Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

September 25, 2026 · 22:03 WIB

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

Eddy Daulatta SembiringBy Eddy Daulatta SembiringSeptember 25, 2026 · 22:03 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Jakarta – Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (BSDK MA RI) melalui Pusdiklat Teknis Peradilan sukses menyelenggarakan “Pelatihan Kecerdasan Artifisial: Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan di Pengadilan Gelombang 1”. Kegiatan yang berlangsung secara daring dari tanggal 21 hingga 25 September 2026 ini diikuti oleh 614 peserta dari kalangan hakim di seluruh Indonesia.

Pelatihan ini bertujuan membekali aparatur peradilan dengan pemahaman kritis mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di dunia peradilan. Puncak acara pada Jumat (25/9/2026) diisi dengan materi penutup bertajuk “Arah Tata Kelola Penerapan AI dalam Peradilan”. Sesi ini menghadirkan pakar keamanan siber nasional, Dr. Pratama Dahlian Persadha, dengan dimoderatori oleh Hakim Yustisial dari Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan MA RI, Dr. Eddy Daulatta Sembiring, S.H., M.H.

Latar Belakang Narasumber

Dr. Pratama Dahlian Persadha bukan sosok asing di bidang keamanan siber. Pria yang menggeluti dunia siber sejak 1999 di Akademi Sandi Negara ini memiliki rekam jejak mumpuni. Ia pernah menjalani berbagai pelatihan internasional, seperti “Secure IP-Based VPN and Secure Email” serta “Hardware Encryption Programming and Technology” di Selandia Baru, dan “Cryptography Programming” di Swiss.

Secara akademis, Pratama meraih dua gelar doktoral, yakni di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Indonesia (2010–2016) dan bidang Studi Budaya dan Analisis Media dari Universitas Gadjah Mada (2013–2016). Saat ini, Pratama telah mendirikan CISSReC yang masih eksis hingga saat ini.
CISSReC sendiri merupakan sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dan berfokus pada studi keamanan sistem informasi dan komunikasi.

AI: Antara Kemudahan dan Ancaman

Dalam paparannya, Pratama menegaskan bahwa AI sudah pasti masuk ke dunia peradilan. “Pertanyaannya bukan apakah AI akan digunakan, tetapi sampai batas mana penggunaannya,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa AI dinilai aman untuk tugas-tugas administratif seperti transkripsi sidang, klasifikasi berkas, pencarian dokumen, dan terjemahan. Namun, Pratama memberikan peringatan keras terhadap penggunaan AI untuk analisis perkara, penyusunan kronologi, hingga pengambilan keputusan.

“AI tidak mengerti mana benar dan mana salah. Kerjanya berbasis data dan prediksi, bukan penalaran hukum seperti hakim,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa AI bekerja dengan mencari jawaban yang “paling mungkin” benar (relatif), bukan yang benar secara hakiki. Akibatnya, AI rentan mengalami halusinasi, menghasilkan informasi palsu dengan sangat meyakinkan, termasuk nomor perkara, kutipan pasal, hingga putusan yang tidak pernah ada.

Baca Juga  Belajar Pemanfaatan AI dan Penguatan e-Court dari “Korsel” Juara 1 Dunia

Pratama juga menyoroti bahaya bias data. Menurutnya, AI menyerap seluruh data dari internet, termasuk informasi sampah dan berita bohong, tanpa verifikasi. “Data itu adalah minyak baru. Kita harus hati-hati karena platform AI gratis pasti menjual data kita,” ingatnya.

AI Tidak Boleh Mengambil Alih Pertimbangan Judisial

Pratama menekankan prinsip utama: AI boleh membantu, tetapi tidak boleh menggantikan hakim. Ia mengibaratkan AI seperti bayi yang harus diajari. “Kita bisa melatih AI dengan data tertutup, regulasi resmi, dan putusan yang terverifikasi. Dengan begitu, kita bisa membatasi sumber datanya,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan bahwa pertimbangan judisial tetap wajib dilakukan oleh manusia. “Kalau AI yang memutuskan, itu bukan lagi putusan hakim, melainkan putusan algoritma. Itu berbahaya karena AI tidak punya hati nurani dan tidak disumpah,” tandasnya.

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai kemungkinan AI menggantikan kebijaksanaan manusia, Pratama pesimistis. “AI hanya punya data, tidak punya rasa. Empati yang ditampilkan AI hanyalah kumpulan data yang dibuat seolah-olah dia peduli,” ujarnya.

Risiko Deep Fake dan Manipulasi Bukti

Sesi ini juga membahas maraknya manipulasi bukti digital. Pratama mendemonstrasikan bagaimana voice cloning dapat meniru suara tokoh nasional hanya dengan sampel audio singkat. Ia memperingatkan bahwa deep fake semakin sulit dideteksi, bahkan oleh mesin sekalipun.

“Keaslian bukti digital kini menjadi tantangan besar. Hakim tidak bisa lagi hanya melihat atau mendengar, tetapi harus melakukan verifikasi mendalam, termasuk digital forensik,” pesannya.

