Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua

October 19, 2026

Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga

October 19, 2026

Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan

October 19, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan

Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan

Seri "Segera Bentuk Pusat Komando Keamanan Pengadilan" (Bagian 2)
Cecep MustafaBy Cecep MustafaOctober 19, 2026 · 15:24 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pada bagian sebelumnya, kita bertanya mengapa pagar dan pos jaga tidak pernah cukup. Kini kita bertanya siapa yang sebenarnya memegang kendali di balik semua itu.

Ada satu ritual kecil di banyak rapat kita. Ketika ada masalah yang tak jelas pemiliknya, seseorang akan berkata dengan nada paling bijak, “Ini perlu dikoordinasikan.” Semua mengangguk, notulen mencatat, rapat bubar. Tiga bulan kemudian, masalahnya masih di sana, lebih gemuk, ditemani satu rapat koordinasi lagi.

Koordinasi adalah kata yang indah. Ia terdengar seperti jawaban, padahal sering hanya cara sopan untuk mengakui bahwa tidak ada yang memegang kendali.

Ketika Rasa Aman Bertumpu pada Kenalan

Mari kita lihat apa yang ditemukan ketika kondisi pengamanan pengadilan dipetakan dari berbagai dokumen. Gambarnya bukan sekadar kurang di sana-sini. Ia gambar tentang tanggung jawab yang tercecer.

Mahkamah Agung mengelola gedung dan pengamanan internal harian. Kepolisian menangani ancaman dari luar, biasanya ketika diminta. Kejaksaan dan Kepolisian mengawal tahanan menuju ruang sidang, sementara Kemenkumham, melalui pemasyarakatan, mengurus penahanannya sebelum dan sesudah. Pemerintah daerah ikut menopang fasilitas fisik. Di dalam ruang sidang, ketertiban dijaga oleh hakim, panitera, dan petugas keamanan secara swakelola.

Masing-masing benar, masing-masing bekerja, tetapi tak seorang pun memegang komando dari ujung ke ujung. Dokumen yang kami telaah menegaskan hal itu: belum ada otoritas tunggal yang memimpin pengamanan secara menyeluruh. Akibatnya, koordinasi di lapangan berjalan ad hoc, informal, dan sangat bergantung pada hubungan personal. Kalau Anda kebetulan akrab dengan komandan polsek setempat, hari Anda lebih tenang. Kalau tidak, semoga insiden menunggu sampai Anda berkenalan.

Di sini ada ironi yang pantas direnungkan. Kita membangun negara hukum dengan prosedur untuk hampir segala hal, dari surat masuk hingga stempel basah. Tetapi untuk urusan paling genting, yaitu keselamatan orang-orang yang menegakkan hukum itu, kita bersandar pada kenalan. Rasa aman yang bergantung pada siapa mengenal siapa bukan sistem. Ia keberuntungan yang kebetulan berseragam.

Empat Wajah Satu Persoalan

Bila peta itu dibaca dengan teliti, kerentanannya mengelompok dalam empat wajah.

Pertama, ancaman terhadap hakim dan aparatur. Intimidasi, gangguan perilaku, hingga serangan fisik meningkat, dan ancamannya tidak berhenti di pintu gedung. Ia merembes ke ruang pribadi dan ruang digital. Dokumen mencatat bahwa mekanisme formal perlindungan tempat tinggal bagi hakim belum ada, baik di Indonesia maupun di State of Victoria. Belum ada pula sistem penilaian ancaman yang terpusat, maupun unit perlindungan khusus dengan pendekatan peka trauma. Kita menuntut hakim berani memutus, tetapi membiarkan keberanian itu ditanggung sendiri.

Baca Juga  Ketua PA Baturaja Laksanakan Maksimal  Program Prioritas Badilag Tahun 2026 di Kecamatan Peninjauan

Kedua, keamanan persidangan. Pemeriksaan pengunjung tidak seragam. Jalur tahanan sering bercampur dengan koridor publik. Ruang tunggu tahanan terbatas, kelompok rentan seperti perempuan dan anak belum dipisahkan secara memadai, dan tombol darurat di ruang sidang kerap hanya hiasan. Prosedur nasional yang mengatur pergerakan tahanan berbasis risiko belum ada, dan petugas keamanan belum memiliki akreditasi khusus pengamanan pengadilan.

Ketiga, keamanan fasilitas dan data. CCTV dan alat pemindai bekerja sendiri-sendiri dan pasif, lebih berguna sebagai catatan setelah kejadian daripada mencegah sebelum kejadian. Kontrol akses digital untuk zona terbatas belum lazim, dan pencatatan digital pengunjung belum menjadi kebiasaan. Di ruang maya, sistem peradilan elektronik membawa risiko kebocoran dokumen dan rekaman perkara, sementara otoritas siber yudisial khusus belum tercatat dalam sumber yang kami telaah. Dokumen itu merekomendasikan audit tahunan oleh BSSN.

