Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila

October 5, 2026 · 19:10 WIB

Pidana Pengawasan di Luar Batas Pasal 75 KUHP Nasional: Antara Diskresi Hakim dan Asas Legalitas Pemidanaan

October 5, 2026

Menapak Jalan Menjadi Hakim: PTUN Banda Aceh Mantapkan Pegawai Hadapi Seleksi

October 5, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila

Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila

Ari GunawanBy Ari GunawanOctober 5, 2026 · 19:10 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Dalam Hukum Acara Perdata di Indonesia, khususnya terkait penyelesaian sengketa perdata, Pasal 130 Het Herziene Inlandsch Reglement (HIR) menegaskan bahwa apabila kedua belah pihak hadir di persidangan, hakim wajib mengupayakan perdamaian di antara mereka. Kewajiban tersebut diperkuat melalui Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Meskipun regulasi mengenai upaya damai dan mediasi telah diatur secara formal, tingkat keberhasilan penyelesaian perkara melalui jalur damai di Indonesia masih belum sesuai dengan yang diharapkan.

Upaya Mahkamah Agung untuk mendorong penyelesaian perkara secara damai terus dievaluasi dan dicarikan solusinya. Langkah ini sangat krusial mengingat tingginya volume perkara yang ditangani hingga memicu penumpukan perkara. Padahal, tatanan peradilan Indonesia menjunjung tinggi asas penyelesaian perkara secara cepat, sederhana, dan berbiaya ringan. Di sisi lain, masyarakat kerap memandang sistem peradilan modern sebagai medan pertempuran yang kaku (adversarial system), di mana prinsip menang-kalah (win-lose solution) sangat mendominasi.

Sebagai bahan komparasi, Indonesia dapat mencermati model penyelesaian sengketa di Jepang yang menerapkan sistem Wakai. Sistem ini mengintegrasikan mediasi secara langsung dan wajib ke dalam proses peradilan perdata. Kendati demikian, dalam ranah pembaruan hukum nasional, tidak semua konsep atau lembaga hukum asing dapat diadopsi begitu saja. Setiap gagasan hukum luar negeri harus melalui pengujian norma dan nilai dasar bangsa Indonesia, yakni Pancasila.

Berdasarkan Stufenbau Theorie (teori hierarki norma) dari Hans Kelsen, setiap sistem hukum memiliki satu norma tertinggi yang menjadi dasar berlakunya norma-norma di bawahnya. Dalam konteks Indonesia, Pancasila berkedudukan sebagai grundnorm atau staatsfundamentalnorm (norma fundamental negara). Sebagai sumber dari segala sumber hukum negara, Pancasila menuntut agar seluruh peraturan perundang-undangan dibuat bersumber dari dan tidak bertentangan dengan nilai-nilainya. Pancasila memberikan legitimasi moral sekaligus validitas hukum bagi seluruh tatanan hukum positif di Indonesia.

Memahami Sistem Wakai dalam Hukum Perdata Jepang

Sebelum menganalisis kesesuaian Wakai dari perspektif cita hukum Pancasila, perlu dipahami terlebih dahulu hakikat dari sistem tersebut.

Secara formal, Wakai adalah bentuk mediasi di dalam pengadilan (court-annexed mediation) yang melekat secara integral dalam sistem peradilan perdata Jepang. Karakteristik utama sistem Wakai meliputi:

  1. Peran Aktif Hakim (Active Judicial Involvement): Hakim tidak sekadar bersikap pasif menunggu proses pembuktian (replik-duplik), melainkan aktif memfasilitasi dialog, menawarkan opsi solusi, serta melakukan evaluasi sengketa secara persuasif.
  2. Fleksibilitas Prosedural (Procedural Flexibility): Proses mediasi mengesampingkan kekakuan formalitas hukum guna menggali akar permasalahan yang mendasari sengketa sekaligus memulihkan rasa saling percaya antarpihak.
  3. Kekuatan Hukum Mengikat dan Eksekutorial (Binding Force): Jika kesepakatan damai tercapai, hasilnya dituangkan dalam akta perdamaian resmi (Wakai-tosho) yang memiliki kekuatan hukum tetap dan eksekutorial setara dengan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).
Baca Juga  Pelaksanaan Eksekusi Sukarela Berhasil Dilaksanakan di PN Gunungsitoli

Analisis Perspektif Teori Hukum Pancasila

Teori Hukum Pancasila memandang hukum tidak sekadar sebagai perintah penguasa atau sekumpulan aturan positif yang kaku, melainkan sebagai kristalisasi nilai-nilai moral, sosial, dan ketuhanan yang hidup di dalam masyarakat (living law).

Dalam rekam jejak pemikiran hukum di Indonesia, Teori Hukum Pancasila hadir untuk melengkapi dan menyempurnakan teori-teori hukum mendasar sebelumnya, yaitu:

  • Teori Hukum Pembangunan (Prof. Mochtar Kusumaatmadja) yang memperkenalkan gagasan hukum sebagai sarana pembaharuan masyarakat (law as a tool of social engineering ala Roscoe Pound yang disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia);
  • Teori Hukum Progresif (Prof. Satjipto Rahardjo) yang memprioritaskan manusia di atas teks hukum melalui jargon “hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum”; serta
  • Teori Hukum Integratif (Prof. Romli Atmasasmita) yang memadukan norma, nilai, dan perilaku dengan menggabungkan keunggulan hukum pembangunan dan hukum progresif.

