Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Belajar dari “Chotei” Jepang: Ketika Mediator Dibentuk melalui Pengalaman, Keahlian, dan Pembelajaran Berkelanjutan

October 8, 2026

Urgensi Memperkuat Tata Kelola Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Dalam Rangka Melindungi Data Pribadi Aparatur Peradilan

October 8, 2026

Seni Mengadili Dispensasi Kawin: Ketatnya Prosedur dan Kehati-hatian Hakim demi Masa Depan Anak

October 8, 2026 · 11:43 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Seni Mengadili Dispensasi Kawin: Ketatnya Prosedur dan Kehati-hatian Hakim demi Masa Depan Anak

Seni Mengadili Dispensasi Kawin: Ketatnya Prosedur dan Kehati-hatian Hakim demi Masa Depan Anak

Abiandri Fikri AkbarBy Abiandri Fikri AkbarOctober 8, 2026 · 11:43 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

BOGOR – Menangani perkara permohonan dispensasi kawin bukanlah sekadar urusan administratif mencetak penetapan pengadilan. Di ruang sidang, ini adalah sebuah “seni” mengadili yang sarat akan kerentanan, di mana nasib dan masa depan seorang anak menjadi pertaruhan utamanya.

Pentingnya kehati-hatian dalam perkara ini menjadi sorotan utama dalam Pelatihan Teknis Yudisial Dispensasi Kawin bagi Hakim Tingkat Pertama Peradilan Agama Seluruh Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung (BSDK MA), pada Rabu (7/10/2026).

Dalam pemaparannya, pemateri yang juga merupakan Hakim Tinggi pada BSDK Mahkamah Agung RI, Dr. Fitriyel Hanif, S.Ag., M.Ag., menegaskan kepada para hakim tingkat pertama peradilan agama untuk benar-benar memedomani Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 5 Tahun 2019. Aturan ini memberikan pedoman khusus, sehingga penanganan perkara dispensasi kawin memiliki kekhususan tersendiri dan tidak boleh disamakan dengan perkara permohonan pada umumnya.

Meskipun memiliki prosedur yang dikhususkan, fondasi hukum acara perdata tidak serta-merta ditinggalkan. Sesuai dengan rumusan Pasal 18 Perma Nomor 5 Tahun 2019, ditegaskan bahwa hukum acara perdata tetap berlaku sepanjang tidak diatur khusus dalam Peraturan ini. Artinya, “seni” penanganan perkara dispensasi kawin merupakan perpaduan antara kepatuhan pada hukum acara perdata secara umum dan ketelitian menerapkan pedoman khusus demi perlindungan anak.

Untuk mengedukasi publik, berikut adalah hal-hal fundamental yang membuat sidang dispensasi kawin sangat ketat dan membutuhkan penanganan khusus dari seorang hakim tunggal:

1. Sidang Digelar Tertutup Demi Keamanan Mental Anak

Berbeda dengan asas peradilan pada umumnya yang terbuka untuk umum, sidang dispensasi kawin wajib dilaksanakan secara tertutup. Aturan ketat ini dibuat semata-mata demi melindungi privasi dan kondisi psikologis anak. Hakim harus menciptakan suasana sidang yang aman agar anak terhindar dari tekanan sosial dan berani mengutarakan perasaannya secara jujur.

2. Aturan Ketat Mengenai Pengadilan Mana yang Berhak Mengadili Hukum menetapkan aturan wilayah dan agama secara rinci. Peradilan Agama berwenang mutlak jika pemohon (ayah/ibu/wali) beragama Islam. Permohonan juga tidak bisa diajukan di sembarang tempat, melainkan harus di Pengadilan Agama yang mewilayahi tempat tinggal pemohon (asas actor sequitur forum rei). Menariknya, jika terjadi perbedaan agama antara orang tua dengan anak, permohonan wajib diajukan pada pengadilan yang sesuai dengan agama anak. Ini membuktikan bahwa hukum menempatkan identitas anak sebagai subjek utama yang harus dihormati.

Baca Juga  Mencermati Situasi, Menempuh Langkah: Tiga Situasi yang Menentukan Langkah Mediator

3. Hakim Bertindak Proaktif Menggali Alasan Sesungguhnya Dalam perkara ini, hakim tidak boleh pasif atau sekadar percaya pada selembar kertas permohonan. Hakim dituntut menerapkan aktivisme yudisial, yakni wajib menggali kebenaran secara tajam. Hakim akan mengejar syarat substansial: apakah alasannya benar-benar mendesak dan tidak dapat ditunda? Indikasi mendesak misalnya telah terjadi kehamilan (dibuktikan dengan USG dokter), atau ancaman fitnah besar jika ditunda. Jika alasannya murni hanya karena tradisi budaya atau faktor ekonomi semata, hakim berhak menolak permohonan tersebut.

4. Dinamika Pemanggilan Resmi Pihak Terkait (Relaas) Pengadilan harus memastikan semua pihak yang berkepentingan hadir. Terkait hal ini, terdapat pandangan umum yang menyatakan bahwa panggilan resmi (relaas) cukup ditujukan kepada para pemohon saja. Namun, Dr. Fitriyel memiliki pendapat dan keyakinan yang lebih komprehensif. Beliau meyakini bahwa panggilan resmi (relaas) sebaiknya dilayangkan kepada seluruh pihak, tidak hanya kepada pemohon, tetapi juga kepada anak itu sendiri, calon suami/istri, hingga keluarga calon besan. Tujuannya agar mereka semua dapat dipastikan hadir ke persidangan untuk didengar keterangannya secara langsung. Kehadiran pihak-pihak inilah yang menjadi penentu bagi hakim tunggal untuk mengambil keputusan yang menyeluruh.

