Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

October 7, 2026 · 10:46 WIB

Menguatkan Nalar dan Nurani Hakim: Aspek Perlindungan Anak Menjadi Bahan Ajar Krusial pada Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin

October 7, 2026

Ketika Dua Negeri Serumpun Saling Belajar BSDK MA Terima Kunjungan Delegasi Suruhanjaya Pelantikan Kehakiman Malaysia

October 7, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

Ahmad Farhan SubhiBy Ahmad Farhan SubhiOctober 7, 2026 · 10:46 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

BOGOR, BSDK MAHKAMAH AGUNG — Di balik ketukan palu hakim Peradilan Agama dalam memutus perkara permohonan dispensasi kawin, tersimpan pertaruhan besar atas masa depan dan hak-hak fundamental anak Indonesia. Menyadari hal tersebut, Badan Strategi Pengembangan Diklat Hukum dan Peradilan (BSDK) Mahkamah Agung Republik Indonesia menggelar Pelatihan Teknik Yudisial Dispensasi Kawin bagi Hakim Tingkat Pertama Peradilan Agama seluruh Indonesia, Rabu (7/10/2026).

Hadir sebagai narasumber utama, Assc. Prof. Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb., Hakim Tinggi Yustisial pada BSDK Mahkamah Agung RI, membawakan materi krusial bertajuk “Instrumen Hukum Internasional tentang Perlindungan Anak.”

Dalam paparannya, Dr. Mardi Candra menegaskan bahwa penanganan perkara dispensasi kawin tidak lagi boleh dipandang sekadar pemenuhan syarat administratif perundang-undangan nasional semata. Hakim peradilan agama dituntut untuk menginternalisasi instrumen dan norma hukum internasional guna memastikan setiap putusan berorientasi penuh pada kepentingan terbaik bagi anak (best interests of the child).

Pergeseran Paradigma: Dari ‘Objek’ Menjadi ‘Pemegang Hak’ (Rights Holder)

Salah satu poin mendasar yang diulas secara mendalam oleh Dr. Mardi Candra adalah transformasi paradigma hukum perlindungan anak. Secara konvensional, anak kerap diposisikan sebagai “objek” pasif yang sekadar membutuhkan perlindungan dan belas kasih orang dewasa. Namun, dinamika hukum internasional—yang dipelopori oleh Convention on the Rights of the Child (CRC) 1989—telah mengubah fondasi tersebut secara radikal.

“Anak bukan sekadar objek perlindungan, melainkan pemegang hak (rights holder) yang sah secara hukum. Mereka memiliki hak untuk hidup, tumbuh berkembang, mendapatkan perlindungan dari eksploitasi, serta berhak didengar pendapatnya dalam setiap keputusan yang memengaruhi kehidupannya,” terang Dr. Mardi Candra di hadapan para hakim peserta pelatihan.

Pergeseran paradigma ini membawa implikasi langsung terhadap ruang lingkup kerja hakim peradilan agama. Ketika dihadapkan pada permohonan dispensasi kawin, hakim tidak cukup hanya menerapkan norma tekstual dalam Undang-Undang Perkawinan, melainkan harus mendalami dampak psikologis, fisik, pendidikan, dan masa depan anak secara holistik.

Anatomi dan Hierarki Instrumen Hukum Internasional

Dalam sesi penjelasannya, Dr. Mardi Candra membedah peta instrumen hukum internasional tentang perlindungan anak ke dalam dua kategori utama: instrumen yang mengikat secara formal (legally binding) dan instrumen pelengkap atau pedoman (non-legally binding).

