Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026

October 17, 2026

Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan

October 17, 2026

Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif

October 17, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Diantara Tugas, Jejak Karbon, Gas  Rumah Kaca dan Perubahan Iklim

Diantara Tugas, Jejak Karbon, Gas  Rumah Kaca dan Perubahan Iklim

Ari GunawanBy Ari GunawanOctober 10, 2025 · 08:26 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

PENDAHULUAN

Sobat pembaca yang budiman, pernahkah Anda memperhatikan ada yang berbeda dengan tampilan tiket kereta api yang sekarang? Bisakah Anda menebak apa yang berbeda?

Bagi penglaju seperti saya, yang mungkin awalnya tidak memperhatikan dan tidak mengetahui bahwa ada informasi baru dan penting yang terdapat pada tiket tersebut, saya mulai menyadari hal tersebut seiring berjalannya waktu. Setelah menjadi anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad), saya menyadari adanya informasi terbaru yang terkait dengan Carbon Footprint pada tiket tersebut. Carbon Footprint merupakan emisi CO2e yang dihasilkan oleh perjalanan kereta api, yaitu proses pelepasan gas karbon dioksida ke atmosfer bumi. Jumlah karbon yang dihasilkan dari suatu aktivitas dapat diukur melalui indikator jejak karbon.

Sebagai contoh, ketika saya naik kereta api jarak jauh, yakni kereta api Brantas (perlu dicatat, tulisan ini bukan promosi atau endorsement dari PT KAI), maka pada tiket akan ditampilkan emisi CO2 yang dihasilkan oleh perjalanan kereta api tersebut. Terlihat informasi yang ditampilkan mengenai jejak karbon, yakni emisi sebesar 5,26 kg CO2. Sementara itu, mobil dengan kapasitas mesin di bawah 2000 cc menghasilkan 17,92 kg CO2, dan pesawat komersial jenis ekonomi menghasilkan 70,22 kg CO2. Perhitungan ini diklaim oleh PT KAI sudah sesuai dengan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan mengacu pada Kyoto Protocol, GHG Protocol, serta SNI ISO 14064-1:2018, yang hasilnya telah divalidasi melalui studi literatur dan benchmarking dengan studi-studi lain di dalam dan luar negeri.

Informasi terkait dengan jejak karbon seringkali tidak disadari dan dianggap remeh, padahal jika kita telaah lebih lanjut, terdapat konsep besar yang luhur, yaitu upaya untuk melindungi lingkungan hidup yang kita tinggali sekarang, agar dapat terus dihuni oleh anak cucu kita kelak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memilih dan melakukan kegiatan yang memanfaatkan hal-hal yang ramah terhadap lingkungan.

GAS RUMAH KACA  DAN PERUBAHAN  IKLIM

            Gas rumah kaca adalah gas yang ada di atmosfer yang dapat menimbulkan pengaruh atau efek rumah kaca. Gas-gas yang ada di atmosfer sebenarnya adalah gas alami, namun dengan adanya peningkatan aktivitas manusia, terutama terkait pembakaran bahan bakar fosil, jumlah gas rumah kaca ini meningkat di atmosfer. Gas rumah kaca ini sesungguhnya diperlukan agar suhu bumi tidak terlalu dingin. Namun, jika jumlahnya berlebihan, gas ini dapat menyebabkan pemanasan global.

Alasan mendasar mengapa kita perlu memikirkan hal tersebut adalah karena konsentrasi gas rumah kaca (GRK) yang terus menumpuk di atmosfer, yang menyebabkan efek rumah kaca menjadi lebih intens. Hal ini mengakibatkan kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia. Pemanasan global yang terjadi kini membawa malapetaka serius, mengganggu berbagai sektor biosfer, mulai dari tatanan alam hingga segala bentuk aktivitas manusia.

Peningkatan emisi gas rumah kaca yang berkelanjutan telah menyebabkan pemanasan bumi dan dampaknya telah dirasakan oleh semua negara di dunia. Berdasarkan laporan dari National Center for Environmental Information pada Maret 2025, suhu permukaan global pada bulan Januari–Maret menempati peringkat kedua terhangat dalam catatan 176 tahun, yaitu sebesar 1,31°C (2,36°F) di atas rata-rata suhu abad ke-20 yang sebesar 12,3°C (54,1°F). Meskipun kenaikan suhu adalah manifestasi paling awal, perubahan iklim melibatkan lebih dari sekadar pemanasan. Sistem bumi saling terhubung, yang berarti perubahan di satu area memengaruhi semua area lainnya. Konsekuensinya meluas, mencakup adanya bencana alam ekstrem, kekeringan dan kebakaran hebat, badai dahsyat, banjir, permasalahan air dan laut, naiknya permukaan laut, serta pencairan es di kutub. Di bidang ekologi, dampaknya adalah penurunan keanekaragaman hayati.