5. Wawancara Terpisah untuk Memastikan Tidak Ada Paksaan Untuk memastikan tidak ada tekanan, hakim menggunakan teknik wawancara terpisah. Pemohon, anak, dan calon menantu diwawancarai satu per satu secara bergantian. Hakim akan mengukur tingkat kematangan emosional anak, pemahaman mereka terhadap risiko medis dan sosial perkawinan dini, serta memastikan 100% tidak ada unsur paksaan. Di sinilah hak partisipasi anak benar-benar didengarkan oleh pengadilan.

6. Wajib Meminta Rekomendasi Pihak Ketiga Hakim tidak memutus berdasarkan asumsi pribadi. Berdasarkan Pasal 15 huruf d Perma Nomor 5 Tahun 2019, hakim diwajibkan untuk meminta rekomendasi dari pihak ketiga yang kompeten. Pihak-pihak tersebut mencakup Psikolog atau Dokter/Bidan, Pekerja Sosial Profesional, Tenaga Kesejahteraan Sosial, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia/Daerah (KPAI/KPAD). Rekomendasi komprehensif dari para ahli dan lembaga ini menjadi alat ukur objektif yang sangat menentukan putusan hakim.

Baca Juga  Perkokoh Integritas Moral dan Akselerasi Aplikasi MOSAIC, PTA Palembang Pertajam Kualitas Layanan di PA Baturaja

7. Hakim Tidak Menghakimi Anak, Melainkan Menasihati Orang Tua Sikap pengadilan sangat jelas: berempati pada anak. Hakim sama sekali tidak boleh menghakimi atau menyalahkan kondisi anak, sekalipun anak tersebut misalnya telanjur hamil di luar nikah. Anak diposisikan sebagai pihak yang rentan. Sebaliknya, hakim justru akan memberikan teguran, nasihat edukatif, dan menyadarkan orang tua akan tanggung jawab dan konsekuensi berat dari membiarkan pernikahan usia dini terjadi.

Segala prosedur rumit ini bermuara pada satu asas hukum tertinggi: Kepentingan Terbaik Anak (Child’s Best Interest). Hakim harus menghitung untung-ruginya dengan cermat, apakah pernikahan ini menyelamatkan anak atau justru menghancurkan masa depannya.

Menutup sesi pemaparannya dalam pendidikan berkelanjutan di BSDK MA ini, Dr. Fitriyel Hanif menitipkan pesan yang tegas kepada para hakim: Dispensasi kawin bukanlah prosedur rutin yang mudah untuk melegalkan pernikahan di bawah umur. Ini adalah jalan terakhir (ultimum remedium) yang hanya akan dibuka pengadilan jika nyawa, keselamatan, dan masa depan anak benar-benar berada dalam keadaan darurat.

Abiandri Fikri Akbar
Kontributor
Abiandri Fikri Akbar
Hakim Pengadilan Negeri Padang Panjang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Dispensasi Kawin Fitriyel Hanif Kepentingan Terbaik Anak Peradilan Agama Perlindungan Anak PERMA Nomor 5 Tahun 2019 Ultimum Remedium
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Menuju Puncak! Tekad para Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin di Hari Ke-4 Semakin Diuji

October 8, 2026

Belum Surut! Antusiasme Para Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin di Hari Ke-3

October 8, 2026

Selaraskah Aspek Hukum Dispensasi Kawin di Indonesia dengan Hukum Internasional?

October 7, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,530 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Belajar dari “Chotei” Jepang: Ketika Mediator Dibentuk melalui Pengalaman, Keahlian, dan Pembelajaran Berkelanjutan

By Irwan RosadyOctober 8, 20260

Tokyo, 7 Oktober 2026 Salah satu pelajaran menarik dari sistem penyelesaian sengketa perdata di Jepang…

Urgensi Memperkuat Tata Kelola Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Dalam Rangka Melindungi Data Pribadi Aparatur Peradilan

October 8, 2026

Seni Mengadili Dispensasi Kawin: Ketatnya Prosedur dan Kehati-hatian Hakim demi Masa Depan Anak

October 8, 2026 · 11:43 WIB

Menuju Puncak! Tekad para Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin di Hari Ke-4 Semakin Diuji

October 8, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Belajar dari “Chotei” Jepang: Ketika Mediator Dibentuk melalui Pengalaman, Keahlian, dan Pembelajaran Berkelanjutan
  • Urgensi Memperkuat Tata Kelola Sistem Informasi Kepegawaian (SIKEP) Dalam Rangka Melindungi Data Pribadi Aparatur Peradilan
  • Seni Mengadili Dispensasi Kawin: Ketatnya Prosedur dan Kehati-hatian Hakim demi Masa Depan Anak
  • Menuju Puncak! Tekad para Peserta Diklat Teknis Yudisial Dispensasi Kawin di Hari Ke-4 Semakin Diuji
  • Sitting in the Mediator’s Chair: Notes from a Conciliation Commissioner

Recent Comments

  1. Mery Donna Tiur Pasaribu on Praperadilan dan Batas Kekuasaan
  2. indarka pp on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  3. Anton Yikwa on Penganugerahan Lomba Layanan Pengadilan Tahun 2026: Membangun Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  4. Syihabuddin on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  5. Tomas on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wisnu Indradi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.