1. Konvensi Utama dan Empat Prinsip Fundamental

  • Convention on the Rights of the Child (CRC) 1989: Disahkan PBB pada 20 November 1989 dan diratifikasi Indonesia melalui Keppres No. 36 Tahun 1990. Terdapat empat prinsip utama yang wajib menjadi pisau analisis hakim:
    1. Non-diskriminasi (non-discrimination).
    2. Kepentingan terbaik bagi anak (best interests of the child).
    3. Hak hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan (right to life, survival and development).
    4. Penghormatan terhadap pandangan anak (respect for the views of the child).
Baca Juga  Simposium Syariah Sabah, Malaysiah 2026: Menguji Hukum Pengangkatan Anak dari Perspektif Kepentingan Terbaik Anak

2. Protokol Opsional (Optional Protocols)

Guna merespons ancaman spesifik terhadap anak, CRC dilengkapi tiga protokol penting:

  • Optional Protocol on the Involvement of Children in Armed Conflict (2000).
  • Optional Protocol on the Sale of Children, Child Prostitution and Child Pornography (2000).
  • Optional Protocol on a Communications Procedure (2011) tentang mekanisme pengaduan pelanggaran hak anak.

3. Kovenan HAM dan Instrumen Sektoral

  • ICCPR & ICESCR (1966): Menjamin hak sipil, politik, serta hak ekonomi, sosial, dan budaya anak (termasuk akses pendidikan dan kesehatan).
  • Konvensi ILO No. 138 & No. 182: Mengatur batas usia minimum bekerja dan penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak.
  • Hukum Perdata Internasional (HCCH): Mengatur persoalan adopsi internasional, hak asuh, dan penculikan anak lintas negara.

4. Instrumen Internasional Terkait Perkawinan Anak

Secara internasional, perkawinan anak dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan berbasis gender. Beberapa instrumen yang melarang tegas perkawinan anak antara lain CEDAW (Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Wanita), UDHR (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), serta Kovenan ICCPR/ICESCR yang menekankan bahwa perkawinan hanya sah jika dilakukan atas persetujuan bebas dan penuh dari kedua belah pihak.

Harmonisasi Hukum Internasional dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia

Dr. Mardi Candra menguraikan bagaimana prinsip-prinsip internasional tersebut telah bertransformasi menjadi norma hukum positif di Indonesia. Titik temu antara norma internasional dan nasional ini ditandai dengan:

  1. Konstitusi: Pasal 28B ayat (2) UUD 1945 secara tegas menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, berkembang, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
  2. Legislasi Perlindungan Anak: UU No. 23 Tahun 2002 jo. UU No. 35 Tahun 2014 jo. UU No. 17 Tahun 2016.
  3. Pembaruan Hukum Perkawinan: Lahirnya UU No. 16 Tahun 2019 yang mengubah UU No. 1 Tahun 1974, menyamakan batas usia minimal perkawinan bagi pria dan wanita menjadi 19 tahun.
  4. Pedoman Mengadili di Peradilan: Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No. 5 Tahun 2019 tentang Pedoman Mengadili Permohonan Dispensasi Kawin.
Baca Juga  Perkuat Daya Saing Ekonomi, Pustrajak MA Matangkan Naskah Urgensi Eksekusi Putusan Perdata Asing

PERMA No. 5 Tahun 2019 menjadi instrumen operasional bagi hakim untuk memastikan bahwa penetapan dispensasi kawin tidak diberikan secara gampang, melainkan melalui pemeriksaan ketat yang mendengarkan suara anak dan mempertimbangkan risiko jangka panjangnya.

Analisis Interpretatif: Menjembatani Teks Hukum dan Realitas Sosial

Secara mendalam, paparan Dr. Mardi Candra memberikan interpretasi krusial mengenai peran peradilan agama dalam merespons fenomena perkawinan anak di Indonesia.

Di satu sisi, permohonan dispensasi kawin sering kali diajukan akibat tekanan sosial, budaya, ekonomi, atau alasan kedaruratan. Namun di sisi lain, mengabulkan dispensasi kawin tanpa pertimbangan matang berpotensi memutus hak pendidikan anak, meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, merenggut masa remaja, serta memicu rantai kemiskinan baru.

Oleh karena itu, keterkaitan antara hukum internasional dan praktik peradilan agama terletak pada keberanian hakim untuk tidak sekadar menjadi “corong undang-undang” (bouche de la loi), melainkan sebagai benteng terakhir perlindungan hak asasi anak.

