas, kecermatan, serta keberanian untuk menegakkan hukum berdasarkan keadilan. Latar belakang sebagai prajurit hukum bukanlah sesuatu yang harus ditanggalkan, melainkan menjadi modal pengalaman yang harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas yudisial secara profesional. Pelantikan sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor MA dengan demikian bukan hanya pencapaian personal, tetapi juga menunjukkan bahwa pengalaman panjang di lingkungan hukum militer dapat menjadi bekal untuk mengemban tanggung jawab dalam pemberantasan tindak pidana korupsi di tingkat peradilan tertinggi.

Baca Juga  Refleksi Menuju 12 Tahun Eksistensi Pengujian Unsur Penyalahgunaan Wewenang DalamPenanganan Perkara Korupsi

Ada satu percakapan sederhana yang menarik ketika saya bertemu dengannya setelah pelantikan dan menyampaikan ucapan selamat. Alih-alih berbicara panjang mengenai jabatan barunya, Sudiyo justru menyampaikan pandangan tentang bagaimana seorang hakim seharusnya mempersiapkan diri apabila ingin mencapai jenjang Hakim Agung. Menurutnya, menjadi Hakim Agung bukan sesuatu yang mudah dan tidak mungkin dipersiapkan secara mendadak ketika kesempatan itu datang. Persiapannya harus dilakukan jauh sebelumnya, terutama dengan membangun penguasaan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan. Untuk menguasainya, tidak ada jalan lain selain belajar secara terus-menerus. Menariknya, ia kemudian menyampaikan satu cara belajar yang menurutnya sederhana tetapi sangat efektif, yakni menulis. “Menulis dan menulislah,” demikian pesannya. Bagi Sudiyo, menulis bukan sekadar menghasilkan artikel, tetapi merupakan cara untuk memaksa diri memahami ilmu yang telah dipelajari. Ketika seseorang menulis, ia tidak dapat berhenti pada sekadar mengetahui sebuah norma. Ia harus memahami, mencari dasar hukum, membaca referensi, menguji argumentasi, serta menghubungkan norma tersebut dengan teori dan asas hukum yang relevan.

Apa yang disampaikan Sudiyo sesungguhnya bukan sekadar teori. Ia sendiri telah membuktikannya melalui tulisan-tulisannya di Suara BSDK. Sedikitnya terdapat 10 artikel yang telah ditulis dan dipublikasikan, yang menunjukkan bahwa menulis telah menjadi bagian dari proses belajar dan pengembangan kapasitas dirinya sebagai seorang hakim. Salah satu tulisan yang paling populer sekaligus terbaru adalah “Penguatan Pencegahan Korupsi melalui Fungsi Yudisial Preventif dalam Tugas Tindak Pidana Korupsi.” Tulisan tersebut menarik karena memperlihatkan cara pandangnya terhadap pemberantasan korupsi yang tidak hanya diletakkan pada aspek penindakan setelah tindak pidana terjadi, tetapi juga pada bagaimana fungsi yudisial dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pencegahan. Dari kebiasaan menulis itu terlihat bahwa setiap tulisan pada dasarnya merupakan proses pembelajaran. Menulis membuat seseorang membaca lebih banyak, mencari referensi, mengingat ketentuan hukum, memahami persoalan secara lebih mendalam, serta menghubungkan satu norma dengan norma lainnya. Menulis juga melatih kemampuan menyusun argumentasi secara sistematis, membedakan antara pendapat dan dasar hukum, menguji konsistensi pemikiran, serta mempertanggungjawabkan setiap kesimpulan yang dibuat. Dengan demikian, tulisan menjadi semacam cermin yang memperlihatkan sejauh mana seseorang benar-benar memahami persoalan yang dibahas.

