JAKARTA — Prestasi membanggakan ditorehkan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (Badan Strajak Diklat Kumdil) Mahkamah Agung Republik Indonesia. Melalui unit Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan (Pusdiklat Menpim), sukses meraih penghargaan bergengsi Mitra Kerja Sama Terbaik Tahun 2026 pada ajang BPS Corporate University (CorpU) Award 2026 yang dihelat di Aula Lantai 4 Pusdiklat BPS, Jakarta. Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti diterima oleh Kepala Pusdiklat Menpim diwakili oleh Kepala Bidang Program dan Evaluasi, Furqonsjah Harahap, S.H., M.M. dalam rangkaian peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”,
Kontribusi Signifikan: Terbanyak Kirim Peserta Pelatihan Klasikal
Predikat Mitra Kerja Sama Terbaik Tahun 2026 dinobatkan kepada Pusdiklat Menpim Badan Strajak Diklat Kumdil MA RI atas dedikasi dan komitmen luar biasanya dalam pengembangan kapasitas aparatur peradilan di bidang statistik dan analisis data. Pusdiklat Menpim MA RI tercatat sebagai instansi dengan jumlah peserta pengembangan kompetensi klasikal terbanyak, yaitu berhasil mengirimkan hingga 799 peserta untuk mengikuti pelatihan tatap muka (klasikal) bersama BPS Corporate University. Capaian ini menjadi bukti konkret sinergi erat antarlembaga dalam mendorong budaya birokrasi peradilan yang berbasis data (data-driven judiciary).

Sinergi Lintas Sektor Menuju Transformasi Digital
Pemberian penghargaan ini sejalan dengan visi modernisasi statistik nasional yang disampaikan Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam pidato kuncinya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi pembelajaran silang (cross-learning) dengan kementerian/lembaga negara untuk membangun kompetensi SDM masa depan dalam menghadapi era Artificial Intelligence (AI) dan Big Data.
“Because the future of statistics depends not only on the data we have, but on the people who know what to do with it,” tegas Amalia, menggarisbawahi bahwa kemajuan tata kelola data sangat bergantung pada kesiapan manusianya.
Bagi lingkungan Mahkamah Agung RI, pembekalan ilmu statistik, metodologi data, serta integrasi teknologi digital bagi aparatur peradilan dipandang krusial guna memperkuat kualitas analisis kebijakan, transparansi, serta akuntabilitas peradilan di Indonesia.
Diikuti Seminar Nasional Bersama Para Pakar
Turut hadir sebagai delegasi perwakilan pada kesempatan tersebut antara lain Dedi Waryoman, S.Sos., M.H., Furqonsjah Harahap, S.H., M.M., Dr. Muhamad Yusuf, S.Ag., S.H., M.H., M.Mpd., Yusdiana Iskandar, S.Kom., M.Msi., serta Ahadad, S.H., M.A.P. Usai penganugerahan penghargaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional bertajuk “Transformasi Kompetensi SDM: Peran Strategis BPS CorpU dalam Mendukung Modernisasi Statistik”. Dipandu oleh Bayu Sutiyono selaku moderator, seminar ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka di bidang kepegawaian dan reformasi birokrasi, yaitu Dr. Ir. Zulkipli, Suharmen, dan Aba Subagja.

Penghargaan ini diharapkan kian mempererat kolaborasi strategis antara Mahkamah Agung RI dan Badan Pusat Statistik dalam mewujudkan aparatur sipil negara yang adaptif, profesional, serta unggul dalam pemanfaatan data dan teknologi demi pelayanan publik yang berdampak nyata.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


