Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

October 14, 2026

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » REFORMASI STRUKTURAL DAN KULTURAL IKATAN HAKIM INDONESIA (IKAHI)

REFORMASI STRUKTURAL DAN KULTURAL IKATAN HAKIM INDONESIA (IKAHI)

Muhammad Adiguna BimasaktiBy Muhammad Adiguna BimasaktiDecember 14, 2025 · 19:24 WIB8 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) merupakan satu-satunya organisasi profesi hakim bagi para Hakim Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya. Salah satu fungsi utama dari IKAHI adalah advokasi kesejahteraan hakim. Namun dalam pelaksanaannya banyak yang harus diperbaiki. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan kritik dan saran bagi struktur dan kultur organisasi yang ada di IKAHI terutama dalam kaitannya dengan fungsi advokasi para hakim.

Di dalam Anggaran Dasar IKAHI, struktur IKAHI terdiri dari Pengurus Pusat (PP), Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC). Salah satu tujuan dari adanya jenjang kepengurusan ini adalah agar mempermudah anggota yakni para hakim dalam menyalurkan aspirasinya melalui IKAHI. Permasalahannya dalam praktik para anggota baik di PC atau PD tidak bisa secara aktif menyampaikan aspirasinya secara terbuka dan langsung kepada PP, meskipun dalam anggaran dasar tidak ada larangan. Terkadang bahkan banyak PC dan PD yang secara faktual tidak aktif berorganisasi melainkan hanya sekedar struktur di atas kertas saja. Tentu hal ini mengkhawatirkan, sebab partisipasi anggota dalam sebuah organisasi adalah hal yang krusial.

A. Struktur IKAHI yang Diisi Kalangan Elit

Sebagaimana disebutkan di atas, struktur kepengurusan IKAHI terdiri dari PP, PC dan PD yang masing-masing diisi oleh pengurusnya. Permasalahannya, dengan struktur yang ada saat ini, kepengurusan IKAHI selalu diisi oleh kalangan elit. Misal, ketua PC atau PD selalu diisi oleh Ketua atau wakil ketua Pengadilan, atau di tingkat PP selalu diisi oleh Hakim Agung. Pada tingkat PP pun pengurus biasanya ditunjuk dari kalangan hakim yang menjadi hakim yustisial atau hakim yang berada di sekitar Mahkamah Agung. Meski pun pengisian jabatan Ketua Umum PP atau Ketua PC atau Ketua PD dilakukan dengan sistem pemilihan tetapi hendaknya patut disadari bahwa keberadaan kaum elit sebagai calon ketua di PP, PC atau PD tentu menimbulkan halangan secara psikologis bagi hakim-hakim lain pada umumnya untuk maju sebagai Ketua Umum PP, PC atau PD.

Struktur organisasi IKAHI saat ini cenderung bersifat hierarkis dan sentralistik, yang menyebabkan aspirasi dari hakim-hakim di daerah sering kali tidak terakomodasi secara optimal. Mekanisme komunikasi antara pengurus pusat dan anggota di tingkat daerah masih kurang terbuka dan efektif. Hal ini berdampak pada lambatnya respon organisasi dalam menanggapi permasalahan kesejahteraan yang dihadapi oleh para hakim, seperti beban kerja yang tinggi, tunjangan yang belum memadai, serta jaminan keamanan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.

Struktur semacam ini menimbulkan kesan bahwa hanya mereka yang telah mencapai posisi tinggi secara struktural yang layak atau pantas memimpin organisasi. Padahal, semangat organisasi profesi seharusnya menekankan pada keterwakilan, partisipasi, dan pengembangan kapasitas anggota secara merata, bukan berdasarkan hierarki jabatan. Ketika hanya kelompok tertentu yang terus-menerus mengisi jabatan penting, hal ini dapat menciptakan jarak antara kepengurusan dan anggota biasa serta memicu apatisme di kalangan anggota terhadap dinamika organisasi.

Selain itu, dominasi kalangan elit dalam kepengurusan berpotensi menghambat inovasi dan regenerasi dalam tubuh organisasi. Hakim-hakim muda atau mereka yang bertugas di daerah terpencil bisa jadi memiliki gagasan segar dan semangat besar untuk memajukan IKAHI, tetapi tidak memiliki kesempatan yang setara untuk tampil dan mengambil peran strategis. Hal ini bukan hanya merugikan individu-individu tersebut, tetapi juga mengurangi potensi kolektif organisasi dalam menghadapi tantangan profesi kehakiman yang terus berkembang.