Baca Juga  Prof. Yusril: Hakim Bukan Sekadar Mesin Penerap Pasal

Pesan tersebut menjadi semakin relevan setelah Sudiyo menerima amanah sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor Mahkamah Agung. Perkara tindak pidana korupsi memiliki kompleksitas tersendiri, baik dalam persoalan pembuktian, pertanggungjawaban pidana, kerugian negara, penyalahgunaan kewenangan, maupun perkembangan teori, doktrin, dan yurisprudensi. Karena itu, seorang hakim tidak boleh berhenti belajar setelah menduduki jabatan tertentu. Justru semakin tinggi tanggung jawab yang diberikan, semakin tinggi pula tuntutan untuk memperluas pengetahuan dan mempertajam kemampuan analisis. Menulis dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga ketajaman tersebut. Setiap tulisan menuntut penulis untuk mengingat, memahami, mencari referensi, menguji teori dan asas, serta menghubungkannya dengan persoalan konkret. Bahkan, melalui proses menulis, seorang hakim dapat menemukan kelemahan dalam argumentasinya sendiri sebelum argumentasi tersebut digunakan dalam ruang persidangan. Dalam konteks itulah menulis bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan bagian dari pembentukan profesionalisme seorang hakim. Pengalaman Sudiyo yang telah menghasilkan 10 artikel di Suara BSDK menjadi bukti bahwa pesan “menulis dan menulislah” bukan sekadar kalimat motivasi yang disampaikan setelah pelantikan, tetapi sesuatu yang telah ia jalankan dalam perjalanan profesionalnya.

Pelantikan Letkol Chk Sudiyo sebagai Hakim Ad Hoc Tipikor Mahkamah Agung pada akhirnya bukan sekadar catatan tentang seorang perwira hukum militer yang memasuki lembaga peradilan tertinggi. Ia adalah gambaran tentang sebuah perjalanan pengabdian yang dibangun melalui proses panjang, disiplin, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar. Dari lingkungan dinas hukum militer, ruang sidang Pengadilan Militer I-02 Medan, hingga amanah sebagai Plt. Kepala Pengadilan Militer I-05 Palembang, perjalanan itu kini berlanjut di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Menjadi Hakim Ad Hoc Tipikor tentu membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Namun, perjalanan tersebut sekaligus memberikan satu pelajaran penting bahwa kapasitas tidak lahir secara instan. Ia harus dipersiapkan jauh sebelum kesempatan datang. Dan salah satu cara paling sederhana untuk mempersiapkannya adalah dengan membaca dan menulis secara konsisten. Menulis berarti membaca lebih banyak, memahami lebih dalam, mengingat lebih kuat, mencari referensi lebih luas, menguji teori dan asas, serta berani mempertanggungjawabkan pemikiran. Dari kebiasaan itulah kapasitas seorang hakim dapat terus dibangun. Karena itu, pesan Sudiyo layak menjadi renungan bagi setiap hakim yang ingin terus berkembang: jangan menunggu menjadi Hakim Agung untuk mulai belajar menjadi Hakim Agung. Persiapkan sejak sekarang, belajar sejak sekarang, dan menulis sejak sekarang. Menulis dan menulislah.

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Hakim Ad Hoc Tipikor hakim agung Hakim Militer Integritas Hakim Letkol Chk Sudiyo Menulis Pendidikan Hakim pengadilan militer Prajurit Hukum Tindak Pidana Korupsi Tipikor
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api

October 22, 2026

Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

October 22, 2026

PTUN Banda Aceh Selaraskan Peran SPI Kawal Tindak Lanjut Pengawasan

October 22, 2026

1 Comment

  1. Burhan on September 4, 2026 6:00 pm

    Hukum didalam dunia.militer dua sisi yang saling melengkapi untuk keadilan.




    Reply
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026
Don't Miss

Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api

By Yudhistira Ary PrabowoOctober 22, 20260

Seram Bagian Barat – Pengadilan Negeri Dataran Hunipopu menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Materi Penanganan Kebakaran bersama…

Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup

October 22, 2026

PTUN Banda Aceh Selaraskan Peran SPI Kawal Tindak Lanjut Pengawasan

October 22, 2026

The Quiet Sustainability of Chōtei: A Voluntary Legacy of Court-Based Mediation

October 22, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Siaga Karhutla, PN Dataran Hunipopu Gelar Sosialisasi dan Praktik Pemadaman Api
  • Tanam Pohon Santigi di Papandayan, Syamsul Arief: Alam Juga Punya Hak untuk Hidup
  • PTUN Banda Aceh Selaraskan Peran SPI Kawal Tindak Lanjut Pengawasan
  • The Quiet Sustainability of Chōtei: A Voluntary Legacy of Court-Based Mediation
  • Mahasiswa UNISKI “Geruduk” PN Kayuagung, Ada Apa?

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Rocky Gerung
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.