Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » IKAHI DAN KEPEDULIAN SOSIAL

IKAHI DAN KEPEDULIAN SOSIAL

Redpel SuaraBSDKBy Redpel SuaraBSDKDecember 14, 2025 · 20:25 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

[Artikel ini adalah Artikel yang pernah dibuat oleh Syamsul Arief, Pimpinan Umum suarabsdk.com pada tahun 2018 di portal rilis.id  sebagai refleksi kritis dan harapan agar IKAHI tetap memiliki arti dan manfaat bagi anggotanya para hakim diseluruh Nusantara. Redaksi suara bsdk.com memuatnya kembali dalam liputan khusus munas IKAHI untuk mengingatkan agar IKAHI menjadi organisasi perjuangan hakim dan memiliki daya guna tinggi untuk tegaknya keadilan, kemanusiaan dan kesejahteraan]

Suarabsdk.com, Ancol – ketika bencana datang bertubi-tubi di beberapa daerah dan yang menjadi korban adalah warga pengadilan di beberapa kabupaten/kota provinsi di Nusantara. Cerita bencana itu hanya menjadi urusan getir bagi para korban dan keluarganya sendiri.

Mahkamah Agung RI (MA) sebagai Lembaga peradilan tertinggi maupun Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) sebagai paguyuban profesi di pengadilan nir empati. Biar pun sekadar memberi ucapan keprihatinan atas musibah yang telah terjadi.

Memang zaman itu revolusi teknologi informasi belum sedahsyat saat ini. Tapi, setidaknya ada televisi dan ada pula media cetak lokal maupun nasional yang harusnya dapat dipakai untuk menyampaikan pesan empati.

Boro-boro mau datang sendiri pejabat-pejabat itu untuk melihat anakbuahnya yang remuk-redam, hancur tertimpa bencana saat menjalankan tugas di daerah. Bahkan memanfaatkan televisi dan koran sambil berdiri sedih di depan kamera dan juru tinta, lalu menyampaikan bahwa lembaga dan organisasi prihatin dan ikut merasa larut dalam duka mendalam, hal tersebut tidak dilakukan.

Mungkin saja ada dalih saat itu sesungguhnya sudah dilakukan. Tapi saya dan mungkin warga pengadilan di daerah lainnya tidak mendengar, membaca dan merasakan dalih itu. Mungkin saya saat itu sosok yang terlalu pelosok untuk mendapat pesan solidaritas lembaga dan organisasi waktu itu.

Dari hakim yang hilang diculik sekelompok separatis Aceh saat menjalankan tugas pada tahun 2000, yang menjadi _trigger_ eksodusnya puluhan hakim Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan militer di wilayah Aceh.

Jasad maupun makam hakim PN Tapaktuan Koento Hadi Poernomo SH simpang-siur keberadaannya hingga kini. Anaknya tidak akan pernah tahu sosok ayahnya karena saat Koento berangkat ke Aceh ia meninggalkan istrinya di Jawa dalam kondisi hamil.

Hanya kesedihan level dewa yang bisa dirasakan anaknya yang kini telah dewasa jika malam-malam rapuh tiba. Nalurinya terketuk mencari sosok ayah yang tidak pernah dilihatnya sejak lahir, tapi dirasakan kehadiran ayahnya mengalir di pembuluh darah. Tidakkah itu dulu dipikirkan? Tidakah kesedihan seorang anak yang merindukan bapak hanya melalui foto usang itu dirasakan IKAHI saat itu?

Dulu, ya dulu sekali, kita belajar menghapus cerita getir hakim Koento di memori dengan mengganti cerita getir lainnya tentang kisah Hakim Agung Ketua Muda Bidang Pidana MA Syafiudidin Kartasasmita yang merenggang nyawa ditembak mati di jalanan tahun 2001.

Memaklumi situasi itu dalam simplikasi jika hakim agung saja bisa tewas dalam bertugas, apalagi hakim tingkat pertama di daerah. Kala itu peristiwa seperti itu minim simpati kelembagaan organisasi dan menjauhkan diri kita dari hikmah solidariti. Yang dimunculkan malah sisi gelap pribadi hakim yang tewas itu secara sepihak, seolah kematiannya layak ditanggungnya sendiri.