Baca Juga  “Nyanyian Owa dan Langkah Para Penjaga Hukum”

Masyarakat dunia kemudian menyadari betapa pentingnya untuk  menjaga kondisi iklim dan menghindari dampak buruk dari pemanasan global yang berakibat percepatan terjadinya perubahan iklim yang  tentunya akan berdampak terhadap lingkungan hidup didunia. Upaya untuk mencapai tujuan itu dilakukan juga oleh Perserikatan Bangsa – bangsa dengan mengadakan pertemuan diantara  negara negara didunia dan akhirnya berhasil dicapai kesepakatan yang lebih dikenal dengan Protocol Kyoto,

Protokol Kyoto adalah perjanjian internasional di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC). Perjanjian ini dirancang untuk mengatasi peningkatan ancaman pemanasan global dengan mewajibkan negara-negara industri untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka. Protokol ini diadopsi pada 11 Desember 1997 di Kyoto, Jepang, dan mulai berlaku sebagai hukum internasional pada 16 Februari 2005.

Upaya terus-menerus untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim akhirnya berlanjut dengan diadakannya dan disepakatinya Perjanjian Paris, yang berlaku pada tanggal 4 November 2016. Perjanjian Paris ini diadopsi oleh 195 pihak dengan tujuan utamanya untuk menahan peningkatan suhu rata-rata global jauh di bawah 2°C di atas tingkat pra-industri dan mengejar upaya untuk membatasi peningkatan suhu hingga 1,5°C di atas tingkat pra-industri.

Indonesia secara tegas mencantumkan hak atas lingkungan hidup sebagai hak asasi manusia, sebagaimana tercantum dalam konstitusi dasar negara, yaitu Undang-Undang 1945 Pasal 28C yang menyatakan bahwa lingkungan yang baik dan sehat adalah hak asasi warga negara. Namun, penurunan kualitas lingkungan yang terjadi saat ini menjadi tantangan besar.

Untuk menjawab masalah ini dan memenuhi harapan akan lingkungan yang sehat, diperlukan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang konsisten dan sungguh-sungguh dari semua pemangku kepentingan. Sebagai komitmen terkait perubahan iklim, Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Paris 2015 dengan mengeluarkan UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change. Dukungan dan komitmen Indonesia diwujudkan dalam dokumen NDC (Nationally Determined Contribution), yang berisi target penurunan emisi gas rumah kaca, yakni 29% dengan upaya sendiri pada tahun 2030 dan 41% dengan dukungan internasional pada tahun 2030.

Upaya nasional untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim dilakukan dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Aturan karbon atau mekanisme karbon, yang sering disebut sebagai nilai ekonomi karbon, mengacu pada berbagai kebijakan dan sistem yang dibuat untuk memberikan harga pada emisi karbon dioksida (CO2) dan Gas Rumah Kaca (GRK) lainnya. Tujuan dari mekanisme ini adalah agar perusahaan dan negara mengurangi emisi mereka dengan menggunakan beberapa instrumen, antara lain:

Perdagangan Karbon (Carbon Trading), di mana perusahaan atau negara dapat membeli dan menjual izin kuota emisi karbon dan unit karbon. Regulasi terkait dengan perdagangan karbon diatur dan diperjelas dengan Peraturan Menteri dan Otoritas Jasa Keuangan, yaitu Peraturan Menteri LHK Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon.

Pajak Karbon adalah pungutan yang dikenakan terhadap setiap produk atau kegiatan yang menghasilkan emisi GRK. Pajak ini dikenakan berdasarkan jumlah emisi yang dihasilkan, sehingga mendorong penggunaan energi dan teknologi yang lebih bersih. Dasar hukumnya terdapat dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Implementasi pelaksanaannya mencakup penyelarasan mekanisme perdagangan karbon dengan tarif paling rendah yang ditetapkan sebesar Rp 30,00 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e), yang akan dilakukan secara bertahap.