BSDK Akan Terus Berinovasi

Dalam penutupannya, Hakim Agung Kamar Pidana sekaligus Plt. Kepala BSDK MA, Dr. H. Syamsul Arief, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai. Syamsul Arief menegaskan BSDK akan terus melaksanakan pelatihan dan pemanfaatan AI bagi hakim dan tenaga teknis peradilan Mahkamah Agung di seluruh Indonesia. Metode online ini dipilih agar jangkauannya luas dan dapat diikuti banyak peserta. Menyinggung tantangan AI ke depan, Syamsul Arief menyatakan keinginannya untuk membangun data center dan aplikasi AI yang secure bagi aparatur peradilan di seluruh Indonesia. “Pasti keinginan kita ingin membuat data center dan aplikasi AI yang berguna untuk pekerjaan sehari-hari di peradilan seuai dengan prompt yang diinginkan. Itu akan kita konsolidasikan untuk membentuknya,” katanya. Namun, ia mengingatkan agar ketergantungan terhadap AI tidak membuat hakim kehilangan kemampuan berpikir. “Kalau kita bikin aplikasi AI hanya untuk membuat hakim menjadi malas berpikir, itu juga masalah karena menimbulkan ketergantungan. Hal itu yang harus dihindari.” pungkas Mantan Ketua Pengadilan Negeri Tanjung Karang itu.

Baca Juga  Tekankan Peradilan yang Berkeadilan, Adaptif, dan Visioner dalam Transisi Hukum Pidana Nasional

Hakim Tetap Pengendali Utama

Di akhir sesi, moderator sekaligus mantan Ketua Pengadilan Negeri Purwokerto Dr. Eddy Daulatta Sembiring menyimpulkan lima poin penting. Pertama, AI boleh membantu mencari, membaca, dan merapikan bahan perkara, tetapi penilaian fakta, pembuktian, dan keputusan tetap lahir dari hakim. Kedua, jawaban AI yang meyakinkan belum tentu benar dan wajib diverifikasi. Ketiga, hakim harus menguji asal-usul serta keutuhan bukti digital. Keempat, data perkara yang bersifat rahasia tidak boleh sembarangan dimasukkan ke platform AI. Kelima, ukuran tata kelola AI yang baik adalah ketika hakim tetap bisa menjelaskan alasan putusannya dan bertanggung jawab penuh.

“AI punya data, tetapi kita hakim punya rasa. Tanggung jawab keadilan tetap pada manusia,” pungkas Eddy.

Pesan Penutup bagi Para Hakim

Kecerdasan artifisial memang sudah pasti masuk ke dunia peradilan dan tidak bisa lagi ditolak. AI aman dimanfaatkan untuk tugas administratif seperti transkripsi sidang, klasifikasi berkas, pencarian dokumen, dan terjemahan. Namun, AI tidak boleh menggantikan hakim karena AI bekerja berbasis data dan prediksi, bukan penalaran hukum. Oleh karena cara kerja dari AI rawan terhadap halusinasi, bias, dan tidak selalu benar, maka setiap hasil dari AI wajib diverifikasi. Penilaian fakta, pembuktian, penafsiran hukum, dan pengambilan putusan tetap menjadi kewenangan hakim.

Selain itu, tantangan bukti digital dan deep fake menuntut hakim serta aparatur peradilan menguji asal-usul dan keutuhan bukti, termasuk melalui digital forensik. Tata kelola AI harus dibangun secara aman, etis, transparan, dan akuntabel, dengan data terverifikasi, kerahasiaan perkara terjaga, serta prinsip human in control. AI boleh membantu, tetapi tidak boleh menjadi hakim. Hakim tetap pengendali utama karena hanya Hakimlah yang memiliki rasa, hati nurani, dan tanggung jawab keadilan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang tidak akan pernah tergantikan oleh selain manusia.

Eddy Daulatta Sembiring
Kontributor
Eddy Daulatta Sembiring
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

AI Peradilan artificial intelligence BSDK MA RI bukti digital Deep Fake Human in Control Mahkamah Agung RI Pratama Persadha
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026

“Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung

September 25, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,477 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?

By Eddy Daulatta SembiringSeptember 25, 2026 · 22:03 WIB0

Jakarta – Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI (BSDK MA…

Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup

September 25, 2026

Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi

September 25, 2026

“Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung

September 25, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Batas Tipis antara Kebenaran relatif dan Kebenaran Hakiki  : Pantaskah AI Menggantikan Peran Hakim?
  • Diklat Sertifikasi Hakim Niaga 2026 Resmi ditutup
  • Menutup Pelatihan AI: Ketika Hakim Dituntut Terus Belajar di Tengah Perkembangan Teknologi
  • “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
  • Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?

Recent Comments

  1. Yeheskel Haurissa on Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?
  2. Hendi Rustandi on Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  3. Nikmah Aeni on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  4. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  5. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.