Baca Juga  Peradilan Bermartabat, Negara Berdaulat,Mahkamah Agung Hadirkan Refleksi Akhir Tahun 2025

Ada cerita berbuku-buku. Cerita tentang hakim dan keluarga pengadilan baik di PN, PA, dan PTUN/militer, yang berjuang dalam pengungsian. Bahkan merasakan sedih dan penyesalan tak berkesudahan karena kehilangan keluarga yang dicintai akibat bencana gempa dan tsunami saat bertugas di daerah seperti Lampung, Bengkulu, Aceh, Nias, Yogyakarta, dan Padang.

Dulu, tapi itu dulu sekali saya dan mungkin warga pengadilan lainnya tidak merasakan hadirnya lembaga dan organisasi di tengah-tengah kesedihan itu. Mungkin saya terlalu besar harapan, terlalu cengeng hingga mengeluhkan, terlalu lemah menerima kenyataan.

Bahwa sebagai orang yang berprofesi siap ditempatkan di mana saja, bekerja layaknya peladang berpindah, harusnya sadar sedari awal tentang risiko pekerjaan. Hingga saya dan mungkin warga pengadilan lainnya kemudian meneguhkan bahwa memang nasib demikian, terima saja, hadapi dan rasakan sendiri sebagai bagian dari hidup dalam tahapan.

Lalu kini, ya kini, saya melihat dan merasakan sendiri bagaimana solidaritas dari lembaga hadir dan peduli di tengah-tengah bencana yang dirasakan keluarga pengadilan saat tertimpa musibah. Hal yang sangat sederhana misalnya, IKAHI selalu mengirimkan karangan bunga duka cita ke alamat rumah duka jika ada kabar hakim berpulang ke rahmatullah.

Karangan bunga memang sederhana tapi pesan yang disampaikan organisasi melalui papan bunga ucapan duka (menyusul ucapan duka dan simpati dari media sosial lainnya), tentu mewakili pesan ratusan ribu hakim di Nusantara. Bahwa, MA dan IKAHI ikut larut dalam duka mendalam atas kesedihan dan memetik hikmah suatu saat datang giliran.

Kini, ya kini, cerita tentang solidaritas lembaga dan organisasi makin lebih baik. Pada September 2018 lalu Mahkamah Agung Ri dan IKAHI di tengah-tengah keriuhan merayakan Turnamen Tenis warga pengadilan di Bali, masih menyempatkan waktu untuk menyalurkan donasi atas musibah gempa di Lombok.

Ketua Mahkamah Agung M. Hatta Ali bersama wakil ketua MA dan unsur pimpinan MA serta para pejabat eselon I MA hadir langsung melihat kondisi bencana di lapangan. Mereka menyerahkan donasi yang dikumpulkan dari MA dan warga pengadilan seluruh nusantara berjumlah total sebesar Rp1,58 miliar.

Dana sebesar Rp 800 juta telah disalurkan secara tunai kepada sebagian warga pengadilan di wilayah hukum Lombok dan sebagian lagi kepada masyarakat lainnya melalui Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhamad Amin.

Sedangkan sisa donasi lainnya diberikan dalam bentuk barang berupa enam unit tenda pleton ukuran 6 x 14 meter, 50 tenda keluarga, 400 lembar selimut, sarung, matras, dan sleeping bag. Waktu itu saya ada di Bali dan baru beberapa hari pulang dari bertugas menjadi Relawan 69, yakni kelompok relawan kemanusiaan lintas profesi di Lombok.

Baca Juga  Merajut Kebersamaan, Kolaborasi IKAHI Dan Dharmayukti Cabang Dataran Hunipopu Di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Saya sangat antusias dengan apa yang dilakukan oleh MA dan IKAHI tersebut. Dalam hati, saya merasa baru kall itulah saya berada dalam puncak rasa bangga sebagal warga MA dan anggota IKAHL Haru melihat pimpinan lembaga dan organisasi tempat saya bekerja dan bernaung melakukan aksi solidaritas dan kemanusiaan secara langsung kepada warganya sendiri dan masyarakat lainnya. Sungguh jauh berbeda dengan masa-masa yang lalu.