Sistem Wakai mencerminkan kesesuaian yang erat dengan nilai-nilai utama yang terkandung dalam sila-sila Pancasila, khususnya Sila Ketiga, Sila Keempat, dan Sila Kelima:

  1. Sila Ketiga: Persatuan dan Pemulihan Hubungan Sosial
    Dalam perspektif hukum Barat (positivisme kaku), putusan pengadilan memisahkan para pihak secara absolut menjadi pihak yang “menang” dan “kalah”. Sebaliknya, Wakai berakar pada konsep kebudayaan Jepang tentang Wa (harmoni). Teori Hukum Pancasila menempatkan persatuan dan keutuhan sosial di atas ego individualistis. Wakai bekerja dengan memulihkan keretakan hubungan sosial yang timbul akibat konflik bisnis maupun keluarga. Pendekatan pemulihan ini sejalan dengan cita-cita integrasi dan keutuhan sosial bangsa Indonesia.
  2. Sila Keempat: Manifestasi Musyawarah Mufakat yang Terlembagakan
    Sila keempat merupakan inti dari penyelesaian sengketa nonlitigasi di Indonesia. Menurut Teori Hukum Pancasila mengamanatkan bahwa keputusan terbaik adalah keputusan yang lahir dari hikmat kebijaksanaan dan proses musyawarah untuk mencapai mufakat. Wakai menjadi contoh konkret bagaimana negara modern berhasil melembagakan asas “musyawarah mufakat” ke dalam jantung sistem hukum peradilan formal. Hakim peradilan Jepang tidak memaksakan kehendak hukum secara sepihak, melainkan menuntun kedua belah pihak untuk merumuskan kesepakatan mereka sendiri secara sukarela (win-win solution).
  3. Sila Kelima: Keadilan Sosial dan Asas Kemanfaatan
    Keadilan dalam kerangka Pancasila bukan sebatas keadilan formal semata, melainkan keadilan sosial yang dapat memberikan kemaslahatan nyata bagi masyarakat. Putusan hukum yang sekadar menang di atas kertas sering kali sulit dieksekusi atau justru memicu rasa dendam yang berkepanjangan. Melalui Wakai, keadilan yang dicapai mencakup keadilan distributif dan komutatif, di mana kepentingan kedua belah pihak terakomodasi secara seimbang. Mekanisme ini mampu memangkas biaya perkara, menghemat waktu, serta menciptakan ketenteraman batin yang menjadi substansi utama keadilan sosial.
Baca Juga  PA. Baturaja Perkuat Layanan Digital, Siap Implementasikan Program Strategis Badilag 2026

Kesimpulan

Sistem Wakai di Jepang membuktikan bahwa modernisasi hukum tidak harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni sosial. Ketika dikaji dari perspektif Teori Hukum Pancasila, Wakai menunjukkan bentuk ideal penginstitusian nilai komunal, musyawarah, dan perdamaian di dalam badan peradilan formal. Mahkamah Agung sebagai lembaga negara dapat mendorong penerapan sistem Wakai ini karena pada dasarnya sistem Wakai memiliki akar kebudayaan musyawarah yang kuat, dapat terus menyerap aspirasi dari pihak yang bersengketa. Kajian dan evaluasi keberhasilan sistem ini dalam sistem peradilan kita nantinya akan memperkuat penyelesaian perkara pengadilan guna mewujudkan sistem peradilan yang tepat dan cepat serta sederhana dengan menggunakan pendekatan yang lebih humanistis, efektif, dan berkeadilan sosial.

Ari Gunawan
Kontributor
Ari Gunawan
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

hukum Jepang Hukum Perdata Mediasi Pengadilan Musyawarah Mufakat pancasila Pembaruan Hukum Penyelesaian Sengketa Teori Hukum Pancasila Wakai
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Pidana Pengawasan di Luar Batas Pasal 75 KUHP Nasional: Antara Diskresi Hakim dan Asas Legalitas Pemidanaan

October 5, 2026

PRIMA di Medan Pengabdian, Teguh di Persidangan?

October 5, 2026

Mengapa Hakim Harus Melampaui Positivisme Hukum: Menghidupkan Keadilan Rasional dan Humanis dalam Putusan Peradilan

October 5, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,511 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026
Don't Miss

Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila

By Ari GunawanOctober 5, 2026 · 19:10 WIB0

Pendahuluan Dalam Hukum Acara Perdata di Indonesia, khususnya terkait penyelesaian sengketa perdata, Pasal 130 Het…

Pidana Pengawasan di Luar Batas Pasal 75 KUHP Nasional: Antara Diskresi Hakim dan Asas Legalitas Pemidanaan

October 5, 2026

Menapak Jalan Menjadi Hakim: PTUN Banda Aceh Mantapkan Pegawai Hadapi Seleksi

October 5, 2026

PRIMA di Medan Pengabdian, Teguh di Persidangan?

October 5, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Kajian Sistem Wakai Jepang dari Perspektif Cita Hukum Teori Hukum Pancasila
  • Pidana Pengawasan di Luar Batas Pasal 75 KUHP Nasional: Antara Diskresi Hakim dan Asas Legalitas Pemidanaan
  • Menapak Jalan Menjadi Hakim: PTUN Banda Aceh Mantapkan Pegawai Hadapi Seleksi
  • PRIMA di Medan Pengabdian, Teguh di Persidangan?
  • Pembukaan Pelatihan Dispensasi Kawin : Utamakan Kepentingan Terbaik Anak

Recent Comments

  1. Anton Yikwa on Penganugerahan Lomba Layanan Pengadilan Tahun 2026: Membangun Budaya Kinerja dan Pelayanan Prima di Lingkungan Peradilan Militer dan Tata Usaha Negara
  2. Syihabuddin on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  3. Tomas on Sebuah Ulasan atas Film ‘Ghost In The Cell’
  4. Nancy on “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
  5. Yeheskel Haurissa on Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.