GARUT — Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (BSDK MA RI) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas kinerja hakim serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan berlangsung di Cahaya Villa Hotel, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (21/10/2026), dan dibuka oleh Hakim Agung Kamar Pidana sekaligus Plt. Kepala BSDK MA RI, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Syamsul menegaskan bahwa BSDK tidak boleh hanya menjadi wadah pertemuan tahunan yang berhenti pada evaluasi dan proyeksi. Menurutnya, BSDK harus menjadi pergerakan yang memastikan tujuan bersama tercapai, terutama dalam penguatan kapasitas hakim dan ASN di lingkungan BSDK.
“BSDK ini bukan cuma organisasi tempat berkumpulnya orang setiap tahun, bukan sekadar evaluasi dan proyeksi. Kita menginginkan BSDK ini menjadi pergerakan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya semangat bergerak bersama dalam menjaga kualitas kinerja dan profesionalisme seluruh jajaran. Perbaikan, kata dia, tidak akan berjalan tanpa adanya Gerakan atau movement bersama dari seluruh aparatur yang terlibat di dalam lingkungan BSDK.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta dari kalangan hakim dan ASN di lingkungan BSDK MA RI. Antusiasme peserta disebut tinggi, sejalan dengan kebutuhan peningkatan kompetensi dan kualitas layanan hukum dan peradilan khususnya di lingkungan BSDK MA RI.
Selain peningkatan kompetensi Hakim dan Aparatur BSDK MA RI, Syamsul juga menyinggung pentingnya pengembangan talenta dan pemberian kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk berkiprah di dunia peradilan khususnya profesi hakim. Menurutnya, profesi hakim merupakan profesi yang dimiliki bersama seluruh pemangku kepentingan, sehingga akses untuk menjadi bagian dari korps peradilan harus terbuka luas.
Ia mengungkapkan, program pendidikan calon hakim (PPCH) bagi pegawai negeri sipil (PNS) Mahkamah Agung akan segera dilaksanakan mulai tahun depan. Selain itu, penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan formasi calon hakim dari umum juga akan dibuka mulai depan, sehingga BSDK harus mempersiapkan program Pendidikan bagi calon hakim kedepannya.
Menurut Syamsul, tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa profesi hakim semakin diminati dan menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi putra-putri terbaik bangsa yang berlatar belakang pendidikan fakultas hukum. Ia berharap kesempatan yang luas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi Masyarakat terutama bagi keluarga ASN yang sudah berkecimpung di Mahkamah Agung untuk turut mendaftar, sekaligus menjadi momentum untuk menjaring calon-calon hakim yang berkualitas, berintegritas, dan profesional.
Melalui kegiatan ini, BSDK MA RI berharap kompetensi, profesionalisme, dan kualitas kinerja hakim maupun ASN semakin terarah. Kegiatan juga diharapkan menjadi pendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan Mahkamah Agung, bukan hanya sebagai agenda rutin tahunan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