Kebanggaan saya makin bertambah terhadap Mahkamah Agung dan IKAHI ketika terjadi kehancuran akibat bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. MA dan IKAHI memobilisasi dan mengorganisasi bantuan dari seluruh penjuru warga pengadilan di tanah air melalui rekening donasi Mahkamah Agung, IKAHI, dan Dharmayukti Karini, organisasi perempuan warga pengadilan.

Bantuan kemanusian tersebut diberikan dalam bentuk dana ratusan juta rupiah, makanan, tenda, dan pakaian kepada warga pengadilan serta warga Sulteng lainnya.

Beberapa minggu usai bencana di Sulawesi Tengah tersebut kemudian IKAHI sebagai organisasi yang menaungi hakim seluruh Indonesia itu, mengirimkan belasan tim relawan IKAHI yang terdiri dari hakim-hakim muda untuk turun langsung melakukan aksi heroik dan kemanusiaan. Menyalurkan bantuan dari Mahkamah Agung dan IKAHI di titik Bencana di Palu, Donggala, dan Sigi.

Belasan Relawan IKAHI tersebut begabung bersama para hakim dan warga pengadilan lainnya di Sulawesi Tengah dengan bergotong-royong membangun puluhan hunian sementara (huntara), trauma healing korban, dan memberi bantuan medis dengan menggandeng dokter-dokter dari keluarga pengadilan.

Kini ya kini, Mahkamah Agung dan IKAHI makin responsif dan sudah tidak canggung lagi. Di media sosial dan televisi saya melihat begitu cepat dan tanggapnya lembaga dan organisasi ini dalam merespons situasi krisis dan bencana.

Ketua Umum Pengurus Pusat IKAHI Dr H Suhadi SH MH dengan jajaran pengurus terasnya langsung menggelar rapat dan pers rilis sesaat setelah empat orang hakim yang berada di antara 189 penumpang pesawat Lion Air GT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan laut Tanjung Kerawang pada Senin (29/10/2018).

IKAHI langsung menyampaikan simpati dan kesedihan yang mendalam mewakili ratusan ribu warga pengadilan di Indonesia atas peristiwa jatuhnya pesawat, yang hingga kini masih terus dilakukan pencarian tehadap jasad-jasad korban.

IKAHI menyerukan untuk memasang pita hitam sebagal simbol duka mendalam dan kehilangan atas empat orang hakim yang berada dalam pesawat tersebut. Pengurus pusat IKAHI juga mengirimkan relawan ke Pelabuhan JICT Tanjung Priok untuk bertugas membantu keluarga pengadilan yang menjadi korban, mendapat pelayanan dan informasi akurat dalam pencarian korban jatuhnya pesawat tersebut.

Seruan dan aksi yang sederhana dari IKAHI ini tentu membangkitkan solidaritas dan merajut kembali kecintaan terhadap lembaga Mahkamah Agung RI dan organisasi IKAHI

Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.
Syamsul Arief Kepala BSDK MA
Redpel SuaraBSDK
Kontributor
Redpel SuaraBSDK

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ikahi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Jimly: Komposisi MKH perlu memasukkan lebih banyak dari unsur Masyarakat

July 15, 2026

Ketua MA: Pemidanaan Bukan Lagi Sekadar Pembalasan

April 21, 2026

IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI

April 2, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,607 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

By Edi HudiataOctober 14, 20260

MEGAMENDUNG, BSDK MA RI — “Juru bicara jangan menjadi bagian dari masalah dan jangan mencari…

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026

Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?

October 14, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • 7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan
  • Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  • Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang
  • Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?
  • Optimalisasi SIPP dan e-Court, Kunci Profesionalitas Panitera Pengganti di Era Digital

Recent Comments

  1. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  2. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  3. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  4. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
  5. Pandu PW on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Imaniar, S.H., M.H.
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Supid Arso Hananto
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.