Jakarta – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Ditjen Badilum) melalui program Perisai Badilum kembali menghadirkan episode ke-18 dengan mengangkat Tema “Menembus Peluang Beasiswa LPDP Bagi Talenta Peradilan Unggul” pada Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi aparatur peradilan untuk memperoleh informasi sekaligus wawasan mengenai peluang pengembangan kompetensi melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni narasumber langsung LPDP Dr. Agam B. Suryanto, S.E., M.B.A. sebagai Kepala Divisi Kerjasama dan Pengembangan Beasiswa LPDP dan Yang Mulia Syamsul Ma’arif, S.H., LL.M., Ph.D. Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung RI.
Kehadiran narasumber Dr. Agam B. Suryanto memberikan perspektif mengenai program dan peluang beasiswa LPDP terutama Tahap 2 Tahun 2026. Dalam pemaparannya ia memberikan informasi mengenai perubahan Kebijakan Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 mulai persyaratan Bahasa Inggris, daftar universitas unggulan, persyaratan dan ketentuan beasiswa STEM dan SHARE berupa sasaran dan skema beasiswa, persyaratan umum dan khusus, hingga pelanggaran dan sanksi yang dilakukan.
Agam juga menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara daring dan tidak dipungut biaya.
“Seluruh pendaftaran secara online dan free of charge” ujar Agam.
Ia juga mengingatkan waspada terhadap penipuan yang menawarkan iming-iming kelulusan, bahwa LPDP tidak ada biaya coaching dan pelatihan LPDP sebagai bagian dari proses pendaftaran dan seleksi.
Selain itu ia juga menyampaikan bahwa tahapan tes LPDP tersebut menjadi tiga tahap yaitu Tes Administrasi, Tes Bakat Skolastik dan Wawancara.
Dalam kesempatan tersebut, Agam memperkenalkan program baru beasiswa LPDP tahun 2026 yaitu Beasiswa STEM Industri Strategis serta SHARE (Social, Humanities, Art for People, Religious Study, Economics).

Beasiswa STEM Industri Strategis adalah program beasiswa dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia unggul di industri strategis bidang kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi: AI dan semikonduktor, hilirisasi dan industrialisasi, pertahanan, material dan manufaktur maju, energi, dan maritim serta sektor lain yang mendukung industri strategis tersebut.
Beasiswa STEM Industri Strategis termasuk 8 (delapan) industri strategis, bidang pendukung industri strategis (kebijakan publik, hukum, bisnis dan ekonomi), serta kewirausahaan dan industri kreatif.
Sementara itu, bidang SHARE tetap menjadi pondasi penting dalam memperkuat aspek sosial, budaya, pendidikan, ekonomi, kebijakan publik, hingga keagamaan sebagai penopang pembangunan bangsa.
Yang Mulia Syamsul Ma’arif memaparkan beasiswa sebagai investasi untuk meningkatkan kualitas aparatur peradilan. Ia menyampaikan ada 9 (sembilan) ilmu atau jurusan yang diprioritaskan dan diharapkan aparatur peradilan bagi para pencari beasiswa, khususnya yang berkaitan dengan perkembangan kebutuhan hukum dan peradilan, yakni Digitalisasi Peradilan dan Artificial Intelligence, Perlindungan Data dan Bukti Elektronik, Commercial Dispute dan Cross-border Dispute, HAM dan Perkembangan Hukum Internasional, Ekonomi Digital dan Transaksi Lintas Negara, Lingkungan Hidup dan Climate Litigation, Alternative Dispute Resolution dan Mediation, Judicial Administration dan Court Management, dan Judicial Ethics, Integrity, dan Public Trust.
“Jurusan tersebut merupakan isu-isu terkini yang penting untuk dipelajari hakim dan aparatur peradilan dan diharapkan melanjutkan studi pada bidang yang menjawab kebutuhan nyata peradilan” ujar Ketua Kamar Pembinaan.
Melalui episode ke-18 ini, Perisai Badilum tidak hanya menjadi sarana berbagi informasi, tetapi menjadi bagian dari komitmen Ditjen Badilum dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan dan menyiapkan talenta peradilan Indonesia yang semakin unggul.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