Keempat, koordinasi antar lembaga. Inilah akar dari tiga lainnya. Tidak ada kebijakan pengamanan peradilan yang terpusat, tidak ada nota kesepahaman operasional yang terpadu, tidak ada protokol pertukaran informasi risiko yang nyaris seketika, dan tidak ada anggaran terpadu lintas tahun. Indikator kerja yang tidak selaras antar lembaga bahkan bisa berujung pada penundaan sidang dan pemborosan anggaran.

Pelajaran yang Tak Menyenangkan dari Victoria

Mungkin kita tergoda berpikir bahwa masalah ini khas negeri berkembang. Cermin dari State of Victoria berkata lain. Kajian atasnya, seperti kita bahas sebelumnya, menunjukkan anggaran keamanan melonjak hampir 88 persen dalam satu dekade, namun kebocoran rekaman sidang di Court Services Victoria berlangsung bertahun-tahun tanpa terdeteksi. Uang bertambah, kendali tidak.

Pelajarannya mendasar. Kerentanan bukan terutama soal kekurangan sumber daya, melainkan kekurangan simpul. Seperti orkestra dengan pemain terbaik yang tak punya dirigen: setiap pemain mahir, setiap nada benar, tetapi hasilnya tetap gaduh. Pada titik itu, menambah pemain bukan solusi. Yang dibutuhkan adalah seseorang yang mengangkat tongkat dan memberi tahu semua orang kapan mulai.

Baca Juga  Dr. Varun Kapoor : Ancaman Kejahatan Siber ada di sekitar kita. Bagaimana cara menyikapinya?

Antara Kewenangan dan Tanggung Jawab

Kita sering mencampuradukkan dua hal yang berbeda. Kewenangan adalah hak untuk bertindak. Tanggung jawab adalah kewajiban untuk menjawab ketika sesuatu terjadi. Dalam fragmentasi, kewenangan tersebar ke banyak tangan, sedangkan tanggung jawab menguap. Ketika insiden pecah, semua pihak bisa dengan jujur berkata, “Bagian saya sudah dijalankan.” Dan memang demikian, bagian masing-masing selesai, tetapi keseluruhan gagal.

Hannah Arendt pernah menyebut bahaya birokrasi sebagai “rule by Nobody”, saat tak seorangpun dapat dimintai pertanggungjawaban karena semuanya hanya menjalankan bagiannya. Tentu situasi kita jauh dari kejahatan yang dibicarakan. Tetapi logika dasarnya mengusik: sistem tanpa pemilik utuh selalu menghasilkan kelalaian tanpa pelaku.

Karena itu, seruan untuk membentuk Court Security Policy Unit dan pusat komando pengamanan peradilan bukan soal menambah kotak di bagan organisasi. Ini soal memastikan ada satu pihak yang ketika ditanya “siapa yang bertanggung jawab?” tidak menoleh ke kiri dan kanan.

Yang Kita Wariskan

Ada satu hal lagi yang layak dipikirkan. Pengamanan yang terfragmentasi tidak hanya berbahaya bagi hakim dan aparatur hari ini. Ia juga diwariskan kepada hakim berikutnya sebagai kebiasaan: bahwa ancaman adalah risiko pekerjaan yang ditanggung sendiri, bahwa insiden cukup diselesaikan lalu dilupakan, bahwa keselamatan adalah soal untung-untungan.

Kita bisa memilih untuk mewariskan sesuatu yang lain: sistem yang mencatat, belajar, dan melindungi, bahkan ketika orang-orang yang kini menjabat sudah purna tugas.

Bagian berikutnya akan membahas rupa pusat komando itu: apa saja fungsinya, bagaimana rantai komandonya, dan bentuk kelembagaan seperti apa yang paling masuk akal bagi peradilan kita.

Bersambung ke Bagian 3: Anatomi Sebuah Pusat Komando

Cecep Mustafa
Kontributor
Cecep Mustafa
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Cecep Mustafa Court Security Policy Unit Fragmentasi Kewenangan Judicial Security Keamanan Pengadilan Mahkamah Agung RI Perlindungan Hakim Pusat Komando Pengadilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua

October 19, 2026

Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga

October 19, 2026

Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan

October 19, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026
Don't Miss

Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua

By Cecep MustafaOctober 19, 20260

Lima bagian tulisan ini membawa kita pada satu pemahaman penting: keamanan pengadilan tidak cukup dibangun…

Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga

October 19, 2026

Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan

October 19, 2026

Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan

October 19, 2026 · 15:24 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menjaga Benteng Keadilan: Aman dan Ramah untuk Semua
  • Sembilan Puluh Hari Menuju Keadilan yang Terjaga
  • Otak, Saraf, dan Tangan: Merancang Tata Kelola Keamanan Peradilan
  • Mengurai Fragmentasi Kewenangan Pengamanan Pengadilan
  • Menjaga Benteng Keadilan: Mengapa Pengadilan Membutuhkan Pusat Komando

Recent Comments

  1. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  2. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  3. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  4. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  5. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.