B. Budaya Demokrasi Perwakilan yang Tidak Relevan dalam Organisasi Kecil

Keberadaan PP, PD dan PC memang umumnya ada dalam setiap organisasi masyarakat seperti IKAHI. Pada dasarnya hierarki dalam struktur memang tidak bermasalah. Namun hal ini dapat menjadi masalah jika keterlibatan anggota dalam program besar IKAHI harus melalui jenjang PC dan/atau PD. Misalnya dalam pengambilan keputusan pada Pemilihan Ketua Umum PP IKAHI atau Perubahan Anggaran Dasar. Hak anggota masih terbatas pada sistem “Noken” seperti pemilihan umum di Papua, yakni seolah setiap PC dan PD hanya memiliki satu suara. Permasalahannya, kedudukan seluruh anggota IKAHI harusnya sama, artinya setiap orang harus memiliki satu suara (one man one vote). Sebab, dengan adanya sistem yang ada saat ini maka suara-suara para hakim tidak tersampaikan dengan baik karena apa yang disampaikan oleh PC atau PD belum tentu merepresentasikan isi hati dari setiap hakim. Artinya setiap hakim harus diberikan akses yang sama untuk bersuara, tidak diwakili oleh orang lain, karena hal ini memang memungkinkan. Jumlah hakim di MA dan badan-badan peradilan di bawah MA hanya sekitar 8000. Tidak sulit mengakomodasi suara 8000 orang terutama di era digital saat ini. Oleh karena itu mekanisme pengambilan suara di IKAHI melalui perwakilan PC atau PD sudah sangat ketinggalan zaman.

Baca Juga  PP IKAHI gelar Donor Darah dalam rangka HUT IKAHI ke -73

Dalam era transparansi dan demokrasi digital seperti sekarang, keberlangsungan sistem perwakilan semacam ini justru dapat menciptakan jarak antara anggota dengan pengambilan keputusan. Ketika suara individu tidak dapat disalurkan secara langsung, maka potensi aspirasi yang otentik dari para hakim menjadi tereduksi. Terlebih, keterbatasan ini bisa menciptakan monopoli pandangan di tangan segelintir pengurus di tingkat PC atau PD yang belum tentu mencerminkan kehendak mayoritas. Hal ini bertentangan dengan semangat organisasi profesi yang seharusnya menjunjung keterbukaan, kesetaraan, dan partisipasi aktif dari seluruh anggotanya.

Penerapan sistem “one man one vote” dalam proses-proses penting seperti pemilihan Ketua Umum PP IKAHI dan perubahan Anggaran Dasar menjadi sangat relevan untuk diwujudkan. Dengan teknologi yang ada, seperti sistem pemungutan suara daring yang aman dan terverifikasi, keterlibatan seluruh anggota tidak hanya menjadi mungkin, tetapi juga praktis dan efisien. Langkah ini dapat menjadi simbol modernisasi organisasi serta bentuk penghargaan terhadap integritas dan independensi setiap hakim. Tidak lagi ada alasan untuk mempertahankan sistem yang mendistorsi kehendak kolektif hanya demi alasan tradisi atau kemudahan administratif.

C. Budaya Organisasi yang Sentralistik

Selama ini dalam melaksanakan agenda-agenda besarnya IKAHI jarang sekali melibatkan anggotanya di daerah. Jangankan melibatkan, bahkan kadang kegiatannya pun ditutupi dengan alasan tertentu. Akhirnya segala agenda besar organisasi hanya terpusat atau tersentralisasi di PP IKAHI saja dan melupakan partisipasi anggota. Padahal agenda-agenda tersebut dilaksanakan dalam rangka pengayoman anggota. Sebagai contoh dalam pelaksanaan agenda pengawalan atau advokasi perubahan Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2012 Tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim yang Berada di Bawah Mahkamah Agung. Dalam agenda advokasi tersebut IKAHI seakan menyembunyikan kegiatan dan hasil advokasi yang dilaksanakan, seolah anggota hanya perlu tinggal terima saja. Baru lah setelah desakan yang cukup keras dari anggota-anggota muda, IKAHI melakukan rilis perkembangan advokasi pada tanggal 1 Januari 2024 melalui jarkom pada aplikasi Whatsappdan postingan di aplikasi Instagram.

Kondisi seperti ini menimbulkan kesan bahwa IKAHI lebih berorientasi ke atas daripada ke dalam, yakni lebih fokus menjalin komunikasi dengan institusi struktural seperti Mahkamah Agung dan lembaga eksekutif, namun abai terhadap keterlibatan aktif anggotanya sendiri. Sikap ini menimbulkan jarak antara pengurus pusat dengan anggota di daerah, sehingga banyak anggota merasa tidak memiliki wadah representasi yang memperjuangkan aspirasi mereka secara nyata. Padahal, partisipasi dan komunikasi dua arah adalah esensi dari sebuah organisasi profesi yang sehat dan demokratis.

Baca Juga  Ketua MA: Pemidanaan Bukan Lagi Sekadar Pembalasan

Kurangnya transparansi dan keterlibatan ini juga berpotensi menimbulkan apatisme dari anggota terhadap agenda-agenda IKAHI ke depan. Anggota yang tidak dilibatkan dalam proses, tidak akan memiliki rasa memiliki terhadap hasilnya. Ini tentu bertentangan dengan prinsip pengayoman yang selama ini menjadi alasan utama berbagai kegiatan IKAHI. Jika dibiarkan, hal ini dapat memperlemah kekuatan kolektif organisasi karena rasa percaya anggota kepada pengurus pusat akan semakin luntur.