Baca Juga  Menjaga Keadilan Bumi: Hakim-Hakim Indonesia Perkuat Benteng Hukum Lingkungan Hidup

Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture and Storage – CCS) merupakan penggunaan teknologi yang terkait dengan upaya mitigasi karbon melalui proses tiga langkah untuk mengurangi emisi dari sumber besar, seperti pembangkit listrik dan industri. Proses ini meliputi penangkapan dan pemisahan CO2 serta gas buang industri, transportasi (memampatkan dan mengirim CO2) melalui pipa, dan penyimpanan atau menginjeksikan CO2 ke dalam formasi geologi yang dalam dan aman di bawah tanah untuk penyimpanan permanen.

Dasar hukum terkait penangkapan karbon dapat ditemukan pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan, Penangkapan, dan Penyimpanan Karbon serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon.

PENUTUP

Perlu kita sadari bahwa pemanasan global, yang sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim, mau tidak mau akan sangat berdampak terhadap kehidupan kita dan anak cucu kita di masa mendatang. Kita tidak ingin pemanasan global mengarah pada kenaikan permukaan air laut yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di seluruh dunia. Kenaikan air laut ini dipicu oleh pencairan es kutub dan gletser, ekspansi termal air laut, dan pengurangan aliran air tanah. Kenaikan air laut tentunya juga mengancam wilayah pesisir, termasuk Jakarta dan pulau-pulau kecil di Indonesia, yang terancam tenggelam jika hal ini terjadi.

Pemerintah telah melakukan upaya dengan menerbitkan regulasi yang mengatur upaya mengatasi pemanasan global yang berkaitan dengan perubahan iklim, di antaranya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Peraturan Menteri dan Otoritas Jasa Keuangan, yakni Peraturan Menteri LHK Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon, dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon, serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan, Penangkapan, dan Penyimpanan Karbon serta Penangkapan, Pemanfaatan, dan Penyimpanan Karbon. Sebagai warga negara, kita punya kewajiban juga untuk mendukung usaha mengurangi pemanasan global dengan melakukan langkah kecil dan nyata dari diri kita sendiri sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan yang akan kita wariskan di masa depan. Langkah kecil itu dapat kita mulai dengan hal-hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, membawa tas belanja sendiri saat berbelanja untuk mengurangi penggunaan plastik, mematikan alat listrik jika tidak digunakan, dan juga memilih moda transportasi yang ramah lingkungan ketika kita diharuskan menjalankan tugas dan kewajiban, baik kepada keluarga, lembaga, maupun negara. Meskipun tidak serta-merta langsung menaikkan kualitas lingkungan hidup kita, saya rasa ini adalah langkah sederhana yang berdampak pada lingkungan. Pemilihan transportasi publik, seperti kereta api, juga perlu dipikirkan karena transportasi kereta api memainkan peran penting dalam mengurangi emisi karbon, yang memberikan kontribusi signifikan terhadap mitigasi dampak lingkungan.

Ari Gunawan
Kontributor
Ari Gunawan
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

karbon lingkungan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Two Desks, One Synchronized Story: Optimizing the Cross-Checking Feature

October 17, 2026

Manusia Tidak Selesai pada Kesalahannya

October 17, 2026

From the Courtroom to a Space for Dialogue

October 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,617 Views
Don't Miss

Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026

By Bagus Partha WijayaOctober 17, 20260

SAMARINDA – Selasa, 13 Oktober 2026, di tengah pelaksanaan Sidang Keliling di Samarinda, Pengadilan Militer…

Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan

October 17, 2026

Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif

October 17, 2026

Gugatan Lingkungan Hidup di PN Sibuhuan Berakhir Damai, Tergugat Berkomitmen Lengkapi Perizinan Perkebunan

October 17, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Tak Hanya Tegakkan Hukum, Pengadilan Militer Iv-16 Balikpapan Dorong Pembinaan Generasi Muda Melalui LKBB (Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris) Tahun 2026
  • Perkuat Standar Operasional demi Kepastian Layanan Pengadilan
  • Pelatihan Sertifikasi Hakim PHI Ditutup, Bekali Hakim dengan Penguatan Hukum Ketenagakerjaan dan Keadilan Substantif
  • Gugatan Lingkungan Hidup di PN Sibuhuan Berakhir Damai, Tergugat Berkomitmen Lengkapi Perizinan Perkebunan
  • Kabut Asap Bukan Penghalang, MS Kutacane Ajak Masyarakat Konsultasi Hukum dari Rumah melalui SAPA

Recent Comments

  1. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  2. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  3. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  4. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  5. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.