Cakupan Perlindungan Anak yang Wajib Dijiwai Hakim

Dalam mengambil keputusan, hakim diimbau memperhatikan aspek-aspek hak anak yang saling berkaitan, seperti:

  • Hak atas Identitas dan Pengasuhan: Memastikan tumbuh kembang anak dalam lingkungan keluarga yang stabil.
  • Hak atas Pendidikan dan Kesehatan: Mengkaji apakah pernikahan dini akan menghentikan akses pendidikan dan membahayakan kesehatan reproduksi anak.
  • Perlindungan dari Eksploitasi dan Kekerasan: Mencegah terjadinya perkawinan paksa atau eksploitasi terselubung.
  • Hak untuk Didengar (Right to be Heard): Memberikan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan pandangan dan perasaannya secara bebas di persidangan tanpa intimidasi dari orang tua atau pihak mana pun.

Penutup: Penegakan Hukum Berorientasi Masa Depan Bangsa

Melalui pelatihan ini, BSDK Mahkamah Agung RI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas penegakan hukum yang berperspektif perlindungan anak dan HAM.

Dr. Mardi Candra menutup pemaparannya dengan memberikan pesan mendalam kepada seluruh hakim tingkat pertama Peradilan Agama:

“Pemahaman yang mendalam atas instrumen hukum internasional bukan sekadar wawasan akademis, melainkan standar etik dan profesionalitas bagi hakim. Dengan memahami hak-hak anak secara menyeluruh, hakim Peradilan Agama turut menjaga keberlangsungan masa depan generasi bangsa dan memastikan Indonesia berdiri sejajar dengan masyarakat internasional dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.”

Ahmad Farhan Subhi
Kontributor
Ahmad Farhan Subhi
Hakim Pengadilan Agama Cilegon

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Dispensasi Kawin Hak Asasi Manusia Hakim Peradilan Agama Hukum Internasional Konvensi Hak Anak Perlindungan Anak PERMA Nomor 5 Tahun 2019
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menguatkan Nalar dan Nurani Hakim: Aspek Perlindungan Anak Menjadi Bahan Ajar Krusial pada Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin

October 7, 2026

Ketika Dua Negeri Serumpun Saling Belajar BSDK MA Terima Kunjungan Delegasi Suruhanjaya Pelantikan Kehakiman Malaysia

October 7, 2026

Hakim Agung Kamar Agama Gembleng Hakim Peradilan Agama: Integrasikan Fikih dan Perlindungan Anak dalam Dispensasi Kawin

October 6, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,524 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

By Ahmad Farhan SubhiOctober 7, 2026 · 10:46 WIB0

BOGOR, BSDK MAHKAMAH AGUNG — Di balik ketukan palu hakim Peradilan Agama dalam memutus perkara…

Menguatkan Nalar dan Nurani Hakim: Aspek Perlindungan Anak Menjadi Bahan Ajar Krusial pada Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin

October 7, 2026

Ketika Dua Negeri Serumpun Saling Belajar BSDK MA Terima Kunjungan Delegasi Suruhanjaya Pelantikan Kehakiman Malaysia

October 7, 2026

Hakim Agung Kamar Agama Gembleng Hakim Peradilan Agama: Integrasikan Fikih dan Perlindungan Anak dalam Dispensasi Kawin

October 6, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional
  • Menguatkan Nalar dan Nurani Hakim: Aspek Perlindungan Anak Menjadi Bahan Ajar Krusial pada Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin
  • Ketika Dua Negeri Serumpun Saling Belajar BSDK MA Terima Kunjungan Delegasi Suruhanjaya Pelantikan Kehakiman Malaysia
  • Hakim Agung Kamar Agama Gembleng Hakim Peradilan Agama: Integrasikan Fikih dan Perlindungan Anak dalam Dispensasi Kawin
  • Membedah Hakikat Dispensasi Kawin: Konsep Usia Perkawinan

Recent Comments

  1. indarka pp on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  2. Anton Yikwa on Penganugerahan Lomba Layanan Pengadilan Tahun 2026: Membangun Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  3. Syihabuddin on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  4. Tomas on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  5. Nancy on “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wisnu Indradi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.