Dari sisi kultur organisasi, IKAHI tampak masih terjebak dalam pola kerja yang terlalu formalistik dan elitis, sehingga menimbulkan jarak antara pengurus dengan anggotanya. Budaya kritik internal pun belum tumbuh dengan sehat, padahal sebagai organisasi profesi, IKAHI seharusnya mampu menjadi ruang dialog terbuka bagi para hakim untuk menyampaikan keluh kesah dan memperjuangkan hak-haknya secara kolektif. Kurangnya transparansi dan partisipasi dalam pengambilan keputusan menyebabkan banyak anggota merasa tidak memiliki peran yang signifikan dalam organisasi.

Sudah seharusnya IKAHI mengubah pendekatannya dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, terutama bagi anggota muda yang mulai menunjukkan antusiasme dan kepedulian tinggi terhadap masa depan profesi. Kegiatan advokasi, penyusunan rekomendasi kebijakan, maupun perumusan program strategis lainnya perlu dirancang secara kolaboratif dan terbuka. Dengan melibatkan berbagai elemen anggota di seluruh Indonesia, IKAHI tidak hanya memperkuat posisi tawarnya secara kelembagaan, tetapi juga memperkokoh solidaritas internal yang menjadi pondasi keberlangsungan organisasi ini.

D. Minimnya Keterbukaan Pengelolaan Organisasi

Selain ketiga masalah yang telah disebut di atas, ada pula masalah transparansi pengelolaan organisasi terutama terkait dengan keuangan organisasi. Selaku organisasi profesi yang menarik iuran dan sumbangan serta penerimaan lainnya dari anggota (termasuk penjualan kalender setiap tahun), IKAHI tidak pernah membuka laporan keuangannya setiap tahun. Berapa uang yang masuk ke dalam kas dan berapa pengeluarannya atau untuk apa tidak pernah dibuka kepada publik.

Ketiadaan transparansi ini menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan dari sebagian anggota, terutama ketika pengelolaan keuangan organisasi tidak disertai dengan mekanisme audit internal maupun eksternal yang kredibel. Ketertutupan informasi keuangan ini berpotensi mencederai kepercayaan anggota terhadap pengurus organisasi, dan dapat menciptakan asumsi negatif mengenai penggunaan dana organisasi. Padahal, sebagai organisasi yang menghimpun para hakim—profesi yang dituntut menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas—seharusnya IKAHI menjadi contoh dalam hal keterbukaan dan tata kelola yang baik.

Selain itu, tidak adanya pelaporan keuangan secara berkala juga menyulitkan anggota dalam mengevaluasi efektivitas program kerja organisasi. Anggota tidak dapat menilai apakah dana yang telah dikumpulkan benar-benar digunakan untuk kepentingan bersama atau justru terserap untuk kebutuhan yang tidak memiliki dampak langsung pada pengembangan profesi. Akibatnya, partisipasi dan dukungan terhadap program-program IKAHI dapat melemah, karena anggota merasa tidak dilibatkan atau bahkan tidak mengetahui arah kebijakan organisasi yang didanai dari iuran mereka sendiri.

Untuk mengatasi permasalahan ini, IKAHI perlu segera melakukan reformasi dalam hal tata kelola keuangan dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Salah satunya adalah dengan menyusun laporan keuangan tahunan yang dapat diakses oleh seluruh anggota melalui media resmi organisasi. Tidaklah perlu melibatkan auditor independen dalam proses pemeriksaannya, cukup melaporkan secara berkala dengan laporan internal. Dengan langkah ini, IKAHI tidak hanya membangun kembali kepercayaan anggotanya, tetapi juga memperkuat legitimasi organisasi sebagai wadah profesional yang bersih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Muhammad Adiguna Bimasakti
Kontributor
Muhammad Adiguna Bimasakti
Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Mataram

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

ikahi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Jimly: Komposisi MKH perlu memasukkan lebih banyak dari unsur Masyarakat

July 15, 2026

Ketua MA: Pemidanaan Bukan Lagi Sekadar Pembalasan

April 21, 2026

IKAHI Sampaikan Pandangan Strategis Terkait RUU HPI dalam RDPU bersama Pansus DPR RI

April 2, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,606 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan

By Edi HudiataOctober 14, 20260

MEGAMENDUNG, BSDK MA RI — “Juru bicara jangan menjadi bagian dari masalah dan jangan mencari…

Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia

October 14, 2026

Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang

October 14, 2026

Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?

October 14, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • 7 Pesan Ketua MA Untuk Juru Bicara Pengadilan
  • Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  • Menerangi Fakta, Menjaga Marwah Peradilan : 43 Peserta Bimbingan Teknis Yudisial Perdalam Teknik dan Praktik Pembuatan Berita Acara Sidang
  • Mengapa Norwegia Mengajak 50.000 Warga Biasa Mengadili?
  • Optimalisasi SIPP dan e-Court, Kunci Profesionalitas Panitera Pengganti di Era Digital

Recent Comments

  1. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  2. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  3. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
  4. H. Moh. Nasri on Bedah Kasus di Akhir Kursus: Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin Telah Sampai pada Intinya
  5. Pandu PW on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Avatar photo Imaniar, S.H., M.H.
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Supid Arso Hananto
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.